
Dor...dor...dor...
"VANESSA..." Teriak Vanya,viola dan vinda serempak.
Peluru menembus tubuh Vanessa, sedangkan peluru itu bukan milik Aldo. Aldo pun sangat terkejut karena tiba-tiba dari kejauhan ada yang melesatkan peluru pada Vanessa, Aldo mengedarkan pandangan ke seluruh hutan. Ia melihat seseorang berpakaian hitam turun dari pohon.
"Kejar dia." Ucap Aldo kepada orang-orangnya.
Semua anggota Aldo pun mengejar seseorang yang turun dari pohon, begitu pula Aldo yang ikut mengejar walau tubuhnya sangat lemah.
Sedangkan Vanessa mulai menutup matanya, ia pun tersenyum kepada teman-temannya dan Reno. Tubuh Vanessa terhuyung kebelakang, ia pun terjatuh dari tebing.
Reno berlari sangat kencang dan berharap Vanessa tidak terjatuh dari tebing, begitu pula teman-teman Vanessa. Tetapi gerakan mereka lambat karena Vanessa sudah jatuh dari tebing,karena laut dibawah tebing itu sangat dalam semua orang pun berfikir Vanessa jatuh ke pantai.
"PRINCESSS......." Teriak Reno sambil meneteskan air matanya.
Ketika Reno akan ikut terjun dari tebing, tangannya pun ditahan oleh Satria. Bahkan Rino,Dean, Barrack,Arjuna pun ada disana.
"Kau gila hah." Ucap satria tegas.
"Cepat cari bos Van sampai ketemu." Ucap Vanya tegas.
Anggota BLS pun segera menuju ke pantai, walau beberapa dari mereka ada yang terluka tetapi mereka masih menjalankan kewajiban mereka sebagai anggota BLS.
Ketiga teman-teman Vanessa meneteskan air mata, tetapi mereka juga berusaha menemukan Vanessa. Mereka pun meninggalkan hutan itu dan segera menuju ke pantai.
Begitu pula dengan yang lainnya, sedangkan Tania dan anggota BLS yg lain ikut mengejar seseorang yang telah menembak Vanessa, Tania sangat marah bahkan penghalang nya untuk mengejar orang tersebut dihancurkan, entah itu pohon atau pengendara motor.
Sedangkan dipantai semua anggota BLS mulai berpencar untuk menemukan Vanessa, karena jika terlambat saja maka Vanessa sudah bisa dipastikan tewas karena peluru yang menembus tubuhnya berada di tempat yang sama, yaitu tepat di jantung Vanessa.
__ADS_1
"Apa kalian sudah menemukannya?" Ucap Vanya tegas kepada semua anggota BLS.
"Kami sudah mencari ke seluruh bibir pantai bos, tapi tidak ada tanda-tanda dari bos Van." Ucap salah satu anggota BLS dengan menunduk.
"Siapkan kapal, kita cari ke area dekat tebing. CEPAT!." Ucap viola dengan tegas.
Seluruh anggota BLS pun segera menyiapkan kapal untuk mencari Vanessa. Bahkan satria,Reno,Rino,Dean,Barrack dan Arjuna pun ikut mencari Vanessa menggunakan kapal yang di siapkan oleh anggota BLS.
Sedangkan Tania,Rudin,Viko dan beberapa anggota BLS mengejar orang yang sudah membunuh Vanessa. Dan ternyata orang tersebut sudah tertangkap oleh anak buah Aldo, seketika Tania menodongkan katananya ke depan wajah orang tersebut.
Wajah orang tersebut pun sudah penuh luka lebam, mungkin karena dihajar oleh Aldo. Sedangkan Aldo tidak ada disana karena dia terluka dan lebih kembali ke markasnya.
"Siapa yang menyuruhmu." Ucap Tania datar dengan katana yang dihadapkan langsung kepada orang yang telah membunuh Vanessa.
"Aku tidak peduli jika kalian membunuhku, karena tugasku sudah selesai." Ucap orang itu dengan santai.
"Oh iya bagaimana jika keluargamu yang menjadi imbas dari perbuatanmu." Ucap Tania dengan tatapan tajam.
"Mungkin dia tidak mengenalmu, tapi aku tau siapa kau." Ucap Rudin datar.
"Kau adalah Rivan Altansyah kakak kandung dari Genta Altansyah. Teman Reno kakak dari vanessa, kau membunuh Vanessa karena Genta menyukai Vanessa. Sedangkan kau menyukai adikmu dan siapapun yang disukai adikmu kau akan membunuhnya." Sambung Rudin dengan lantang.
