I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 189


__ADS_3

Brakk


"Kak Mike bisa biasa aja ga sih?" Ucap Viola ketus karena Mike mendorong pintu ruangan yang Vanya tempati dengan keras.


"Maaf sayang." Ucap Mike


"Dih sayang-sayang apaan sih." Ucap Viola lalu mendekati brankar Vanya.


"Gimana keadaan lo bestie?" Ucap Viola


"Udah membaik kok." Ucap Vanya


"Ada beberapa berita yg harus gue sampaikan ke lo, tapi nunggu badan lo bener-bener pulih dulu deh.


Tak lama pun Vinda masuk ke ruangan lalu diikuti Billy.


"Lo kesini juga bil?" Ucap Arjuna


"Iya, pujaan hati gue kan kesini juga." Ucap Billy


"Padahal tadi aku hubungi kak Mike karna minta tolong buat bawain mobil gue." Ucap Arjuna


"Lo balik ke mansion keluarga kan Van?" Ucap Vinda


"Keknya di markas aja deh Vin." Ucap Vanya


"Ke mansion keluarga kamu aja sayang, mama kamu nungguin tuh." Ucap Arjuna


"Tapi kan mama gatau kalau gue pulang hari ini." Ucap Vanya


"Aku kasih tau mama kamu, karena bagaimanapun juga mama kamu juga penting buat dikabarin." Ucap Arjuna


"Ehhemm padahal ni ruangan ada AC nya tapi kok panas ya." Ucap Viola


"Lepas aja jaket kamu vi kalau kepanasan." Ucap Mike merangkul pundak Viola. Dengan cepat Viola mencubit perut Mike.


"Aduhh Vi sakit...."


"Lagian ya kak Mike mesum." Ucap Viola lalu melepaskan cubitannya.


"Tadi katanya panas disuruh lepas jaket malah dibilang mesum." Gumam Mike lirih tapi masih didengar oleh orang yang ada di ruangan itu.


"Kak Mike aku denger ya." Ucap Viola sedangkan Mike hanya tersenyum menanggapi ucapan Viola.


"Lo tadi udah makan atau belum sih Van?" Ucap Vinda


"Udah." Ucap Vanya


"Ada yang nyuapin vin masak iya belum makan." Goda Viola


"Oh iya Vi, gamungkin telat sih." Ucap Vinda


"Apaan sih lo pada." Ucap Vanya ketus


Tiba-tiba perawat masuk ke ruangan Vanya.

__ADS_1


"Nona Vanya, ini obat yang harus nona minum untuk kesembuhan nona. Dan semoga lekas sembuh nona Vanya." Ucap perawat tersebut


"Baik, terimakasih sus." Ucap Vanya diiringi senyuman.


"Kalau begitu saya permisi nona."


"Ngomong sama suster aja senyum, ngomong sama aku tu muka datar bener." Gumam Arjuna yang masih didengar Vanya, sedangkan Vanya membalas gumaman Arjuna dengan tatapan sinis.


"Ehemm keknya perlengkapan Vanya tinggal bawa aja deh Vi." Ucap Vinda


"Wah iya nih, kak Arjun yang beresin itu?" Ucap Viola


"Iya." Ucap Arjuna


"Apa? Jadi semua pakaian Vanya kakak yang beresin?" Ucap Vinda


"Iya Vinda." Ucap Arjuna


"Termasuk pakaian dalam Vanya?" Ucap Viola


"Iyalah emang kenapa?" Ucap Arjuna polos


"Oh my god." Ucap Viola dan Vinda


"Lo gila ya?" Ucap Vanya ketus


"Emang aku salah apa sayang?" Ucap Arjuna dengan wajah kebingungan


"Kan lo bisa nyuruh orang lain buat beresin pakaian gue, gue sendiri juga bisa beresin." Ucap Vanya


"Kelamaan Vanya, lagian itu aku beresin waktu kamu masih tidur." Ucap Arjuna


"Menurut lo?" Ucap Vanya


"Kenapa kamu harus malu?" Ucap Arjuna


"Ya lo mikir lah, gue bukan istri lo dan gaperlu juga lo beresin pakaian gue apalagi pakaian dalam gue." Ucap Vanya ketus


"Kamu itu calon masa depanku, gaperlu malu lagian aku hanya beresin pakaian dalam doang ga sama lihat punyamu kan." Ucap Arjuna. Semua yang ada di ruangan itu melotot mendengar ucapan Arjuna.


