I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 221


__ADS_3

Hari ini keluarga Samudra ingin berkunjung ke markas BLS, mereka ingin tau apa saja yang telah putri mereka buat di markas.


"Ayah sama bunda yakin mau ke markas BLS." Ucap Vanessa


"Yakin sayang." Ucap Bunda


"Ayah juga mau tau bagaimana anak ayah ini benar-benar handal melakukan apapun." Ucap ayah


"Baiklah ayah, bunda." Ucap Vanessa


"Rino ikut ya." Ucap Rino


"Ngapain kamu ikut?" Ucap ayah


"Kamu kan biasa kesana." Ucap Bunda


"Memang salah ya kalau Rino ikut kesana?" Ucap Rino


"Kak, hari ini kak Desy ada di rumah sakit milik kak Satria, jika kakak mau menemui kak Desy kesana aja." Ucap Vanessa


Lah ni bocah tebakannya bener. Batin Rino


"Siapa yang mau nemuin Desy, gue mau main sama Daffa disana." Ucap Rino


"Pake bohong lagi." Ucap Vanessa


"Desy siapa sayang?" Ucap Bunda


"Kak Desy itu dokter pribadi BLS bun, kak Rino tuh hobi keluar sama dia." Ucap Vanessa


"Princess bohong kok." Ucap Rino


"Ayah sama bunda pasti tau kalau kak Rino jarang ada dirumah kalau malam." Ucap Vanessa


Nes diem woi ah elah kesel gue. Batin Rino


Mampus wleeee. Batin Vanessa


"Oh jadi kamu keluar tiap malam karena kencan Rin?" Ucap Bunda


"Baguslah kalau kamu masih mau sama wanita." Ucap Ayah


"Ayah pikir Rino suka sesama jenis." Ucap Rino


"Ya lagian lo kemanapun gue pergi ngintilin mulu." Ucap Reno


"Kita kan kembar jadi harus sehati dong." Ucap Rino


"Ogah kalau sehati sama lo, mending sama Karina." Ucap Reno


Setelah mengucapkan itu Reno menutup mulutnya.


"Nahkan dibongkar sendiri kalau deket sama kak Karina." Ucap Vanessa


Reno tol*l kenapa malah terang-terangan gini sih. Batin Reno


"Pantes kak Karina sering ga fokus kalau kerja, ternyata lagi deket sama kakak." Ucap Vanessa


"Karina siapa lagi princess?" Ucap Ayah


"Kak Karina juga bagian dari BLS ayah, dia bekerja di BL Company bagian administrasi." Ucap Vanessa


"Kalian menyukai bawahan Vanessa?" Ucap Dean yang datang dari belakang.


"Bukan bawahan." Ucap Rino


"Lebih tepatnya bagian dari keluarga kedua Vanessa." Ucap Reno


"Lagian ga didengerin tadi princess bilang bagian BLS kan bukan bawahannya dia." Ucap Rino


"Makin kesini makin berani si Rino ini." Ucap Dean


"Sudah, kalian berantem disini kuambilin pisau sekalian." Ucap Vanessa

__ADS_1


"Heiiii lama sekali sih, jamuran aku nunggu dimobil." Ucap Daniar yang berteriak di ambang pintu.


Semua yang berada diruang tamu pun melongo karena Daniar berteriak.


"Tuh bocil siapa yang ngajarin?" Ucap Dean


"Yang jelas bukan Nessa." Ucap Vanessa


"Apalagi Reno." Ucap Reno


Rino yang merasa terintimidasi pun hanya bisa nyengir karena dia yang mengajari Daniar untuk melakukan itu.


"Hehehe cool banget Dani." Ucap Rino


"Kamu ajarin adikmu aneh-aneh ya." Ucap Bunda


Bunda menjewer telinga Rino.


"Aaaaa engga bundaa cuma gitu doang kok." Ucap Rino


"Jangan ajari Dani aneh-aneh, awas kalau kamu berani ngajarin dia yang lebih dari itu." Ucap Bunda


"Aduhhhhh.... Aku anak bunda bukan sih sakit telingaku." Ucap Rino


"Kamu anak Bunda tapi kelakuan kamu bukan bagian dari keturunan Bunda sama Ayah." Ucap Bunda


"Terus keturunan siapa dong?" Ucap Rino


"Tuh kayak Pak Joko tukang kebun belakang." Ucap Bunda


"Berarti aku anak Bunda sama pak Joko dong, wah bunda selingkuh sama tukang kebun."


