
Mobil melesat menembus kepadatan kota negara F. Daniar pun tertidur di pangkuan vanessa. Awalnya supir/anggota BLS menawarkan agar tidur di kursi sebelahnya tetapi vanessa menolak. Sampai di mansion vanessa menggendong daniar karena ia tidak tega membangunkan daniar. Ia pun berjalan ke lantai 4 karena ada 9 kamar di lantai itu. Dan salah satunya akan menjadi milik daniar. Teman-teman vanessa yang terkejut melihatnya menggendong anak kecil pun bertanya-tanya. Mereka pun diisyarakatkan vanya untuk diruang keluarga lantai 4. Setelah vanessa menidurkan daniar ia pun segera menuju ke ruang keluarga disana teman-temannya berkumpul.
"Nes bisa lo jelasin gak itu anak kecil siapa." Ucap viola
"Jangan-jangan lo nyulik bocah ya nes." Ucap vinda. Vanya pun geram dengan ucapan vinda dan menjitak kepalanya.
Pletak
"Sembarangan lo kalau nuduh temen sendiri penculik." Ucap vanya ketus. Vinda pun cemberut dengan tangan yang masih mengusap kepalanya.
"Oke jadi gini ceritanya..." Vanessa pun menceritakan tentang daniar dan keadaan daniar. Teman-teman vanessa pun terkejut karena penjelasan vanessa. Mereka pun menjadi iba kepada daniar.
"Tega banget itu orang ya nyiksa anak dibawah umur." Ucap viola
"Kok gue geram ya dengerin cerita lo nes." Ucap irene
"Itu dipikirnya ntar aja kita kasih pembalasan ke mereka. Karena gue tadi dimobil udah cari tau siapa itu abigail ternyata dia adalah pemilik perusahaan baru di kota ini, disini ada cabang perusahaan milik ayah dan informasi yang gue dapat perusahaan milik abigail akan melaksanakan kerja sama. Lihat aja bakalan gue ribetin orang itu." Ucap vanessa menyeringai
"Sekarang kita harus cari pakaian untuk daniar." Ucap vanya
"Gak usah gue udah suruh salah satu anggota BLS buat beliin baju untuk daniar." Ucap vanessa santai
Mereka pun menuju ke dapur karena dapur sudah tersedia beberapa sayuran dan buah. Mereka masak bersama-sama dengan canda tawa memenuhi dapur itu. 1 jam kemudian saat makanan sudah siap terdengar suara daniar memanggil vanessa.
"Kak nessa,kak vanya." Ucap daniar keluar dari kamar. Vanessa dan vanya pun menghampiri daniar.
"Kamu sudah bangun sayang, ayo kita ke dapur makan." Ucap vanessa lembut. Daniar pun mengangguk, ia meraba sekitar hampir saja ia jatuh tetapi di tangkap vanessa. Vanessa pun memegang lengan kanan daniar dan vanya memegang lengan kiri daniar. Di ruang makan teman-teman vanessa pun melihat daniar yang bangun dan akan ikut makan.
"Halo daniar." Ucap mereka serempak. Daniar yang bingung pun menjadi takut, ia takut teman-teman vanessa akan jahat seperti ayah dan ibunya. Ia pun memeluk vanessa karena takut, vanessa yang melihat itu pun berjongkok dan bicara kepada daniar.
__ADS_1
"Dani, mereka orang baik, mereka semua teman kakak dan mereka juga tinggal bersama kakak." Ucap vanessa lembut
"Kamu gak usah takut sayang." Ucap vanessa mengusap kepala daniar. Daniar pun mengangguk lalu tersenyum. Ia pun dituntun vanessa lagi menuju ke meja makan.
"Halo dani, nama kakak viola." Ucap viola lembut
"Nama kakak vinda." Ucap vinda
"Nama kakak irene." Ucap irene
"Nama kakak adisya." Ucap adisya
"Halo kak vio,kak vinda,kak irene,kak adis." Ucap daniar. Teman-teman vanessa pun tersenyum karena daniar begitu menggemaskan bagi mereka.
