
"Jaga batasan anda tuan, saya tidak pernah bertemu dengan anda. Dan lagi saya bukan wanita murahan yang bisa anda lecehkan sesuka hati anda." Ucap vanessa dengan menuding wajah satria dengan kesal. Sedangkan satria hanya tersenyum miring. Vanessa segera meninggalkan satria tetapi ia berbalik lagi.
"Satu lagi jaga sikap anda atau saya akan mengirim anda ke rumah sakit." Ucap vanessa dengan nada mengancam lalu meninggalkan satria.
"Saya tidak akan pernah takut, karena kamu milikku." Gumam satria menatap punggung vanessa yang mulai menjauh.
Vanessa tetap bergumam dengan nada sangat kesal. Hingga sampai di ruang tamu banyak teman-teman kakaknya yang menatap vanessa.
"SHIT." Ucap vanessa dengan nada sedikit keras
"Princess kakak tidak menyangka kalau kamu bisa berbicara sekasar itu." Ucap rino
"Berisik." Ucap vanessa ketus lalu tetap melanjutkan langkahnya. Sedangkan rino melongo melihat vanessa.
"Rino sepertinya princess sedang kesal, lebih baik kita jangan ganggu dia lebih dulu deh." Ucap reno diangguk i oleh rino.
Tidak lama pun satria masuk kembali ke mansion, disana semua menjadi curiga karena saat vanessa keluar satria juga keluar.
"Gimana ketemu ponsel lo." Ucap deni. Diangguk i satria dan menunjukkan ponselnya. Padahal itu hanya alasannya saja agar bisa bertatap dengan vanessa.
Tidak lama orang tua adis pun datang untuk menjemput adisya.
Tok..tok..tok..
"Dean,reno rino apakah vanessa sama yang lain sudah pulang." Ucap papa adis
"Oh sudah om bentar reno panggilin mereka." Ucap reno lalu menuju ke kamar vanessa untuk memanggil adisya.
__ADS_1
Tidak lama kemudian vanessa dkk pun turun untuk bertemu keluarga adis.
"Mama/tante." Ucap adisya dan vanessa serempak lalu berebut pelukan dengan mama adis. Banyak yang melongo melihat tingkah vanessa dan adis, sedangkan teman-temannya hanya menggelengkan kepala melihat mereka berdua.
"Kalian ini dari kecil hingga sekarang masih saja suka berebut." Ucap mama adis lalu memeluk vanessa dan adisya.
Didalam pelukan mama adis, vanessa dan adisya saling mengejek. Semua yang mengetahui itu jadi sedikit tau bahwa mereka juga memiliki sikap yang manja. Tidak lama ayah dan bunda juga daniar pun kembali.
"Kak nessa kak vanya." Ucap daniar sambil berlari ke arah vanessa dan vanya. Vanessa segera melepaskan pelukan mama adis dan memeluk daniar begitu juga dengan vanya.
Vanessa kamu harusnya memelukku seperti itu tadi. Batin satria
Vanya andaikan kamu memelukku pasti aku sangat bahagia. Batin arjuna
"Hai boy kau semakin tampan." Ucap vanessa lalu mencubit hidung daniar. Vanya hanya mengangguk saja.
"Tentu saja tidak kak." Ucap daniar lalu memeluk vinda,viola,irene dan adis secara bergantian.
"Ayah bunda." Ucap vanessa lalu memeluk kedua orang tuanya. Ayah dan bunda mengecup puncak kepala vanessa.
"Tuan waluyo mari mampir dulu." Ucap ayah
"Terimakasih tuan samudra tapi maaf kami tidak bisa lama-lama, karena ini juga sudah malam." Ucap papa adis
"Iya kami harus segera pulang karena masih banyak kerjaan yang harus kami selesaikan untuk besok." Ucap mama adis
"Ayah samudra dan bunda arin, adisya pamit pulang ya, adis akan selalu kesini kok." Ucap adisya
__ADS_1
"Hati-hati ya adis, bunda akan tunggu kamu untuk datang kesini sayang." Ucap bunda arin lalu mengecup puncak kepala adisya. Adisya hanya mengangguk karena bunda arin yang sangat sabar.
Adisya dan keluarganya pun pulang karena benar saja pekerjaan mamanya menumpuk dan begitu juga dengan ayahnya adis. Adisya membantu mamanya karena mulai besok ia sudah menjadi sekretaris pribadi di perusahaan milik vanessa.
Setelah kepergian adisya, viola dan kakaknya pun pamit untuk pulang. Karena sudah malam juga. Di mansion tertinggal vanya,vinda dan irene saja.
"Vio kita pulang ya." Ucap barrack lembut, viola pun tersenyum. Melihat senyuman viola michael semakin terpesona dengan viola.
Kenapa dadaku sangat bergetar melihat kamu tersenyum dita atau viola. Batin mike
"Baiklah kak, vio mau ambil barang vio dulu ya." Ucap viola diangguk i kakaknya. Viola bergegas menuju ke kamar vanessa. Lalu mereka pun pamit untuk pulang.
Vanessa dan satria saling tatap tetapi tatapan vanessa sangat tajam sehingga orang yang terlalu lama menatapnya akan sangat takut, vanessa menatap satria bagai bertemu dengan musuh tetapi satria menatap vanessa seperti kekasihnya. Satria pun tersenyum simpul saat vanessa memberi nya tatapan yang tajam.
Begitu juga dengan vanya dan arjuna mereka saling tatap. Tatapan vanya tajam tetapi arjuna memberikan tatapan cinta.
"Nes itu adiknya satria liatin gue terus." Ucap vanya berbisik pada vanessa.
"Apalagi kakaknya, benar-benar laki-laki tidak tau diri." Ucap vanessa berbisik
"Tidak tau diri gimana maksudnya." Ucap vanya lirih
"Saat gue keluar tadi, hampir saja dia nyuri first kiss gue." Ucap vanessa yang masih menatap satria.
"WHATT..." Teriak vanya membuat semua orang terkejut dan menatap ke arah vanya.
"Ups sorry." Ucap vanya dengan tersenyum.
__ADS_1