
Saat vanessa dkk sibuk berbincang-bincang. Mata satria dan teman-temannya tidak pernah lepas pandangan dari vanessa dkk.
Kamu akan segera menjadi milikku vanessa. Batin satria
"Mike lo kan suka sama viola samperin sana." Ucap deni
"Gak deh, nanti mood makannya hilang. Kan kasihan separuh jiwaku kalau kelaparan." Ucap mike
"Kak mike aku merinding mendengar ucapan kakak." Ucap brian.
"Kak deni sendiri suka sama adisya kan." Ucap billy. Sontak deni pun gugup.
"A..oohh..eng..enggak Kok." Ucap deni gagap
"Baguslah berarti kak steve tidak ada saingannya." Ucap billy menggoda deni walaupun steve tidak ada.
"Gak bisa adis hanya milikku." Ucap deni tegas
"Hahaha kak deni gak bisa bohong." Ucap billy
"Kak, vanessa sama vanya keren juga ya." Ucap arjuna dibalas deheman oleh satria.
Sedangkan vanessa dkk masih tidak sadar bila banyak yang sedang memperhatikan mereka.
"Nes,van lo berdua kesini naik apaan." Ucap viola
"Motor" Ucap vanessa dan vanya serempak sambil menunjukkan kunci motor mereka.
"Tumben pakai motor." Ucap adisya
"Ya biarin dong." Ucap vanya
__ADS_1
"Huh gaya lo berdua sok-sok an udah gak mau naik mobil lagi." Ucap vinda ketus
"Eh trenggiling kalau kita naik mobil yang ada makin telat dan lo makin cerewet." Ucap vanya ketus
"Vinda cantik kayak gini dibilang trenggiling." Ucap vinda sambil mengibaskan rambut nya.
"Jijik vin." Ucap viola yang membuat vinda cemberut.
"Van lo tadi tumben banget mau makan spaghetti beef mozarella." Ucap viola
"Iya, biasanya lo paling gak suka dengan makanan itu." Ucap adisya
"Pengen coba aja siapa tau enak." Ucap vanya
"Wah jangan-jangan lo ngidam van." Ucap irene
"Anak siapa van." Ucap vinda
"Wah keterlaluan lo van, belum waktunya lo kayak gitu vanya." Ucap viola
"Lo semua apa-apaan sih. Lo pikir gue hamil anak kucing hah. Boro-boro hamil deket sama cowok aja gak pernah." Ucap vanya ketus
"Biasa aja dong cantik, jangan marah gitu. Sans gitu loh." Ucap vinda
"Ya lo semua nuduh gue hamil. Lo pikir gue cewek apaan, orang pengen makan itu emangnya salah." Ucap vanya
"ENGGAK VANYA." Ucap adisya dan irene serempak.
Vanessa dkk pun mulai makan,mereka masih tidak sadar karena diperhatikan para laki-laki. Karena mereka sudah terbiasa akan hal itu jadi mereka mengacuhkan saja. Saat mereka sudah selesai makan irene pergi ke toilet begitu juga dengan Brian mengikuti irene.
Irene segera masuk ke toilet walau ia tidak sadar bila diikuti oleh brian. Brian menunggu irene di depan toilet cewek,saat irene keluar Brian segera menarik tangan irene. Hingga irene dihimpit ke dinding,irene bingung dengan perlakuan brian.
__ADS_1
"Lo siapa sih?" Ucap irene ketus sedangkan brian tersenyum miring.
"Aku masa depan kamu." Ucap brian berbisik di telinga irene. Hingga irene hanya bisa diam saja karena perlakuan brian,sekuat tenaga irene mendorong tubuh brian dan menamparnya.
PLAKK
"Dengar ya tuan saya tidak mengenal anda, walaupun kenal itu hanya sekilas dan saya bukan masa depan anda. Berhentilah mengganggu saya." Ucap irene ketus lalu meninggalkan brian yang masih mematung karena ditampar irene.
Kamu galak,tapi aku sayang sama kamu. Batin brian yang ia masih memegang pipinya bekas tamparan irene.
Irene kembali ke meja dengan perasaan kesal,teman-temannya pun bingung dengan irene.
"Lo kenapa ren." Ucap viola
"Asal lo tau aja tadi ada cowok gak jelas tiba-tiba narik tangan gue terus himpit tubuh gue ke dinding dan dia ngomong 'AKU MASA DEPAN KAMU' gak jelas banget." Ucap irene dengan wajah kesal
"Di negara F kita di usik para cowok tengil disini tiba-tiba diganggu cowok gak jelas. Maunya apaan coba?" Ucap adisya.
Vanya dan vanessa tidak menyahuti ucapan temannya karena mata mereka sedang bersitatap dengan mata arjuna dan satria. Mereka sudah dibilangi vanessa untuk berkemas secara perlahan-lahan,sedangkan vanessa dan vanya sibuk menatap mata satria dan arjuna dengan tatapan tajam.
Bagus ya tuan aneh, anda menatap saya terus. Batin vanessa
Vanessa kamu semakin cantik dari sebelumnya saat bertemu di bandara. Batin satria
Semua teman-teman vanessa sudah selesai mengemasi barang-barang mereka,karena bill sudah dibayar saat mereka selesai memesan makanan. Mulut vinda mulai berhitung dengan lirih
Satu
Dua
Tiga
__ADS_1
Vanessa dkk langsung berlari menuju ke parkiran. Melihat Vanessa dkk berlari menghindari satria dan temannya,mereka sedikit terkejut dan ikut menghampiri vanessa dkk. Satria melihat vanessa membawa motor sport hitam,arjuna melihat vanya membawa motor sport biru.
Satria dan teman-temannya mencoba untuk menyusul vanessa dkk tapi itu semua gagal karena vanessa dkk melesat dengan kecepatan penuh.