"Dani makan dulu ya sayang." Ucap vanya lembut. Daniar hanya mengangguk, ia adalah anak yang penurut dan tidak banyak bicara.
"S*alan lo ren." Ucap vanya ketus. Lalu mereka pun tertawa.
Semua makan dengan tenang tidak ada yang bersuara kecuali dentingan sendok dan piring saja. Akhirnya mereka pun selesai makan dan membersihkan piring bersama. Setelah itu mereka berkumpul di ruang keluarga.
"Dani apa kamu tidak ingin sembuh." Ucap irene
"Iya apa kamu tidak ingin bisa melihat." Ucap adisya
"Dani menginginkan itu kak, tetapi orang tua dani selalu menolak karena mereka tidak ingin uangnya habis karena merawat dani. Maka dari itu mereka membuang dani." Ucap daniar
"4 bulan lagi daniar akan bisa melihat. Kamu tidak usah khawatir, kak nessa yang akan tanggung semuanya." Ucap vanessa lembut
"Jadi setelah dani bisa melihat. Kamu bisa sekolah seperti anak-anak yang lain sayang." Ucap vanya
__ADS_1
"Tapi dani tidak mau merepotkan kakak." Ucap daniar
"Dani, kamu datang bersama kakak, berarti semua yang berurusan dengan kamu adalah tanggung jawab kakak. Dan kali ini kak nessa putusin nama kamu bukan daniar abigail tetapi Daniar Ariansyah." Ucap vanessa. daniar yang mendengar itu hanya bisa mengangguk.
"Nes kenapa gak kasih marga keluarga lo aja." Ucap vinda yang diangguk i semua temannya.
"Gue mana berani sembarangan ngasih marga keluarga gue, ya harus ijin dulu lah ke ayah sama bunda." Ucap vanessa santai. Teman vanessa hanya mengangguk saja menanggapi ucapan vanessa.
"Dani kalau mau kemana-mana bisa panggil salah satu dari kita ya, takut nya nanti kamu jatuh karena sekarang kita di lantai 4." Ucap viola. Daniar pun terkejut karena ia berada di lantai 4.
"Kakak tidak berencana membunuh daniar dengan melempar dari lantai 4 kan kak." Ucap daniar dengan air mata yang sudah menetes.
"Tidak sayang, kita tidak akan membunuh dani. Kita semua sayang kepada dani." Ucap vinda lembut.
"Dani kami ini orang baik kok, kamu jangan takut ya." Ucap viola tulus
"Cih orang baik bertangan baja." Sindir irene. Viola dan vinda pun menimpuk irene dengan bantal yang sudah menjadi satu dengan sofa.
"Terima kasih ya kak karena sudah mau membawa daniar dan memberikan tempat tinggal yang layak bukan seperti ayah dan ibu yang menyuruh dani tidur di gudang." Ucap daniar
Orang tua gak tau diri. Lihat aja akan aku balas mereka sampai tidak bisa bangun berdiri lagi. Batin vanessa geram sehingga tidak sadar ia mengeluarkan aura hitam pekat yang mendadak membuat sekitar menjadi dingin.
"Nes lo mau kita mati merinding disini." Ucap vinda ketus
"Ingat nes ada anak masih dibawah umur disini." Ucap viola
"Aura lo itu simpan aja ada anak kecil." Ucap adisya. Vanessa pun menetralkan kembali tubuhnya sehingga aura yang tadinya membuat orang merinding kembali normal.
Mereka bercanda dan melakukan permainan yang masih pantas untuk anak usia 5tahun. Daniar sangat bahagia bersama vanessa dkk karena ia merasakan kasih sayang yang tidak pernah diberikan kedua orang tuanya. Ia berjanji akan selalu nurut dengan vanessa dkk, ia juga menyimpan dendam yang sangat dalam kepada kedua orang tuanya. Vanessa pun segera menghubungi bunda nya. Karena ia sudah sampai di negara F dengan selamat, agar bunda nya tidak terlalu memikirkan vanessa.
__ADS_1