
"Jadi dia berhasil lolos lagi ?" sesosok bayangan di tengah kegelapan itu menyeringai kejam, tidak bisa menyangka lagi-lagi rencananya berhasil di gagalkan.
"tak apa masih banyak waktu untukku menghancurankan mereka berdua" Dari nadanya bicara, dari tatapan matanya terlihat jelas jika dia sangat membenci dua orang yang berada dalam foto itu. Orang itu membawa foto itu kedalam sebuah papan yang sudah penuh dengan foto arsean dan vanilla, orang yang mengenakan tudung merah itu meletakan foto berukuran A4 itu di papan itu sebelum dia menanclapkannya menggunakan belatik.
...*******...
"Apa kau yakin untuk bertemu dengan Harrison lagi ?" Vanilla sudah pulih setelah dia berkonsultasi pada febry beberapa kali "yah, memang kenapa ? lagian si bajingan itu belum aku balas" sinna sudah menduga semua ini, Vanilla masih tetap vanilla yang keras kepala susah di beri tahu padahal dia sudah tau batunya yang mana dia selalu tergesah-gesah tak bisa menunggu.
"kau terlalu buru-buru vanilla" rasanya setiap vanilla memberitahukan apa yang akan dia lakukan pada sinna wanita itu akan terus menasehatinya dan bilang dia terlalu terburu-buru padahalkan vanilla sudah memikirkannya dengan matang bahwa dia selalu memikirkan resikonya. "Yah...." vanilla terdiam "sebaiknya kau sembuh terlebih dahulu soal si tua bangka itu biar aku saja yang mengurusinya ! kau jaga bayimu dulu dia masih membutuhkan mu" sinna memang aga pebangkang dan juga tak sungkan untuk memerintah pada vanilla.
Tak ingin terus berdebat dengan vanilla, sinna meninggalkan kamar vanilla. Yah vanilla sudah di pulangkan dari rumah sakit dia telah kembali ke mansionnya arsean membiarkan Vanilla pulang kesana, karena dia tau mungkin vanilla akan merasa nyaman disana dirumah orang tuanya.
__ADS_1
"Maaf ma'am, ada orang yang ingin bertemu dengan anda" tak biasanya ada yang ingin bertemu dengannya, Vanilla membenarkan pakaiannya sebelum dia keluar dari kamarnya. Dari atas sini vanilla bisa melihat yang ingin bertemu dengannya bukan hanya satu orang namun banyak sekali itu keluarga Arsean.
"Selamat siang" sapa vanilla setelah dia turun, dia aga gugup melihat mereka ada disana "Selamat siang, nak kemari" yah nenek arsean berdiri dan menyuruh vanilla untuk duduk di sampingnya. Vanilla bertanya-tanya ada apa kenapa mereka kemari ? "kenapa kau tidak pernah bercerita jika kau merupakan putri tunggal keluarga La Bella?" Vanilla terkejut, sungguh dia tidak menyangka bahwa wanita sesepuh keluarga DeLuca ini akan langsung to the poin.
"waktu itu, aku harus menutupi identitas ku karena aku yakin masih ada yang ingin melenyapkan ku" setelah mengatur dirinya agar tidak gugup vanilla menjawab dengan percaya dirinya. "benar juga, tapi kenapa kau tidak pernah meminta perlindungan pada kami ? aku bahkan merasakan bersalah pada ayah mu" Apa maksudnya? apa keluarga La Bella dan keluarga DeLuca saling berhubungan ? tapi bagaimana bisa ? kenapa ayahnya tidak menceritakannya bahkan arsean pun seakan tidak ingin memberi tahunya.
"Aku tidak tau kalian berada di pihakku" vanilla tidak berbohong sungguh, "lupakan itu nek, kita kemari untuk melihat little arsean" jadi mereka juga mengetahui jika vanilla melahirkan ? Rasanya vanilla akan menuntut arsean dengan banyak pertanyaan karena bisa-bisa nya dia melakukan hal ini.
Kebetulan sekali Arson De Lucania juga telah terjaga, yah itu yang diberikan arsean saat di rumah sakit waktu itu vanilla tak bisa protes lagi karena arsean tidak menemuinya saat dia memberi nama itu. Seluruh keluarga itu terlihat senang dan terus memuji-muji putranya dengan mengatakan jika Arson sangat mirip dengan Arsean.
"Ck, enak saja dia anakku aku yang melahirkannya dan mengandungnya selama 9 bulan dengan gampangnya mereka memuji jika anak ku mirip ayahnya" vanilla berguman tak suka.
__ADS_1
"ada apa vanilla ?" aah adik sepupunya arsean memergoki vanilla yang sedang meruntuki semua pujian mereka pada anaknya, "tidak ada" Vanilla langsung mengubah ekspresinya.
_________________________________________
[Kamis, 18 Agustus 2022]
Author : Safira Aulia Hamidah
Ig : Sfiranjk341
lanjut besok yah :) udah capek banget soalnya otaknya jadi susah mikir
__ADS_1
Terima Kasih telah mampir :)