"Kak arjun." Ucap Viola


"Jun." Ucap Mike


"Gue bunuh lo sekarang juga." Ucap Vanya


"Jangan dong sayang, maaf ya. Aku ikhlas kok beresin itu tadi." Ucap Arjuna sambil menggenggam tangan Vanya, tetapi Vanya terus menghempaskan tangan Arjuna.


"Kita pulang ya, kasian mama,papa sama Felisha nungguin kamu." Ucap Arjuna


"Gaperlu lo pegang tangan gue, ada Vinda sama Viola yang bisa bantu gue." Ucap Vanya


"T-tapi gue bawa tas lo van." Ucap Vinda


"Gue bawa tas lo sama tas gue juga Van." Ucap Viola

__ADS_1


"S*alan lo pada." Ucap Vanya


Tanpa pikir panjang, Arjuna menggendong Vanya ala bridal style.


"Arjuna turunin gue." Ucap Vanya


"Gue udah sembuh gaperlu digendong." Ucap Vanya


"Kaki gue baik-baik aja jun."


"Gue bukan bocah." Ucap Vanya yang terus meronta agar diturunkan Arjuna.


"Diem atau gue cium." Ucap Arjuna


Akhirnya Vanya pun pasrah digendongan Arjuna. Sedangkan Viola dibelakang bersama Mike, dan belakangnya lagi Vinda bersama Billy.


Tiba-tiba Billy merangkul pundak Vinda


"Bisa kita bicara sayang?" Ucap Billy. Tatapan Vinda tetap lurus.


"Lo ga lihat ini di rumah sakit." Ucap Vinda tanpa menatap Billy. Billy tau jika Vinda marah, panggilan aku kamu akan berubah menjadi lo gue.


"Maksutku setelah dari rumah Vanya sayang." Ucap Billy


"Gabisa gue sibuk." Ucap Vinda sambil melepaskan rangkulan Billy.


" Please sayang, aku benar-benar mau jelasin semuanya ke kamu, Bisa ya." Ucap Billy


"Terserah." Ucap Vinda ketus. Billy pun tersenyum mendengar jawaban Vinda.


"Lepasin rangkulan lo bisa ga?" Ucap Vinda


"No." Ucap Billy sambil tersenyum


"Dilihatin orang-orang Billy." Ucap Vinda


"Biarin, orang kamu punyaku gaada yang boleh ngambil kamu dari aku." Ucap Billy


"Kalo gue mati?" Ucap Vinda, sontak Billy pun menatap Vinda.


"Aku juga ikut mati dengan kamu." Ucap Billy santai


"Lo sadar ga sama ucapan lo barusan?" Ucap Vinda


"Sadar, sadar banget malah." Ucap Billy


"Belom tentu gue jodoh lo." Ucap Vinda


"Kamu jodohku, bagaimanapun keadaannya kamu tetap masa depanku." Ucap Billy


"Pemaksa." Ucap Vinda


"Sedikit memaksa juga tidak masalah kan, lagi pula kamu pasti setuju kalau aku masa depanmu." Ucap Billy


"Kata siapa lo?" Ucap Vinda sambil menahan senyumannya

__ADS_1


"Hati kamu sendiri yang bilang sayang." Ucap Billy. Ingin rasanya Vinda berteriak setelah mendengar jawaban Billy.


Gabisa nih, jantung gue berdetak lebih kencang anjrit. Batin Vinda


__ADS_2