
Vanya menunggu Vanessa dan Satria turun dari lantai tiga. Vanya duduk di sebelah Steve, ia melihat Steve sudah membuka iPad untuk menyelesaikan pekerjaan kantor.
"Banyak kak?" Ucap Vanya
"Ya seperti biasa." Ucap Steve
"Arjuna?" Ucap Vanya
"Biasanya dia akan turun sebentar lagi." Ucap Steve. Vanya hanya menganggukkan kepala.
Beberapa saat kemudian, Arjuna turun dari lantai tiga. Ia melihat Vanya duduk di sebelah Steve pun mengepalkan tangannya. Arjuna pun duduk ditengah antara Steve dan Vanya.
Steve dan Vanya yang melihat itu pun terkejut karena mereka berdua fokus pada benda elektronik masing-masing. Steve yang melihat Arjuna pun menggelengkan kepala lalu pergi menuju ke dapur.
"Kenapa sih lo?" Ucap Vanya
"Gapapa." Ucap Arjuna
"Gajelas." Ucap Vanya lalu melanjutkan pekerjaannya dari ponsel.
"Gapeka." Ucap Arjuna. Vanya tidak menghiraukan ucapan Arjuna.
"Dasar Gapeka." Ucap Arjuna sedikit lebih keras, Vanya tetap tidak menghiraukan nya.
"DASAR GAPEKA." Teriak Arjuna.
Bukk
Bantal sofa pun melayang ke wajah Arjuna.
"Berisik." Ucap Vanya
"Kamu gapeka." Ucap Arjuna
"Gausah kek cewek deh." Ucap Vanya
"Pahami lah." Ucap Arjuna
"Lo kenapa sih, berisik tau ga." Ucap Vanya
"Lo cemburu gue duduk di sebelah kak Steve." Ucap Vanya.
"Hmm."
"Dasar beg*" Ucap Vanya
"Apa kamu bilang?" Ucap Arjuna
"Lo beg*." Ucap Vanya
"Kok aku?" Ucap Arjuna
"Ya emang kan." Ucap Vanya
"Auah males." Ucap Arjuna lalu pergi menuju dapur. Vanya pun menggelengkan kepalanya.
"Dasar cowok aneh, tapi gue sayang." Ucap Vanya lirih lalu tersenyum tipis.
__ADS_1
Arjuna pun melihat ke belakang, Vanya tetap diam di sofa dan bermain ponselnya. Arjuna pun duduk di sebelah Steve.
"Kak Steve aku mau tanya." Ucap Arjuna
"Ada perlu apa tuan?" Ucap Steve
"Bicara apa aja kak Steve sama Vanya." Ucap Arjuna
"Tidak bicara apapun." Ucap Steve
"Kenapa Vanya duduk di sebelah kak Steve?" Ucap Arjuna
"Tidak ada apa-apa tuan. Hanya duduk biasa" Ucap Steve
"Jujurlah kak Steve." Ucap Arjuna
"Saya sudah mengatakan yang sebenarnya tuan." Ucap Steve
"Jika Vanya duduk disebelah kakak, lebih baik kakak segera pergi." Ucap Arjuna lalu meninggalkan Steve di meja makan.
"Kekanakan sekali." Ucap Steve
Arjuna kembali duduk di sebelah Vanya, sedangkan Vanya sama sekali tidak menggubrisnya. Karena kesal akhirnya Arjuna pun memegang kedua pipi Vanya dan
Cup
Arjuna mengecup bibir Vanya, hanya kecupan tetapi Vanya membelalakkan matanya karena sikap Arjuna. Arjuna melepaskan kecupannya.
"Jangan pernah duduk di sebelah laki-laki lain walaupun itu kak Steve."
"Lo gasopan bangs*t." Ucap Vanya
"Terserah." Ucap Vanya
"Ingat Vanya jangan dekat dengan laki-laki lain kecuali aku atau papa." Ucap Arjuna
"Gue bukan siapa-siapa lo dan lo ga berhak batasin gerakan gue mau dekat dengan siapapun." Ucap Vanya. Arjuna pun mengecup kembali bibir Vanya.
Cup
"Sekali lagi lo cium gue, gue bunuh lo." Ucap Vanya. Arjuna hanya menanggapi dengan senyuman.
"Ngapain kamu kesini, nemuin aku ya." Ucap Arjuna
"Ke PD an bgt si lo." Ucap Vanya ketus
"Terus?" Ucap Arjuna
"Kepo." Ucap Vanya
"Bilang aja kalau kamu mau nemuin aku kan." Ucap Arjuna
"Stop deh, lo gila." Ucap Vanya
"Gengsi amat." Ucap Arjuna
"Terserah apa kata lo." Ucap Vanya
__ADS_1
Vanya pun melihat jam tangannya, ketika ia akan beranjak, Arjuna pun menarik tangannya sontak Vanya pun jatuh ke atas paha Arjuna. Arjuna pun memeluk Vanya.
"Mau kemana sayang?" Ucap Arjuna
"Lepas." Ucap Vanya
"Biarkan seperti ini dulu." Ucap Arjuna lalu menyembunyikan kepalanya di dekat leher Vanya. Vanya pun merinding karena Arjuna menaruh kepalanya sangat dekat dengan lehernya.
Astaga gelii woi. Batin Vanya
"Lepas jun." Ucap Vanya
Arjuna sengaja meniup leher Vanya. Hal itu membuat Vanya merinding karena yang Arjuna lakukan membuatnya geli.
"Lep...passs." Ucap Vanya
"Kenapa sayang?" Ucap Arjuna
"Lepasin gue atau biji lo hilang." Ucap Vanya
"Kamu mau kemana?" Ucap Arjuna
"Kantor papa." Ucap Vanya
"Yasudah ayok." Ucap Arjuna
"Gausah ngikutin gue." Ucap Vanya
"Aku antar." Ucap Arjuna
"Gue bawa mobil." Ucap Vanya
"Bodoamat." Arjuna langsung menarik tangan Vanya keluar mansion, karena Vanya mendapatkan pesan dari Vanessa untuk meninggalkan dirinya bersama Satria.
Tentu saja Vanessa seperti itu atas paksaan Satria, karena saat ini satria masih memeluk Vanessa dari belakang.
"Vanya sudah pergi?" Ucap Satria
"Bersama Arjuna." Ucap Vanessa
"Bagus." Ucap Satria
"Apanya yang bagus?" Ucap Vanessa
"Baguslah jika dia bersama Arjun." Ucap Satria
"Ga kakaknya ga adiknya pemaksa." Ucap Vanessa
Satria pun iseng menggigit telinga Vanessa dari belakang.
"Kau lakukan sekali lagi, kupastikan urat diseluruh tubuhmu tidak berfungsi lagi." Ucap Vanessa
Satria semakin mengeratkan pelukannya, Vanessa tak henti-hentinya tersenyum karena sikap Satria yang begitu takut kehilangannya lagi.
"Nasib jomblo gini amat." Ucap Steve
Jangan lupa Like Comment and VOTE ๐
__ADS_1
Terimakasih bestie๐