
"Mama tidak menyangka jika kamu seorang mafia Vanya." Ucap mama Vanya
"Maaf ma." Ucap vanya lirih.
"Sekarang kita pulang, maaf tuan dan nyonya samudra kami pamit dulu." Ucap papa Vanya
"Ah baiklah tuan, jangan kasar pada Vanya." Ucap ayah samudra.
"Kami permisi tuan dan nyonya. Mari tuan dan nyonya vebranza." Ucap papa Vanya lalu menarik tangan Vanya yang terluka. Vanya hanya bisa meringis menahan sakit, sebenarnya Arjuna juga tidak rela melihat Vanya kesakitan tapi hatinya lebih sakit saat mengetahui kenyataan yang sebenarnya.
"Sekarang kita pulang satria dan lupakan Vanessa. Mama bisa mencarikan wanita yang lebih baik darinya." Ucap mama satria tegas lalu beranjak dari tempat duduk dan berjalan keluar. Lalu Arjuna dan papanya yang sudah berpamitan pada tuan dan nyonya samudra dan Barrack.
"Sat, kita tetap kerjasama kan." Ucap Dean
"Bisnis tetap bisnis dan kita juga tetap berteman. Gue susul nyokap dulu, mari om Tante. Jangan kasarin Adek lo kayak dia bar, dengerin dulu penjelasan Adek lo." Ucap satria yang menunjuk Dean dan Reno. Barrack pun mengangguk. Satria meninggalkan mansion keluarga samudra dan menuju mansion keluarganya.
"Vio sini dek." Ucap Barrack lembut. Viola berjalan mendekati Barrack lalu duduk disebelahnya.
Setelah viola duduk, Barrack memeluk adik kandung satu-satunya itu. Dengan penuh kehangatan dan kelembutan ia memeluk adiknya.
"Rahasia apa lagi yang kamu sembunyikan dari kakak hemm." Ucap Barrack lembut
__ADS_1
"Maaf kak, vio salah." Ucap viola lirih.
"Ssttt... Nanti saja kakak mendengar alasan kamu. Sekarang kita kerumah sakit untuk mengobati luka kamu itu ya, darah kalian tadi terus menetes terutama Vanessa yang wajahnya sudah mulai pucat tadi ia berdiri." Ucap Barrack. Tidak ada jawaban dari viola, karena viola pingsan dipelukan kakaknya.
"Vi.. vio" Ucap Barrack sambil menepuk punggungnya. Saat ia melepaskan pelukan ternyata viola pingsan dengan bibir yang pucat.
"Om Tante saya bawa viola kerumah sakit dulu." Ucap Barrack lalu menggendong adiknya ala bridal style, saat di depan mansion keluarga samudra ternyata ada mobil Mike dan Mike baru keluar dari mobilnya.
"Oy bar kapan lo balik, eh tunggu adik lo kenapa." Ucap Mike
"Ntar gue jelasin. Ikut gue antar vio ke rumah sakit." Ucap Barrack. Dengan cepat Mike membukakan pintu untuk Barrack.
Sedangkan vinda tetap berdiri dengan lengan yang masih terus mengeluarkan darah. Tidak lama Vanessa pun turun membawa kopernya. Diikuti Rino dibelakangnya yang juga membantu Vanessa membawa kopernya.
"Ayah bunda..
Belum selesai Vanessa berbicara, Reno sudah menyela ucapan Vanessa.
"Mereka bukan orang tuamu lagi." Ucap Reno ketus.
"Ren.." Ucap bunda tapi ucapannya terpotong oleh Vanessa.
__ADS_1
"Maaf kak eh tuan. Tuan dan nyonya samudra, saya Vanessa Aulia pamit untuk pergi dari kediaman kalian. Terimakasih sudah merawat dan menyayangi Vanessa. Vanessa sayang ke seluruh penghuni mansion ini, karena mansion ini mengajarkan Vanessa kasih sayang yang tulus. Dan maaf jika Vanessa membuat kalian kecewa, sekarang Vanessa tau jika derajat saya disini adalah orang luar yang tiba-tiba masuk ke kediaman keluarga samudra."
"Saya pamit, dan tuan Rino jaga diri baik-baik ya. Tuan Dean dan tuan Reno, Vanessa sayang kepada kalian. Terimakasih sudah menjadi saudara laki-laki saya yang mengisi keseharian saya dengan canda tawa dan kasih sayang." Ucap vanessa lembut.
"Kamu tetap adik kakak." Ucap Rino lembut
"Sudah Rino, biarkan mafia itu pergi dari sini." Ucap Dean ketus. Sedangkan Rino tetap tidak mendengarkan ucapan Dean.
"Ayo Vin." Ucap Vanessa lalu menarik vinda.
"Saya permisi tuan, nyonya." Ucap vinda lalu mengikuti langkah Vanessa dan membawakan koper milik Vanessa yang tadi ada pada Rino.
Vanessa dan Vinda meninggalkan mansion keluarga samudra, ia meminta anggota BLS untuk membawa 2 motornya dan 1 mobilnya lagi untuk dibawa ke markas.
"Puas kalian mengusir princess dari sini." Ucap Rino datar tanpa menatap Reno dan Dean.
"Kenapa kau sangat membela mafia itu." Ucap Reno dengan nada tinggi
"Seharusnya kalian berdua sadar, walaupun princess adalah ketua mafia. Tapi ia tidak pernah menjatuhkan nama baik keluarga ini, bahkan ia terus mengirim anggotanya untuk mengikuti keluarga kita jika bepergian untuk memastikan kita semua tetap selamat. Dan princess menahan sakit di perutnya yang terkena goresan pedang untuk menyelamatkan kita jika saja tidak segera diobati nyawa princess akan melayang. Ia bahkan berani mempertaruhkan nyawanya hanya untuk menyelamatkan kita. Berpikirlah dewasa dan jangan egois." Ucap Rino lalu meninggalkan Dean, Reno dan orang tuanya.
Daniar yang tertidur disofa karena lelah menangis, sedangkan bunda dan ayah tidak tau harus berkata apalagi. Sebenarnya berat hati mereka jika harus membiarkan Vanessa pergi, walau mereka sebenarnya kecewa dengan Vanessa. Setidaknya ucapan Rino ada benarnya, walau Vanessa seorang mafia, ia tidak pernah menyakiti keluarga samudra. Bahkan lebih sering melindungi daripada menyakiti.
__ADS_1