I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 82


__ADS_3

"Oh anda tuan satria dari perusahaan vebranza." Ucap vanessa


"Benar nona." Ucap satria


"Saya Aulia tuan. Senang bisa berjumpa dengan anda." Ucap vanessa mengulurkan tangannya.


"Senang juga bisa berjumpa dengan anda nona lia." Ucap satria menjabat tangan vanessa.


Lembut. Seperti vanessa tapi namanya lia. Batin satria


Duh orang ini lepasin dong tangan gue. Batin vanessa


"Ehm maaf tuan." Ucap vanessa lalu menarik tangannya. Diangguk i satria.


"Baiklah lia kita ke aula ya." Ucap mama adis


"Baik tante." Ucap vanessa


"Mari tuan-tuan bila anda tidak sibuk boleh mengikuti perkenalan presdir disini serta sekretaris barunya." Ucap mama adis.


"Apa kami boleh ikut nona." Ucap satria menoleh ke arah vanessa.


"Ehm tentu tuan." Ucap vanessa tersenyum tipis.


Mereka pun menuju ke aula karena semua karyawan sudah berkumpul dan menunggu kedatangan mereka. Saat mereka memasuki aula banyak yang takjub dengan vanessa, terutama para pria, dan saat satria,deni dan sekretarisnya masuk pun para wanita mulai histeris.


"Nes gue khawatir kak satria bakalan ngenalin kita." Ucap irene sambil berbisik.


"Maka dari itu kalau disini jangan panggil gue vanessa." Ucap vanessa yang tatapannya lurus kedepan. Diangguk i irene dan adisya.


Tetapi yang membuat vanessa dkk bingung adalah saat mama adis celingukan entah sedang mencari siapa. Lalu ia pun bertanya kepada salah satu karyawan.

__ADS_1


"Billa,resepsionis lala kemana." Ucap mama adis


"Itu bu.. emm resepsionis lala di pecat." Ucap karyawan yang bernama billa.


"Loh dipecat? Siapa yang memecatnya." Ucap mama adis


"Nona itu bu." Ucap billa lalu menunjuk ke arah vanessa.


"Huh baiklah kamu boleh ke barisan lagi." Ucap mama adis.


"SELAMAT PAGI SEMUANYA, SESUAI YANG SAYA UCAPKAN KEMARIN BAHWA HARI INI PRESDIR V'LI CORPORATION SUDAH KEMBALI DARI LUAR NEGERI. DAN HARI INI SECARA RESMI PENGENALAN PRESDIR DAN 2 SEKRETARIS PRIBADI NYA. SILAHKAN." Ucap mama adis.


"PERKENALKAN NAMA SAYA V. AULIA KALIAN SEMUA BISA MEMANGGIL SAYA LIA. SAYA PRESDIR DISINI SAYA HARAP KALIAN SEMUA TIDAK ADA YANG BERMAIN-MAIN TERHADAP PEKERJAAN."


"BILA KALIAN BANYAK YANG BERTANYA KARENA TADI ADA INSIDEN SAYA MEMECAT RESEPSIONIS LALA. SAYA AKAN MENJAWABNYA. 1. KARENA DIA SUDAH BERTINDAK TIDAK SOPAN TERHADAP TAMU. 2.KARENA DIA BERSIKAP SEMENA-MENA DI PERUSAHAAN SAYA. 3.KARENA PENAMPILANNYA YANG TIDAK LEBIH DARI WANITA PENGGODA."


"KALIAN SEMUA DISINI BEKERJA DI PERUSAHAAN BUKAN DI CLUB MALAM. JADI SAYA HARAP KEDEPANNYA TIDAK AKAN ADA YANG BERPAKAIAN SEPERTI RESEPSIONIS LALA. TERIMAKASIH." Ucap vanessa datar panjang lebar. Para karyawan pun mengangguk setuju karena memang sikap Lala terhadap tamu sangat tidak sopan.


Lalu perkenalan itu berganti kepada adisya. Lalu kepada irene.


"SAYA A.DEBRIAN KALIAN BISA MEMANGGIL SAYA DEBRI, SAYA SEKRETARIS PRIBADI PERTAMA NONA LIA." Ucap adisya


"SAYA I.ARDELIA KALIAN DAPAT MEMANGGIL SAYA DELIA, SAYA SEKRETARIS PRIBADI KEDUA NONA LIA." Ucap irene


"DIMOHON KERJA SAMANYA." Ucap vanessa,irene dan adisya serempak.


"BAIKLAH PERKENALAN SUDAH CUKUP, HARI INI POSISI SEKRETARIS SUDAH ADA PENGGANTI NYA SAYA HARAP KALIAN DAPAT MENGHARGAI KETIGA NONA INI MENJADI ATASAN KALIAN. PAHAM" Ucap mama adis


"Paham bu." Ucap semua karyawan serempak.


Lalu mama adis membubarkan semua karyawan dan mereka pun kembali ke meja kerja masing-masing. Sedangkan vanessa berbincang dengan satria.

__ADS_1


"Maaf tuan satria, ada perlu apa anda meminta untuk bertemu saya?" Ucap vanessa sopan


"Oh tidak apa-apa nona lia, saya hanya sedikit penasaran maka dari itu saya meminta untuk bertemu anda." Ucap satria


"Baiklah kalau begitu tuan." Ucap vanessa


Mereka pun berjalan menuju ke ruangan presdir, mereka berbincang tetapi vanessa masih sedikit was-was kalau sampai satria tau bahwa ia adalah vanessa akan sangat bahaya. Tidak lama satria,deni dan sekretaris nya pun pamit untuk pulang. Di dalam ruangan presdir vanessa,irene dan adisya pun bernafas lega.


"Huh hampir aja ketauan gue." Ucap vanessa mengelus dadanya.


"Lo bener nes, gue tadi takut salah bicara, untungnya mereka tidak curiga." Ucap irene


"Baiklah perkenalan selesai, sudah boleh pulang nggak." Ucap adisya


"Sekarang kan weekend jadi ya boleh dong, kan orang-orang kesini cuma disuruh lihat perkenalan kita doang, setelah itu mereka kan pulang." Ucap vanessa santai.


"Yaudah ayo pulang kita ke apartemen." Ucap irene. Diangguk i vanessa dan adisya.


-DI DALAM MOBIL SATRIA-


"Steve aku merasa itu adalah vanessa." Ucap satria


"Sepertinya bukan tuan, karena ia bernama lia, dan dia lebih ramah daripada vanessa." Ucap steve


"Ya kau ada benarnya." Ucap satria


Tetapi hatiku terus berkata kalau dia adalah vanessa apa yang sebenarnya terjadi. Batin satria


"Kita kemana tuan." Ucap steve


"Ke mansion keluarga." Ucap satria singkat.

__ADS_1


__ADS_2