I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 102


__ADS_3

Vanessa dkk sudah sampai di GM CLUB, mereka hanya diam di mobil yang terparkir disana. Dengan cepat Vanessa menghubungi Alvaro dan Bastian agar mereka menghidupkan perekam suara. Vanessa berbicara lewat earphone yang sudah tersambung dengan Alvaro dan bastian.


"Var,Bas segera aktifkan perekam suara kalian." Ucap Vanessa dengan menekan tombol earphone nya.


"Baik bos." Ucap Alvaro dan Bastian serempak.


"Oke kita tunggu mereka, Vi lo udah lacak keberadaan Karina." Ucap Vanessa


"Dia ada di ruangan pribadi milik g***** itu." Ucap Viola


"Di lantai 3 pojok kanan. Penjagaan disana super ketat." Sambung Viola


"Biar itu jadi urusan Alvaro dan Bastian." Ucap Vanessa datar


"Ya sesekali mereka gunakan otak JENIUS mereka." Ucap Vanya dengan menekan kata jenius.


Saat mereka fokus tiba-tiba mata mereka menangkap mobil yang tidak asing bagi mereka. saat pemiliknya keluar 4V pun sangat terkejut. karena yang keluar dari mobil itu adalah Rino,Arjuna,Brian dan Billy.


"Untung gue gak keluar tadi." Ucap Vinda karena seminggu ini dia selalu diganggu oleh Billy.


"Ada kak Rino pula, ngapain dia kesini." Ucap Vanessa

__ADS_1


"Mungkin nyari kakak ipar buat lo nes." Ucap Viola


"Sembarangan, gak bakal gue restuin dan kak Dean pasti nolak kalau beneran kak Rino nyari calon di Club Malam." Ucap Vanessa datar


Tiba-tiba mereka berhenti bicara karena kaca mobil di ketuk oleh seseorang, tak lain adalah Alvaro.


"Lapor bos Karina sudah bersama Bastian." Ucap Alvaro


"Gue harap kalian sudah bicara pada orang itu agar tidak bilang pada bibi dan pamannya." Ucap Vanessa datar


"Tenang bos semua beres, tetapi tadi ia meminta uang ganti untuk Karina sebesar 45jt." Ucap Alvaro


"Sudah gue duga itu tua Bangka akan meminta uang ganti." Ucap Vanessa datar


"Sudah bos." Ucap Alvaro


"Bawa Karina kesini." Ucap Vanessa datar. Alvaro pun mengangguk dan menuju ke tempat Bastian dan Karina berdiri.


Keadaan tubuh Karina penuh luka dan memar, wajah cantiknya harus ditutupi dengan luka memar. Matanya sembab karena ia sering menangis.


"Ini dia bos." Ucap Alvaro. seketika 4V melihat Karina, mereka menjadi iba dengan kondisi Karina.

__ADS_1


"Masukkan mobil." Ucap Vanessa datar. Alvaro dan Bastian pun membawa Karina agar satu mobil dengan 4V.


Karina duduk ditengah, di sebelah kirinya ada Vinda dan sebelah kanannya ada Viola. Karina ketakutan karena 4V memakai jubah BLS.


Tuhan, selamat kan saya. Batin Karina


Mereka pun melaju menuju ke markas, di mobil 4V sama-sama diam. sedangkan Karina hanya menundukkan kepala karena ia sepertinya sudah pasrah akan alur kehidupannya. kakinya nampak bergetar karena ia harus 1 mobil dengan pemimpin BLS. sampai di markas mereka segera turun begitu pula dengan Karina yang langsung digandeng Vinda menuju ke lantai 4.


Saat Vinda menggandeng tangan Karina, tangannya begitu gemetar dan sangat dingin. Vinda hanya bisa tersenyum dalam hati melihat ketakutan Karina. sampai di lantai 4, 4V langsung melepas topeng dan jubah nya lalu menaruhnya di lemari khusus milik mereka. Karina sangat terkejut saat melihat 4V.


Mereka sangat cantik, pantas saja disebut Para iblis cantik. Batin Karina


"Duduk kak." Ucap Viola ramah kepada Karina. tetapi karina masih enggan duduk ia masih begitu bingung dengan keadaan ini.


"Jangan sungkan kak, kami tau kalau kakak takut kepada kami." Ucap Vinda, akhirnya Karina pun duduk di samping Viola.


"Maaf sudah menakuti kakak, tapi niat kami baik kok." Ucap Irene yang baru keluar dari dapur bersama Adisya dan membawa beberapa jus juga cemilan.


"Ke.. kenapa kalian menolong saya." Ucap Karina sedikit gugup


"Karena kakak orang baik." Ucap Vanessa singkat

__ADS_1


"Tapi saya tidak mengenal kalian." Ucap Karina lembut


"Masalah itu nanti saja, sekarang bisakah kakak bercerita tentang luka yang ada di sekujur tubuh kakak itu." Ucap Viola. seketika wajah Karina menjadi sendu, ia pun menundukkan kepalanya.


__ADS_2