I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 115


__ADS_3

"Ehmm baiklah kita mulai dari mana dulu." Ucap Vanessa datar.


"Bagaimana kalau sang ketua ular hijau." Ucap vinda yang membuat ketua green snake menelan ludahnya kasar.


"Oh bapak tua." Ucap 4V serempak.


"Walaupun kalian membunuhku tetapi green snake masih menjadi mafia terbesar pertama." Ucap ketua green snake ketus.


"Benarkah?" Ucap 4V serempak.


"Tentu, BLS masih terbesar kedua setelah Green Snake." Ucap ketua green snake. Vanessa menyeringai lalu menepuk kedua tangannya.


Prok..prok..


Seketika televisi muncul dari dinding dan menayangkan rekaman ledakan markas utama milik green snake.


"Bagaimana masih menjadi yang pertama bila markas utama telah hancur." Ucap viola datar


"Markas yang lain masih berdiri kokoh di berbagai negara." Ucap ketua green snake


"Jangan terlalu percaya diri pak tua." Ucap Vanessa datar


"Green Snake sudah tidak bisa bangkit." Ucap Vanya ketus


"Karena Green Snake sudah hancur sampai ke akarnya." Ucap viola dan vinda.


Ketua green snake hanya bisa pasrah karena memang benar adanya, bahwa mafia BLS telah menghancurkan markasnya hingga tidak akan ada yang bisa membangkitkannya kembali.


"Tenang pak tua bila anda mati nanti. Peti mati sudah kami siapkan dengan rapi." Ucap vinda tersenyum miring


"Bahkan kayunya saja dari yang berkualitas tinggi." Ucap Vanya ketus

__ADS_1


"Sehingga anda akan dineraka dengan sangat tenang." Ucap viola santai


"Kalau nasibmu baik maka tempat istirahat terakhirmu adalah peti mati ini." Ucap vinda sambil menepuk peti mati di sampingnya.


"Tapi bila nasibmu buruk, maka tempat istirahat terakhirmu di perut Coco dan Black." Ucap viola menyeringai.


"Bawa Coco dan Black kesini." Ucap Vanessa datar tidak lama pun ada 4 orang yang selalu mengawasi Coco dan Black.


Coco adalah singa jantan paling ganas, Black adalah Puma hitam yang sama ganasnya dengan Coco. Kedua binatang ini hanya akan dapat dikendalikan oleh Vanessa dkk, saat ini mereka dibawa ke ruangan bawah tanah lebih tepatnya ruang penyiksaan yang sudah ada 4V.


Saat dua binatang ini melihat 4V sikap manja nya pun muncul. Coco berada di tengah antara Vanessa dan Vinda, sedangkan Black berada ditengah antara Vanya dan Viola. Kedua orang yang ada di depan 4V pun menelan ludahnya kasar karena melihat dua binatang ganas sudah di depan mereka.


"Wah Coco kau semakin besar saja." Ucap vinda yang mengelus kepala singa itu.


"Sama dengan Black. Sepertinya mereka sudah lama tidak menghukum manusia." Ucap viola datar.


Benar saja tatapan mata Coco dan Black tertuju pada ketua Green Snake seperti memiliki dendam padanya. Vanessa yang melihat tatapan tajam kedua peliharaan BLS pun menyeringai.


"Hewan yang cantik." Ucap ketua green snake.


Grrrr...nngghhhhaaaaaauuummmm


Mendengar perkataan ketua green snake Coco mengeram lalu mengaum sangat kencang di hadapan muka ketua Green Snake. Sehingga ketua Green snake menelan ludahnya kasar.


"Penglihatan yang mulai katarak." Ucap Vanya datar


"Ya sebab faktor usia." Ucap vanessa datar


"Apa matamu buta pak tua? Singa jantan kau bilang cantik." Ucap vinda ketus.


"Oh Coco bersabarlah. Memang orang tua di depanmu itu sungguh menjijikkan." Ucap viola menyeringai.

__ADS_1


"Baiklah cukup basa basi nya. Kita mulai permainannya ya." Ucap Vanya dingin


"Tenang pak tua kita akan bermain dokter-dokteran." Ucap viola sambil membolak-balikkan pisau lipatnya.


"Kita dokternya dan anda yang menjadi pasiennya." Ucap vinda tersenyum miring lalu mengambil pisau dapur yang ada di dinding ruagan itu.


"Lebih tepatnya kita dokter bedah." Ucap Vanessa menyeringai.


Akhirnya viola maju terlebih dahulu dan berjalan memutar di dekat ketua Green Snake. Dengan tatapan matanya yang sedang menelisik bagian yang pas untuk di sayat. Saat ia mendapatkan tempatnya pun menyeringai lalu menancapkannya.


Jlebbb..


Akkkhhhhhhhhhhhh


Pisau lipat tertancap pada pundak ketua Green Snake, viola pun semakin menekan pisau lipatnya.


Hahahaha


"Wah senangnya, kau tau pak tua teriakanmu sungguh semakin membuat ku bersemangat." Ucap viola tersenyum miring.


Lalu ia mencabut pisau itu lalu kembali menancapkan ke pundak satunya.


Jlebbb....


Aakkkkkhhhhh


"Wah teriakan yang menakjubkan." Ucap viola datar dan semakin menekan pisau lipatnya. Hal itu membuat ketua green snake meronta agar tangan nya yang diikat bisa terlepas dengan mudah.


Viola yang melihat itupun berjalan dan menghadap ke wajah ketua green snake.


"Semakin kau meronta maka semakin dalam pisau ku menancap pak tua." Ucap viola datar. Mendengar itu ketua green snake pun terdiam lagi.

__ADS_1


"Aishhh kau ini ketua tapi otakmu sangat minim." Ucap viola lalu menoyor kepala ketua green snake. Dan berbicara 'bodoh' tanpa suara lalu tersenyum sinis.


__ADS_2