
"Kak Aldo." Ucap 4V serempak.
"Hai, hai sweety." Ucap Aldo diiringi senyuman manis.
"Jadi selama ini kak Aldo yang mengganggu ku dengan sebutan sweety." Ucap Vanessa datar
"Kamu pikir siapa sweety, jangan harap Revan bisa memiliki kamu. Karena hanya aku yang boleh memiliki kamu, bahkan laki-laki yang menjagamu ketika koma bisa aku singkirkan. Karena kamu hanya milikku." Ucap Aldo santai lalu berjalan ke arah Vanessa.
Tetapi Vanya,viola dan vinda mencoba untuk menghalangi Aldo mendekat ke Vanessa. Aldo memberi isyarat pada anak buahnya untuk menjaga teman-teman Vanessa.
"Jangan dekati Vanessa." Ucap Vanya datar
"Diamlah nona Vanya, saya tidak memiliki urusan dengan anda. Atau anda ingin keluarga anda hancur di tangan saya." Ucap Aldo santai.
Vanessa memberi isyarat pada teman-temannya untuk tetap diam dan tidak menghalangi Aldo yang akan mendekat pada Vanessa.
"Jangan sakiti mereka." Ucap Vanessa datar
"Baiklah sweety, aku tidak akan menyakiti mereka. Tapi jika mereka bertindak sesuatu maka aku yang akan menghabisi mereka." Ucap Aldo dengan berjalan mendekat ke arah Vanessa.
"Aku sungguh tidak menyangka sweety kau bisa menjadi ketua mafia terbesar. Dan hal ini membuatku semakin mencintai kamu." Ucap Aldo
"Apa mau kakak?" Ucap Vanessa datar
"Aku hanya mau kamu sweety, karena kamu hanya milikku. Bahkan Revan yang menyukaimu saja aku singkirkan." Ucap Aldo santai. Aldo ingin menyentuh pipi Vanessa, dengan cepat Vanessa menepis tangan Aldo.
"Apa maksutmu?" Ucap Vanessa datar
"Revan tidak pergi keluar negeri, tetapi ia telah damai disurga. Kenapa? Karena dia juga menyukaimu sweety." Ucap Aldo santai
-Flashback On-
Revan dan Aldo sangat berbeda. Jika Aldo hidup dengan style yang keren maka berbeda dengan Revan yang selalu memakai celana besar dan kemeja yang dikancing dari bawah ke atas. Tidak lupa kacamata bulat miliknya, walau usia mereka hanya terpaut 5 tahun berbeda tetapi Revan tau jika kakaknya adalah idola para wanita.
Tok..tok..tok..
__ADS_1
"Siapa?" Ucap Aldo dari dalam kamarnya.
"Ini aku kak." Ucap Revan adik kandung dari Aldo.
Aldo pun keluar dari kamarnya, ia tidak ingin Revan masuk ke dalam kamarnya.
"Ada apa Van?" Ucap Aldo lembut
"Kak, aku ingin meminta pendapat pada kakak." Ucap Revan
"Kamu kenapa hemm? Sepertinya sangat serius." Ucap Aldo
Revan dan Aldo pun duduk di bangku taman, taman yang selalu dirawat oleh Revan. Bahkan banyak bunga yang mekar sempurna karena Revan sangat teliti dalam merawat bunga walau usianya masih 14 tahun.
"Kak, sebenarnya Revan menyukai seorang gadis." Ucap Revan yang sedikit malu mengatakan kepada kakaknya sehingga ia mengatakan dengan kepala menunduk.
"Hei, kamu tidak perlu malu." Ucap Aldo lembut
"Siapa gadis yang bisa membuat adikku ini suka?" Sambung Aldo
"Dia teman Revan kak." Ucap Revan
Sebenarnya Aldo sangat sayang pada Revan, karena selama ini Revan tidak pernah melawan Aldo. Ketika Aldo marah pada Revan, Revan pun segera meminta maaf.
"Revan tidak bisa bilang namanya kak. Suatu saat Revan akan bicara yang sebenarnya." Ucap Revan. Sedangkan Aldo tertawa mendengar ucapan Revan.
2TAHUN KEMUDIAN
"Kak, apa yang harus Revan lakukan untuk membuat gadis yang Revan sukai menjadi milik Revan." Ucap Revan
"Coba kamu ubah cara pakaian kamu. Dari dulu hingga sekarang kamu masih tetap berpakaian seperti ini, ayolah Revan jika gadis yang kamu sukai menjadi milik orang lain bagaimana hemm?" Ucap Aldo lembut
"Tapi..." Belum selesai Revan berbicara sudah dipotong oleh Aldo.
"Kalau kamu masih ragu lebih baik gak perlu Revan, biarkan saja gadis itu menjadi milik orang lain." Ucap Aldo yang segera masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Karena mereka berbicara di dalam mobil, Aldo pun tidak sadar jika dirinya membawa tas milik Revan. Karena tempat Aldo kuliah dan tempat Revan sekolah bersebelah.
"Padahal penampilanku baik-baik aja." Ucap Revan lalu mengambil tas.
"Loh kok tasku sedikit ringan." Ucap Revan lalu melihat tasnya.
"Inikan tasnya kak Aldo. Gawat ditasku banyak foto gadis itu." Ucap Revan.
Ia pun bergegas keluar dari mobil,bahkan Revan mengabaikan mama dan papanya yang sedang bersantai di ruang keluarga.
"Semoga aja kak Aldo ada di kamar dan tasku belum dibuka." Ucap Revan lirih
Tok..tok..tok..
"Kak?" Ucap Revan dengan setengah berteriak. Tetapi tidak ada jawaban dari Aldo, karena Aldo sudah ada di dalam kamar mandi.
"Kalau aku masuk nanti kak Aldo pasti marah." Ucap Revan lirih.
Revan pun berjalan kesana kemari, karena ia bimbang antara masuk ke dalam kamar kakaknya atau tetap menunggu diluar.
"Lagipula apa yang disembunyikan kak Aldo dariku." Ucap Revan.
Revan pun memberanikan diri untuk masuk ke kamar Aldo, karena Aldo mematikan lampu dan itu membuat Revan tidak dapat melihat akhirnya Revan menyalakan lampunya.
Ketika lampu sudah menyala, Revan sangat terkejut karena foto gadis yang ia sukai terpampang di dinding kamar milik Aldo. Bahkan ada yang ukuran paling besar ditembok dekat tempat tidur Aldo.
Hati Revan sangat sakit, karena kakaknya menyukai gadis yang sama dengan dirinya. Karena terlalu lama bengong akhirnya ia tidak menyadari jika Aldo sudah keluar dari kamar mandi. Aldo sangat terkejut karena Revan masuk ke kamarnya dan melihat foto temannya.
"Revan apa yang kau lakukan?" Ucap Aldo dengan nada tinggi
"Jadi kakak menyukainya." Ucap Revan yang bersikap tegar tetapi matanya sudah berkaca-kaca.
"Kalau iya kenapa?" Ucap Aldo santai
"Tapi kenapa harus dia sih kak?" Ucap Revan yang mulai menangis.
__ADS_1
"Apa salahnya jika aku menyukainya." Ucap Aldo yang tidak paham dengan ucapan Revan.
"Gadis yang aku maksut adalah dia kak. Vanessa. Temanku sendiri, tetapi kakak juga ikut menyukainya,kenapa kakak selalu mengikuti apapun yang aku suka." Ucap Revan yang mulai kesal dan sedih pada kakaknya.