I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 93


__ADS_3

Vanessa yang merasa diikuti 2 mobil pun semakin geram,karena rencananya ke V'LI CORPORATION harus ia tunda. Vanessa menuju ke perusahaan milik keluarga vanya. Vanessa melewati jalanan yang macet dan akhirnya ia bisa menghilangkan jejaknya dari 2 mobil penguntit. Sampai di depan perusahaan keluarga vanya, BAGASKARA GROUP. Ia langsung masuk dan menuju ke meja resepsionis.


"Vanya ada?" Ucap vanessa datar


"Sebentar nona saya tanyakan sekretaris nona vanya. Atas nama siapa ya?" Ucap resepsionis itu ramah


"Bilang aja kembarannya yang biasa dipanggil kulkas kembar 2 pintu." Ucap vanessa datar. Resepsionis terkejut, karena selama ini ia tidak tau bila keluarga bagaskara mempunyai anak kembar.


Resepsionis pun menghubungi sekretaris vanya. Vanessa di persilahkan masuk, vanessa menggunakan lift karyawan. Sampai di lantai 7 ruangan vanya, di depan lift ada anggota BLS yang menjadi sekretaris vanya, yaitu Dinda. Ia menunggu vanessa di lift khusus atasan tetapi ternyata vanessa menggunakan lift karyawan. Dinda pun terkejut.


"Nona kenapa tidak pakai lift khusus atasan." Ucap dinda. Vanessa tersenyum tipis.


"Gue disini tamu kak bukan atasan. Jangan panggil gue nona kak kalau lagi berdua gini." Ucap vanessa dengan tersenyum hangat.


"Ya bagaimanapun juga kamu adalah ketua di BLS nes." Ucap dinda karena merasa tidak enak.


"Santai aja napa kak." Ucap vanessa


"Vanya ada didalam nes. Kalau gitu aku ke ruanganku dulu ya." Ucap dinda diangguk i vanessa.


Vanessa langsung masuk karena ia sangat ingin menceritakan kejadian konyolnya kepada vanya dan teman-temannya yang lain.


"Ehm.. permisi bu di luar ada tamu." Ucap vanessa yang berniat menggoda vanya. Karena vanya begitu fokus kepada laptopnya.


"Saya tidak ada janji kepada siapapun." Ucap vanya dingin


"Tapi dia orang paling penting di berbagai negara bu." Ucap vanessa


"Kamu suruh pergi aja kak, vanya lagi sibuk." Ucap vanya


"Dia memaksa masuk bu." Ucap vanessa yang membuat vanya kesal.


"Duh siapa lag... dasar singa." Ucap vanya kesal lalu mendongakkan kepala dan melihat di depannya bukan dinda tetapi vanessa.


"Ada apa beruang hitam." Ucap vanessa


"Sialan lo kulkas. Pantesan ya gue kalau ada karyawan gak pernah dipanggil bu. Kebanyakan panggil nona, mendadak ada yang panggil bu. Lo pikir gue nyokap lo." Ucap vanya

__ADS_1


"Dih lo juga kulkas begu." Ucap vanessa lalu duduk di sofa.


"Kenapa lo kemari." Ucap vanya menghampiri vanessa.


"Kejam banget, teman kesini bukannya seneng malah serasa ga dibutuhkan." Ucap vanessa ketus


"Haha ada apa vanessa cintaku kamu kesini. Rindu sama yayang vanya ya." Ucap vanya


"Iya akoh rindu sama kamo CAYANG." Ucap vanessa


"Cini cium dulu cayang." Ucap vanya


"Duh van amit-amit. Gue balik aja kali ya serem lo soalnya." Ucap vanessa


"Hehehe gue juga merinding nes kek gitu. Oh iya ada apa?" Ucap vanya


"Gue selalu diganggu orang." Ucap vanessa datar lalu menyandarkan kepalanya di sofa.


"Di teror lagi lo." Ucap vanya diangguk i vanessa.


"Lah gue pusing nes, lo tau adeknya kak satria kan." Ucap vanya diangguk i vanessa


"Arjuna's CORP." Ucap vanessa.


"Nah lo tau tuh. Ya dia kan beberapa hari ini termasuk pemegang saham disini. Hampir tiap hari dia kesini, dengan alasan meeting." Ucap vanya


"Seriusan lo." Ucap vanessa


"Nes kalau gue bohong lo penggal deh kepala gue." Ucap vanya


"Jangan dong lo kan kulkas kembar gue." Ucap vanessa


"Jhahah bgst." Ucap vanya


"Gue bosan nes ketemu dia mulu. Serasa client gue cuma dia doang yang paling penting sedangkan lainnya cuma numpang." Ucap vanya


"Lah terus lo diganggunya gimana." Ucap vanessa

__ADS_1


"Asal lo tau, dia udah tau kalau kita berempat itu queen of racing di berbagai negara." Ucap vanya. Vanessa pun membelalakkan matanya.


"Gak kakaknya gak adiknya tau aja rahasia kita." Ucap vanessa yang tambah pusing


"Maksut lo?" Ucap vanya


"Kakaknya tau kalau gue pemilik V'LI CORPORATION." Ucap vanessa


"What.. gimana bisa?" Ucap vanya


"Kemarin dia ke perusahaan dan gue gak sengaja nabrak dia, karena kepala gue pusing dia pegangin pinggang gue. Terus gue pingsan di pelukannya. Pas gue bangun tau-tau dirumah sakit dan topeng gue dilepas sama dia." Ucap vanessa


"Lo sakit gak ngomong ke kita? Gimana keadaan lo sekarang? Udah tau sakit malah keloyongan." Ucap vanya


"Berisik, gue udah enakan mangkanya gue kesini." Ucap vanessa


"Kok bisa lo sampe pingsan, mikirin apaan lo?" Ucap vanya


"Kita kan sepakat selama 1 minggu ini sementara gak ke markas. Lah gue mikirin 1. Strategi penyerangan buat green snake. 2.Berkas-berkas perusahaan. 3.Gue berantem sama kak dean sampai sekarang. 4.Gue balas dendam ke negara C. 5.Orang yang selalu neror gue udah berani nabrak gue dan kak rino." Ucap vanessa


"Siapa bokap kandung lo nes. Jujur aja." Ucap vanya


"Mungkin kalau lo tau pasti lo minta ikut karena orang ini ada hubungannya dengan ibunya sharon." Ucap vanessa


"Maksud lo." Ucap vanya


"Bokap kandung gue adalah ADI PRATAMA yang lebih memilih Diana saudara ibunya sharon. Dan membunuh ibuku." Ucap vanessa dingin.


"Whatt... mereka ikut menikmati harta keluarga gue nes. Huh geramnya pokoknya gue ikut kalau lo kesana." Ucap vanya


"Tuhkan gue bilang juga apa lo pasti minta ikut kalau tau siapa orang itu." Ucap vanessa


"Hehe gak apa-apa dong bantuin kembaran." Ucap vanya


"Halah ***." Ucap vanessa


"Kok lo gak cerita dari awal sih nes." Ucap vanya

__ADS_1


"Karena gue malu van sama kelakuan bokap kandung gue sendiri. ya walaupun dia bokap kandung sih, tapi gue malu aja dia lebih memilih istri simpananannya yang lebih mementingkan hartanya daripada nyokap gue yang rela nemenin dia saat susah." Ucap vanessa


__ADS_2