
Semua anggota BLS sudah berhasil menghancurkan green snake, mereka mulai berkumpul di ruang tengah markas green snake. Vanessa dkk pun sudah berkumpul disana dan mereka melihat ketua Green Snake bersama anggotanya yang masih ada sedang menunggu kedatangan BLS.
"Halo pak tua." Ucap viola menyeringai. Seketika ketua green snake menahan amarah karena ia paling benci dipanggil pak tua.
"Kami mengabulkan permintaan anda dengan datang langsung ke markasmu." Ucap vinda datar.
"Kenapa kalian menghancurkan mafia milikku." Ucap ketua green snake yang sudah menahan amarahnya.
"Kita mengabulkan keinginanmu untuk bertemu kami pak tua." Ucap vinda santai
"Berhenti memanggilku tua." Ucap ketua green snake.
"Lalu kami memanggilmu apa? Badanmu sendiri sudah tua." Ucap Adisya ketus
"Apa kau berfikir ototmu bertahan, buktinya tidak. Lihatlah perutmu itu seperti karung beras." Ucap Irene dengan nada mengejek.
"Lebih tepatnya truk semen." Ucap Vanessa dingin.
Ahahahahahahaha
Semua anggota BLS menertawakan ketua green snake. Hal itu membuat ketua green snake tidak kuat menahan amarah.
"Hentikan. SERANG MEREKA." Ucap ketua green snake.
Vanessa dkk pun menyeringai dan segera mengeluarkan senjata andalan mereka.
Bug..bug..
__ADS_1
Sring..crash...krekk...
Dor..dor..
Kali ini hanya 4V saja yang menyerang sedangkan yang lain membantu dengan menembak dan memanah anggota green snake yang tersisa. Sedangkan ketua green snake masih melihat pertarungan itu. 35 menit kemudian 4V berhasil membunuh semua anggota green snake dan hanya tersisa sang ketua saja.
Vanessa memberi isyarat pada Adisya agar menembak sang ketua itu dibagian kaki dan tangannya. Adis mengangguk dan langsung menembakkan peluru pada ketua green snake.
Dor..dor..dor..dor
Aakkhhhh
"Bawa dia ke markas." Ucap Vanessa dingin.
"Baik bos." Ucap Alvaro dan Bastian.
"Lo kayak ibu koala Van." Ucap Irene
"Brisik, kita ke markas sekarang." Ucap Vanya datar. Sedangkan teman-temannya hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan Vanya.
"Viko bagaimana?" Ucap viola datar.
"Sudah terpasang bos lebih baik segera keluar dari sini." Ucap Viko. Vanessa memberikan isyarat pada semua anggota BLS agar segera keluar dari markas green snake.
Disana puluhan anggota green snake sudah dikumpulkan dan siap diledakkan bersama markas mereka.
"Semoga kalian di neraka." Ucap Vanessa datar.
__ADS_1
Boomm..boommmm..
"Kembali ke markas." Ucap Vanessa.
Semua anggota BLS pun segera menuju ke kendaraan mereka, anggota BLS hanya mendapati luka-luka saja di tubuh nya. BLS melesat kembali ke markas mereka untuk pembantaian selanjutnya.
Sedangkan vinda meringis karena lengannya tergores pisau milik salah satu anggota green snake. Dengan cepat vinda mengeluarkan kotak P3K dan membalut lengannya dengan perban.
"Sial hanya terkena pisau tumpul seperih ini." Ucap vinda sambil meniup lengannya.
"Santai kali Vin, nanti juga sembuh." Ucap viola
"Untung aja tadi yang lukai gue udah tewas. Kalau belum mau gue gantung di jemuran tetangga." Ucap vinda
"Sedeng emang otak lo." Ucap Vanya.
"Wih van lo mau jadi mamanya itu bocah." Ucap viola karena Vanya memangku anak kecil yang ia selamatkan.
"Bukan gue, dia bakal jadi adik gue." Ucap Vanya sambil mengelus kepala anak itu.
"Kirain lo jadi mama muda." Ucap vinda santai
"Ya nggak lah." Ucap Vanya ketus
Mereka tetap bercanda, sedangkan Vanessa hanya diam saja karena ia terlalu malas banyak bicara. Tubuh Vanessa sedikit lemas karena Lia benar-benar menguras tenaga Vanessa.
1jam kemudian mereka sudah sampai di markas BLS dan segera masuk ke ruang bawah tanah khusus penyiksaan. Sedangkan Vanya harus membawa anak kecil itu ke kamarnya dan akan dijaga oleh Irene dan Adis.
__ADS_1
Sampai diruang bawah tanah ada 2 orang yang siap untuk korban selanjutnya. Vanessa menatap mereka dengan tatapan tajam dan membuat kedua orang di depannya merinding. Tetapi itulah akibatnya bila mereka berani mengusik ketenangan ketua BLS.