I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 181


__ADS_3

Hari berikut pencarian Vanessa pun dimulai lagi, kali ini satria benar-benar kehabisan akal. Karena dia memerintah seluruh anak buahnya melacak keberadaan Vanessa, walau kemungkinan besar tidak mungkin. Tetapi dia tetap berusaha untuk menemukan orang yang dia cintai.


Jika untuk menemukanmu,apapun akan aku lakukan. Karna kamu milikku Vanessa, kamu gadis kecil nakal yang membuatku sangat takut kehilangan, selama ini aku tidak pernah merasakan hal ini. Batin satria


"Tuan, kami tidak dapat menemukan nona vanessa, bahkan penghubung seluruh negara juga tidak merasa menemukan nona vanessa." Ucap salah satu anak buah satria


"Pergilah." Ucap satria dingin


Saat ini satria ada diruang yang gelap, dan ruangan ini adalah tempat penenang satria. Bahkan keluarganya tidak tau jika satria memiliki ruangan ini, satria duduk di kursi dan menghadap laptopnya.


Ia tidak bekerja, melainkan melihat semua kenangan yang ia rekam bersama Vanessa. Entah itu foto Vanessa atau Vidio Vanessa ketika tertawa saat bermain sesuatu dan mengalahkan semua saudaranya.


"Berikan petunjuk nes,dimana kamu berada. Aku merindukanmu sayang." Ucap satria lirih.


Selang beberapa menit, ponsel milik satria pun berdering, dilayar ponsel tertera nama Dean.


"Hmm."


"..."


"Berhenti membual."


"..."


"Meeting hari ini, kuberikan semua pada Steve."


"..."


"Aku tidak peduli dengan proyek itu. Bahkan lebih bagus jika tidak diteruskan."


"..."


"Jika kau menghubungiku hanya untuk berbicara mengenai itu lebih baik bicarakan pada Steve."


Satria pun mematikan panggilan dari dean, karna satria memang mulai malas untuk menghadapi pekerjaannya. Seluruh pekerjaan satria berikan pada Steve, hanya terkadang satria membantu Steve jika sangat penting.

__ADS_1


-MARKAS BLS-


"Vanyaaaaaa....." Teriak vinda


"Gue gak tuli vin." Ucap Vanya, sedangkan vinda tersenyum dengan watados nya (wajah tanpa dosa)


"Apaan, brisik banget lo." Ucap Vanya ketus.


"Dasar kulkas." Ucap vinda


"Gue nemu ini di kamar Vanessa." Sambung Vinda dengan menyodorkan benda yang ia temukan kepada Vanya.


"Flashdisk." Ucap Vanya dijawab anggukkan oleh vinda.


"Ini berisi file-file kantor Vin, apaan dah gapenting." Ucap Vanya ketus


"Lo belum tau isinya flashdisk ini Vanya." Ucap vinda dengan nada kesal.


"Mending lo cerita deh, kalau udah lo lihat isinya apaan." Ucap Vanya sambil memainkan ponselnya.


"Lo minta dihargai berapa." Ucap Vanya santai


"Wah bang*** juga mulut lo Van." Ucap vinda


"Terus yang lo maksut gimana beg*." Ucap Vanya ketus


"Ya lo gausah mainan itu lah." Ucap vinda yang mulai cemberut


Viola pun datang dari dapur bersama Irene dengan membawa beberapa makanan ringan dan minuman.


"Lo kenapa sih vin, heboh banget." Ucap Viola yang ikut bergabung dengan Vanya dan vinda


"Suara lo yang kek petasan itu menghebohkan dapur tau gak." Ucap Irene


"Kalian tuh gatau apa, gua tadi beres-beres kamar Vanessa sendiri, udah tau kamarnya luas kek lapangan bola. Gada satupun dari kalian yang nolongin gue." Ucap vinda

__ADS_1


"Lo gaminta bantuan." Ucap Vanya,viola,Irene


"S*alan lo pada." Ucap vinda ketus


"Gue nemu ini." Ucap vinda sambil menunjukkan flashdisk yang ia temukan di kamar Vanessa.


"Bukannya itu berisi file-file kantor." Ucap Viola dengan wajah bingungnya.


"Viooooooooooo." Teriak vinda karena ia frustasi dengan jawaban viola yang sama dengan Vanya.


"BRISIK." Ucap Vanya,Viola,Irene


"Plislah kalian hargai gue bisa gak sih." Ucap vinda


"Gue emang gatau ini isinya apaan, yang jelas ini bukan berisi file-file kantor. Karna flashdisk yang berisi file kantor milik Vanessa dibawa sama Irene." Sambung Vinda


"Ah iya, flashdisk Vanessa yang berisi file-file kantor ada di gue, dan itu berwarna hitam. Sedangkan ini warna putih." Ucap Irene


Tanpa basa-basi viola mengambil laptop di kamarnya. Akhirnya mereka melihat isi flashdisk itu. setelah mengetahui isinya mereka sedikit terkejut dengan Vanessa.


"Vin, apa lo nemuin cuma 1." Ucap Vanya


"Banyak Van, nih." Ucap vinda sambil menyodorkan kotak hitam berisi beberapa flashdisk, setiap flashdisk ada tanda sendiri-sendiri untuk membedakan isinya.


Mereka pun melihat seluruh isi flashdisk itu, dan beberapa isi nya membuat mereka terharu.


"Kita beritahu ini kepada seluruh keluarga Vanessa, terutama kak satria." Ucap Viola.


"Lebih baik besok saja, sekarang kita harus kekantor. Karna 1 jam lagi ada pemegang saham tertinggi yang ingin bekerja sama dengan BLS." Ucap Vanya yang mulai beranjak dari sofa.


"Tumben dia peduli dengan hal kantor." Ucap Vinda


"Ini berkaitan dengan orang yang menyerang Adis dan keluarganya." Ucap Viola datar


"Oh **** gimana gue sampe lupa." Ucap vinda

__ADS_1


Akhirnya mereka pun bersiap pergi ke kantor. Tidak lupa beberapa pistol mereka selipkan ke dalam saku jas yang mereka kenakan.


__ADS_2