I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 177


__ADS_3

3 jam mereka mencari di sekitar pantai, akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke markas. Dan akan di sambung mencari menggunakan helikopter BLS, sedangkan Dean,Satria,Arjuna,Reno,Rino dan Barrack kembali ke mansion masing-masing.


Vanya,viola,vinda dan seluruh anggota BLS kembali ke markas. Sedangkan Daffa dan Riski tetap mencari Vanessa sesuai perintah viola dan beberapa anggota BLS yang ikut dengannya.


1 jam kemudian sampai di markas. Dan keadaan markas benar-benar kacau, banyak mayat di area depan markas.bahkan banyak juga anggota BLS yang tewas.


Tetapi Vanya,viola dan vinda segera menuju ke ruang medis BLS. Mereka melihat Irene menangis di dekat ranjang yang tertutup kain putih. 3V pun bingung karena tidak biasanya Irene menangis bahkan kepalanya saja terbalut perban. Bahkan Tania pun menangis sesenggukan di sofa dengan tangan    yang terbalut perban dan area pelipis terdapat plester.


"Ada apa ini?" Ucap viola.


"Darimana saja kalian hah." Ucap Irene dengan nada tinggi.


"Kalian membiarkan kami berjuang tanpa seorang ketua, bahkan seseorang yang baru saja sadar harus menutup matanya selamanya." Sambung Irene dengan nada tinggi.


"Maksut lo apa sih ren? Apa yang terjadi disini." Ucap vinda


"Jadi....


-Flashback On-


Irene melihat Desy berlari ke ruang medis dengan sangat cepat begitu pula dengan Rani. Irene pun menghentikan langkah Rani.


"Kak Rani ada apa sih?" Ucap Irene yang bingung dengan tingkah Rani dan Desy.


"Kabar baik ren, Adisya udah sadar." Ucap Rani dengan antusias.


"Serius kak." Ucap Irene yang ikut bahagia. Rani pun menganggukkan kepala dan menggandeng tangan Irene untuk segera ke ruang medis.


Sampai di tempat Adisya terbaring,Irene melihat Adisya tersenyum saat ia datang. Spontan Irene pun memeluk Adisya, dan Adisya pun membalas pelukan Irene.


"Gue rindu sama lo dis." Ucap Irene


"Gue juga ren." Ucap Adisya


"Adisya." Ucap Rani. Irene pun melepaskan pelukan Adis dan membiarkan Rani memeluk Adis.

__ADS_1


"Kak Rani." Ucap Adisya. Mereka pun berpelukan.


"Gue mohon dis lo jangan menutup mata lagi." Ucap Irene


"Semua itu takdir ren." Ucap Adisya diiringi senyuman.


Saat mereka mulai merasakan kebahagiaan tiba-tiba dikejutkan dengan anggota BLS yang masuk ke ruang medis.


"Nona markas diserang." Ucap anggota BLS.


"Siapkan pasukan yang masih berada disini." Ucap irene tegas.


"Gue bantu ya." Ucap Adisya tetapi dengan cepat Irene menahan Adis.


"Plis lo tetap disini aja, lo baru pulih dari koma." Ucap Irene.


"Kak Desy, jaga Adisya." Sambung Irene. Desy pun mengangguk.


Irene dan Rani bersiap untuk keluar markas, bahkan saat mereka baru keluar pintu saja bom sudah melayang di depan mereka. Dengan cepat Irene menghindari bom itu.


"Baik nona." Ucap salah satu anggota BLS.


Irene pun maju dengan beberapa anggota BLS yang masih tersisa di markas, bahkan anggota BLS pun menghubungi markas negara C untuk membantu markas utama dengan beberapa anggota yang terpilih.


"Maaf nona, sepertinya bos V melepas topeng mereka." Ucap salah satu anggota BLS


"**** di saat seperti ini mereka masih sempat melepas topeng." Gumam Irene


"Tetap maju dan saling menjaga satu sama lain." Ucap Irene tegas.


"BAIK NONA." Ucap seluruh anggota BLS serempak.


Mereka pun melawan musuh yang menyerang markas BLS, bahkan Anggota musuh lebih banyak dari anggota BLS, namun anggota BLS siap menyerang. Bahkan senjata darurat sudah diaktifkan, dari balik gerbang menembakkan panah yang membunuh beberapa anggota musuh. Dari balik lantai 2 para pemanah juga menyerang, agar segera melumpuhkan para musuh.


Irene berjuang dan lengannya pun tergores, sedangkan Rani melawan ketua musuh. 35 menit mereka melawan dan mulai kuwalahan dengan anggota musuh yang lebih banyak. Irene dan Rani mengeluarkan seluruh tenaga mereka. Tidak lama Tania dan beberapa anggota BLS pun datang dan mulai menyerang.

__ADS_1


Irene terlalu fokus pada tangan kanan anggota musuh sehingga tidak menyadari jika dari belakangnya ada musuh yang akan melukainya. Saat Irene berhasil melumpuhkan tangan kanan musuh dan berbalik badan, kepala Irene dipukul dengan senapan hingga berdarah. Karena kepala Irene pusing sehingga ia terjatuh ke tanah, dan saat musuh mulai menembak ke arah Irene tiba-tiba..


DOR...


"Tidakkkk..." Irene pun berteriak, karena peluru itu tidak mengenai dirinya tetapi Adisya menyelamatkan Irene. Peluru itu menembus jantung Adisya.Adisya pun tumbang ke belakang tepat di pangkuan Irene.


"Kenapa kau lakukan ini hah." Ucap Irene.


"Kau masih pantas untuk tetap hidup ren." Ucap Adisya diiringi senyuman.


Sedangkan Tania mencoba menghindarkan serangan ke arah Adisya dan Irene.


"Kak desyyy..." Teriak Irene.


"Tenanglah dis, setelah kak Desy mengobati kau pasi sembuh." Sambung Irene


"Kak desyy..." Teriak Irene.


"Su..sudah ren, tidak perlu. M..mungkin hi..dupku hanya sa..sampai disini." Ucap Adisya mulai terbata-bata. Sedangkan Irene sudah merobek kaos polos nya untuk menahan darah yang keluar dari jantung Adisya.


"Jaga..di..rimu baik..baik..ren..ak..aku akan se..selalu melihat kalian di..a..atas sana.." Ucap Adisya.


Setelah Adisya mengucapkan itu kepada Irene,Adisya menutup matanya bahkan nafasnya pun berhenti.


"Dis, bangun gak lucu dis." Ucap Irene.


"Adisyaaaaaa....." Teriak Irene.


Irene pun terbawa emosi dan mengeluarkan seluruh tenaganya untuk membunuh seluruh anggota musuh. Irene memegang 2 katana di tangannya. Setengah jam kemudian BLS pun menang tetapi Irene,Tania,Rani sangat sedih atas kepergian Adisya. Setelah melawan dengan sekuat tenaga Irene pun tumbang karena kepalanya sangat pusing.


-Flashback Off-


**HAI SEMUA...


PADA SETUJU GA KALAU BIKIN GRUP WHATSAPP, KALAU ENGGA JUGA GAPAPA SIH GA MAKSA😁

__ADS_1


KALAU SETUJU ENAKNYA NAMA GRUPNYA APAAN KASIH SARAN YA. TERIMAKASIH☺️**


__ADS_2