"Kau berasal dari negara F, yang sengaja datang kesini dengan alasan bisnis. Dan kau bekerja sama dengan Reno karena kau tau dia memiliki hubungan dengan Vanessa. Lalu kau mengadakan pesta yang memang kau sengaja harus pasangan karena kau tau jika Reno akan mengajak Vanessa. Selama ini kau mencuri semua data pribadi Vanessa dan kau juga yang sengaja membuat kecelakaan Adisya karena kau tau jika orang tua Adisya sahabat dari ibu kandung Vanessa." Sambung Rudin panjang lebar. Seketika Rivan pun tertawa setelah mendengar ucapan rudin.
"Hahahaha Anda benar sekali tangan kanan, karena Vanessa yang menyebabkan Genta menjauhiku. Biasanya dia akan selalu bersamaku dan kami sering tidur bersama." Ucap Rivan dengan santai bahkan dia seperti bangga saat mengatakan itu. Sedangkan Tania mulai mual dengan ucapan orang di depannya.
"Menjijikkan." Ucap Tania dan Viko.
"Tapi kau tenang saja tangan kanan karena aku tidak selera melihatmu. Aku hanya berselera pada adikku." Ucap Rivan santai.
__ADS_1
"Bagaimana jika adikmu juga menerima hukumannya karena perbuatanmu ini." Ucap Tania diiringi senyuman miring.
"Jangan pernah kau menyentuhnya." Ucap Rivan dengan wajah memerah.
"Aku tidak akan menyentuhnya tapi para j*l*ng yang akan menyentuh adikmu itu." Ucap Tania santai.
"Genta hanya milikku. Tidak akan ada siapapun yang boleh menyentuh atau tidur bersamanya." Ucap Rivan dengan nada tinggi.
"Bawa saja dia ke hadapan bos kalian, kami tau bos kalian tau hukuman yang terbaik untuk dirinya." Ucap Viko tegas.
"Baik tuan dan nona." Ucap anak buah milik Aldo.
Sedangkan Rivan terus berteriak dengan menyebut nama Genta. Tania,Rudin dan Viko benar-benar jijik dengan kebenaran yang ada pada diri Rivan.
"Sebaiknya kau kembali ke markas Tan, biarkan kami yang ikut membantu Vanya,viola dan vinda untuk menemukan Vanessa." Ucap Viko
"Aku ingin ikut mencari Vanessa." Ucap Tania dengan wajah sendu.
"Ingatlah Tan, di markas mungkin juga sedang tidak aman. Lebih baik kau kembali kesana dengan para anggota BLS." Ucap Rudin.
Tania pun mengangguk karena ia ingat jika ia meninggalkan Rani,Desy dan hanya ada beberapa anggota BLS saja. Akhirnya Tania pun kembali ke markas BLS, sedangkan rudin dan Viko membantu Vanya,viola dan vinda menemukan Vanessa.
Di area dekat tebing, vinda menyuruh beberapa anggota BLS untuk menyelam karena mereka berpikir jika Vanessa tenggelam. Sedangkan Reno tetap meneteskan air mata dan terus berharap agar Vanessa segera ditemukan. Dean,Rino dan satria pun merasakan apa yang Reno alami tapi mereka mencoba untuk tetap terlihat baik-baik saja dan berharap Vanessa ditemukan.
"Bos saya menemukan ini." Ucap salah satu anggota BLS yang muncul ke permukaan air.
Salah satu anggota BLS menemukan katana,pisau lipat,pistol dan kalung yang dimiliki oleh Vanessa. Kalung itu diberikan oleh satria sedangkan satria sudah terduduk lemas di atas kapal karena selama ini ia berpikir kalung itu tidak dipakai Vanessa. Karena Vanessa lebih sering menggunakan baju yang menutupi lehernya.
"Berikan kalung itu padaku." Ucap satria datar. Anggota BLS pun memberikan kalung itu pada satria.
__ADS_1
Ku kira kau tidak memakai kalung ini Vanessa, ternyata selama ini kau memakainya. Dan aku tidak menyadari itu karena kau lebih sering memakai baju yang menutupi area leher. Batin satria
Satria pun meneteskan air mata, karena ia selalu berpikir jika Vanessa tidak pernah menyukainya. Ia ingat saat memberikan kalung itu, Vanessa mengatakan untuk tidak memakainya. Namun ternyata Vanessa memakai kalung pemberian satria yang bertuliskan nama Vanessa sendiri.