
Reno masih bisa menahan 2 laki-laki itu walaupun tubuhnya banyak luka memar tetapi Reno masih belum bisa di tumbangkan. Dengan cepat Vanessa pun membunuh 2 pria yang tersungkur dengan menusuk tubuh mereka berkali-kali dengan pisau kecilnya.
Jlebb..jleb...
Dengan cepat Vanessa membalikkan tubuh mereka berdua hingga yang awalnya tengkurap menjadi terlentang. Lia berkali-kali menusukkan pisau kecilnya, kedua tangannya memegang pisau kecil. karena permintaan Vanessa yang harus segera menyelamatkan Reno maka Lia pun dengan cepat menembak jantung mereka.
Dorr..Dor..
Lalu Lia pun melumpuhkan kedua kaki ketua mereka sehingga ketua mereka yang awalnya membawa pistol pun dijatuhkan. Lalu saat Lia melihat Reno tumbang pun segera menghampirinya.
Kalau bukan permintaan Vanessa, lebih baik aku biarkan laki-laki ini habis ditangannya. Batin Lia. Ya karena Lia terlahir dari kebencian dan tidak memandang siapapun walaupun keluarganya.
Cepat selamatkan kakak gue Lia. atau gue ambil alih kembali tubuh gue. Batin Vanessa yang mendengar gumaman Lia.
Dengan cepat Lia pun menendang 2 laki-laki itu walau keadaan mereka sudah lemas. tetapi mereka masih tetap ingin menghabisi Reno. 2 laki-laki itupun tersungkur karena tendangan Lia yang membuat mereka tumbang.
Bug..Bug...
"Jangan ganggu ka..kak gue." Ucap Lia gugup
Dengan cepat Lia mengambil 2 pisau lipat dan menusukkan ke perut mereka kemudian tepat di jantung mereka. seketika mereka pun tumbang. Lia segera menghubungi anggota BLS yang terpercaya oleh Vanessa.
Vanessa pun sudah mengambil alih tubuh nya kembali. Dan menghampiri Reno, yang tergeletak di jalan. Vanessa terus menepuk-nepuk pipi Reno. tidak lama pun anggota BLS datang dan menghampiri Vanessa.
"Bawa yang masih hidup ke markas dan yang mati kirim pada penyuruh mereka." Ucap Vanessa dingin lalu mencoba untuk membopong tubuh Reno.
"Baik bos." Ucap mereka serempak lalu menjalankan sesuai perintah Vanessa.
Vanessa meletakkan Reno ke kursi sebelah kemudi. Dan Vanessa mencoba mencari kotak P3K dan mengambil minyak dan mengoleskan ke hidung Reno, dan mengobati luka yang ada ditubuh Reno. Vanessa mengambil pistol yang ada disaku celana Reno.
"C'mon kak sadarlah." Ucap Vanessa lirih.
__ADS_1
Vanessa pun memasangkan sabuk pengaman dan melanjutkan perjalanan menuju ke apartemennya. Sampai di apartemen Vanessa meminta bantuan kepada security untuk membantu membopong Reno. akhirnya Reno berhasil dibopong dan masuk ke apartemen Vanessa atau lebih tepatnya menjadi milik Vinda, karena Irene sudah memiliki apartemen sendiri.
Vanessa meminta para security untuk mengantar sampai di depan apartemen. Di dalam apartemen Vinda dan Irene pun sudah bersiap, saat mereka melihat Vanessa membopong Reno pun mereka membantu Vanessa.
"Kalian kenapa." Ucap Irene
"Diserang, tapi sepertinya mereka suruhan." Ucap Vanessa singkat
"Lo coba obatin kak Reno, gue mau bersihin badan gue." Ucap Vanessa karena tubuhnya banyak darah dan gaunnya pun banyak bercak darah.
Vinda dan Irene mengobati luka Reno, tidak lama Reno pun sadar. untungnya Irene dan Vinda sudah melepas jubah dan topengnya dan menaruhnya di tas. Reno pun terkejut karena ia berada di apartemen Vanessa dan disana bukan hanya ada Vanessa tetapi ada Irene dan Vinda.
"Minum dulu kak." Ucap Vinda mengambilkan air putih. Reno pun menerimanya.
"Terimakasih Vinda." Ucap Reno
"Princess kemana." Sambung Reno.
"Makan dulu kak." Ucap Vanessa saat Reno akan menolak akhirnya Vanessa melotot ke arahnya dan Reno pun menerimanya.
Vanessa sebenarnya tau pasti kakaknya akan menanyakan tentang kejadian itu dan heran kenapa Vanessa begitu mudah menusuk seseorang.
"Princess banyak yang ingin kakak tanyakan padamu." Ucap Reno di sela-sela makannya.
Nah loh harus jawab apaan gue. Batin Vanessa
"Nanyanya lain kali aja kak, sekarang Nessa harus antar kakak ke mansion." Ucap Vanessa
"Kalian mau kemana." Ucap Reno
"Kami ada acara waktu SMA kak." Ucap Irene berbohong tapi ia pura-pura merapikan bajunya.
__ADS_1
"Dengan pakaian seperti ini." Ucap Reno yang memandang Vanessa,Vinda dan Irene yang memakai kaos polos,celan hitam dan jaket hitam. Tidak lupa sepatu Vans andalan mereka saat menyerang mafia lain.
"Temanya kan santai kak jadi ya terserah dong." Ucap Vanessa santai
"Terserahlah princess." Ucap Reno lalu mencoba untuk bangun dari tempat tidur.
"Vin,ren lo berdua berangkat aja dulu nanti gue nyusul." Ucap Vanessa lalu menyambar tas ranselnya yang berisi jubah dan topengnya. karena senjata Vanessa sudah berada di markas.
Vanessa membantu Reno berjalan, lalu menuju ke mobil Reno dan segera melesat ke arah mansion keluarganya. Vanessa mengendarai dengan kecepatan sedang. 30 menit kemudian Vanessa sampai di mansion, untungnya mansion sedang sepi karena semua orang sedang sibuk dengan acara mereka.
"Kak Reno jaga diri baik-baik ya." Ucap Vanessa yang sudah membawa Reno ke kamarnya. tidak lupa ia menghubungi dokter keluarga samudra.
"Kakak bukan Daniar lah princess." Ucap Reno ketus
"Biasa aja dong kak gak usah nyolot." Ucap Vanessa santai
"Ehmm.. kak kalau gitu Nessa nyusul yang lain ya." sambung Vanessa
"Kamu kesana pakai apa princess." Ucap Reno
"Dih motor ada kok ngapain ribet." Ucap Vanessa santai
"Hati-hati ya princess." Ucap Reno. Vanessa mencium pipi Reno.
"Baiklah kak." Ucap Vanessa lalu meninggalkan kamar Reno.
Sebenarnya kamu itu siapa princess. Batin Reno
Vanessa segera menuju garasi dan menyambar kunci motornya lalu segera menuju ke markas dengan kecepatan penuh. tidak peduli ocehan pengendara lain yang penting Vanessa cepat sampai tujuan.
(jangan ditiru ya gaes, harus hargai pengendara lain juga tapi kalau buru-buru dan harus tepat waktu bila ada yang halangi tabrak aja. hihihi canda)
__ADS_1