Setelah mengucapkan itu Rino berlari keluar menuju mobil.


"Rinooooooooooooo." Teriak Bunda


"Sabar bunda." Ucap Ayah


"Anak kamu tuh." Bunda meninggalkan suami dan ketiga anaknya yang masih berdiri di ruang tamu.


"Sabar yah, bunda kan biasanya gitu." Ucap Reno


"Lagian si Rino aneh-aneh mulu." Ucap Dean


"Ayah ke mobil ya, Nessa nanti satu mobil sama ayah bunda aja ya." Ucap Ayah


"Baik ayah." Ucap Vanessa


"Kenapa ga satu mobil sama kita?" Ucap Reno


"Tidak boleh." Ucap Ayah


Ayah pun menuju ke mobil.


"Kenapa ga boleh coba?" Ucap Reno


"Ntahlah kak, ayo yang lain udah nunggu dimobil tuh kasian Dani juga." Ucap Vanessa


"Kamu ga makan dulu?" Ucap Dean


"Nessa udah makan tadi kak." Ucap Vanessa


"Ya sudah kalau begitu." Ucap Dean


---------------


"Selamat pagi sayangku." Ucap Billy yang berada di BL Company


"Pagi Bil, tumben banget kamu kesini?" Ucap Vinda yang tak menyadari Billy datang.


"Aku bawain kamu sarapan, pasti kamu belum makan." Ucap Billy


"Wah makasih." Ucap Vinda

__ADS_1


"Itu makanan kesukaan kamu." Ucap Billy


"Yaudah nanti aku makan." Ucap Vinda


"No."


"Kamu makan sekarang biar aku lanjutin kerjaan kamu." Ucap Billy yang merebut laptop Vinda


"Loh tapi kan-


"Makan ya sayang, aku gamau kamu sakit lagi." Ucap Billy


"Yaudah aku makan nih." Ucap Vinda


Billy mulai fokus mengerjakan tugas Vinda, sesekali Billy bertanya pada Vinda.


"Kamu juga makan ya."


Vinda pun mengarahkan sendok yang berisi makanan itu ke Billy.


"Kan itu buat kamu sayang, kamu makan aja." Ucap Billy


Tetapi Vinda tidak menghiraukan ucapan Billy.


"Vinda Riswanda Ayu Ramadina." Ucap Billy


"Billy Anderson, kamu bawain aku makan kayak ngasih makan ke lima orang, kamu mau buat aku gendut?" Ucap Vinda


"Kan kalau kamu gemuk makin gemesin sayang." Ucap Billy


"Gak, pokoknya kamu makan juga." Ucap Vinda


Billy pun menerima suapan dari Vinda. Beberapa menit kemudian Vinda berdiri dari tempat duduk, menuju ke kamar pribadi karena disana ada kulkas untuk menyimpan minuman.


"Minum dulu sayang." Ucap Vinda


"Tunggu, kamu manggil aku apa?" Ucap Billy


"Kenapa? Aneh ya?" Ucap Vinda


"Ucapin lagi vin." Ucap Billy


"Gamau deh, aneh soalnya." Ucap Vinda


"Ayolah ucapin lagi plis." Ucap Billy


"Sayang." Ucap Vinda lirih


"Ga denger Vinda, ulangi." Ucap Billy


"SAYANGG!" Vinda setengah berteriak mengucapkan kata itu.


"Aaaaaaa seneng banget gue bangs*t, cewek gue manggil sayang." Ucap Billy


"Sekali lagi dong." Ucap Billy


"Sayangku cintaku calon suamiku." Ucap Vinda


"Duhhh dadaku sesak deh, deg deg an banget astaga, sayang banget gue sama lo Vin."


Billy kegirangan, kursi yang ia duduki sampai berputar karena ulah Billy.


"I love you Vin." Ucap Billy


"I love you too Bil." Ucap Vinda


"Gasabar nikah gue ahhh, cewek gue gemesin banget astagaaa."


"Harusnya tadi gue rekam buat ringtone alarm deh, kalau diulangin malah aku yang ga sanggup ini mah."


"Bisa ga sih nikahnya dipercepat ga sabar serumah dan selalu dengerin kata 'Pagi sayang, Makan yuk sayang, Selamat malam sayang' gemes banget dehhh."


Billy berteriak sehingga suaranya menggema di ruangan itu.

__ADS_1


Stres ni bocah. Batin Vinda


__ADS_2