
Satu Bulan berlalu. Satria dan Vanessa semakin dekat, Vanya dan Arjuna akan bertunangan hari ini. Karena insiden beberapa hari yang lalu membuat Arjuna harus memperjelas hubungan nya.
Flashback On
Arjuna mendapat kiriman foto dari seseorang, foto itu terlihat jelas jika Vanya makan berdua dengan laki-laki yang ia kenal. Arjuna pun bergegas menuju ke restoran itu.
"Brengs*k kau."
Arjuna memukul setir mobilnya.
"Ga, gaada yang boleh memiliki Vanya selain aku." Ucap Arjuna
"Vanya hanya boleh bersamaku, tidak boleh dengan orang lain." Ucap Arjuna
Arjuna melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.
Sedangkan di restoran
"Bagaimana keadaanmu setelah perang waktu itu Vanya?"
"Sudah lebih baik kak." Ucap Vanya
"Apa mafia itu tidak bisa dihentikan?"
"Bisa saja kak." Ucap Vanya
"Caranya?"
"Aku tidak bisa mengatakan pada siapapun kak, karena ini janji yang kami buat." Ucap Vanya
"Oh baiklah."
Mereka pun makan dengan tenang, mereka tidak sadar jika ada yang memantau mereka dengan senyuman remeh.
Brakkk
Ketika mereka melihat orang yang menggebrak meja pun terkejut, orang itu memukul laki-laki di depan Vanya.
"Brengs*k."
Bugg
"Lo yang brengs*k."
Bugg
Perkelahian itu membuat pengunjung restoran heboh, bahkan ada yang memotret mereka.
"Stop." Ucap Vanya
Tetapi kedua laki-laki itu terus saling memukul.
"Stop, kalian membuat semua mata menatap kita." Ucap Vanya.
Tidak ada yang mendengarkan Vanya, mereka terus saling memukul. Akhirnya Vanya pun memegang baju belakang kedua laki-laki itu dan mereka pun berdiri.
"Masih mau lanjut hah?" Ucap Vanya
Mereka masih terus memukul walau sudah Vanya jauhkan.
"Gue pinjemin katana sekalian." Ucap Vanya
"Kalian itu sadar ga sih kalau jadi tatapan orang-orang." Sambung Vanya
Kedua laki-laki itu mengedarkan pandangan, Vanya melepaskan cengkeramannya dari baju belakang mereka.
"Jika ada diantara kalian menyebarkan berita ini, aku pastikan kekayaan kalian hilang dalam sekejap."
__ADS_1
Akhirnya orang-orang yang sudah memotret perkelahian mereka pun segera menghapus nya karena mereka tau jika itu adalah Arjuna Vebranza.
"Duduk." Ucap Vanya tegas. Mereka pun duduk tetapi masih saling musuhan. Arjuna mengusap bibirnya yang berdarah, orang itu mengusap hidungnya yang berdarah. Pelipis mereka sama-sama lebam.
"Juna apa maksut lo datang-datang main pukul aja." Ucap Vanya
"Lo selingkuh kan?" Ucap Arjuna. Vanya pun menaikkan alisnya sebelah dan menunjuk dirinya.
"Iya, lo selingkuh dengan dia." Ucap Arjuna dan menunjuk orang yang ada di sebelahnya.
"Lo salah paham." Ucap Vanya
"Ngelak aja lo." Ucap Arjuna
"Lo salah paham jun."
"Jelas-jelas lo berdua kencan." Ucap Arjuna
"Kita berdua gak merasa kencan."
"Lalu itu tadi namanya apa Rino Firli Samudra." Ucap Arjuna
"Gue bertemu Vanya disini, gue suruh dia gabung sama gue aja lagian kita ga berdua doang." Ucap Rino
"Maksut lo?" Ucap Arjuna. Rino pun mengarahkan dagunya, seseorang datang menghampiri meja mereka dia adalah Desy.
"Lo dapat informasi dari siapa?" Ucap Vanya
"Entahlah." Ucap Arjuna. Vanya pun menaikkan alisnya sebelah dan Arjuna memberikan ponselnya.
"Gue gak berdua, ada kak Desy juga." Ucap Vanya
"Hai maaf ya kalo lama."
"Eh kalian kenapa?" Ucap Desy
"Eh kalian berdarah, bentar gue ambilin kotak P3K." Ucap Desy lalu menuju ke dapur
"Jadi kalian...
"Iya, gue kesini nyamperin kak Desy karena resto ini miliknya." Ucap Vanya
"Gue kesini karena makanan disini enak banget." Ucap Rino
"Kita gaada niatan kencan." Ucap Vanya dan Rino
"Di foto itu lo ngusap kepala Vanya." Ucap Arjuna
"Emang salah kalau gue anggap Vanya Adek gue, sama kek Vanessa gitu. Salah?" Ucap Rino
"Ya salah." Ucap Arjuna
"Apanya yang salah?" Ucap Rino
"Lo sama Vanya gaada hubungan darah." Ucap Arjuna
"Gue dan Vanessa juga gada hubungan darah." Ucap Rino
"Kan lo sama Vanessa udah resmi Adek kakak." Ucap Arjuna
"Terus kalau gue anggep temen Vanessa kek Adek gue sendiri emang gaboleh?" Ucap Rino
"Ya gaboleh." Ucap Arjuna
"Mereka aja gamasalah kok lo jadi ngatur." Ucap Rino
"Bodoamat bulan depan gue mau tunangan sama Vanya." Ucap Arjuna. Desy pun datang membawa kotak P3K.
__ADS_1
"Lo gila ya." Ucap Vanya dengan nada tinggi
"Iya gue gila, gue gila jika lo deket sama orang lain maupun itu kakak gue sendiri pun." Ucap Arjuna dengan nada tak kalah tinggi
"Cemburu ga harus segitunya Jun." Ucap Vanya
"Gue sayang sama lo, sampai kapan lo nolak gue Vanya. Gue tulus sama lo, gue gamau orang lain dapatin lo, gue mau lo jadi milik gue bukan orang lain." Ucap Arjuna lembut. Vanya pun mengarahkan pandangannya yang semula menatap Arjuna jadi menatap ponselnya.
"Gue serius sama lo, gaada niatan gue main-main Vanya. Gue mau lo yang temenin kehidupan gue selanjutnya, gue gamau orang lain." Ucap Arjuna sambil menggenggam tangan Vanya.
"Jun lo bentak gue?" Ucap Vanya yang matanya mulai berkaca-kaca, karena ia benar-benar takut jika Arjuna marah padanya.
"Maaf sayang." Ucap Arjuna lalu meraih Vanya dan memeluknya.
"Maaf jika aku bentak kamu, aku benar-benar takut kehilangan kamu." Ucap Arjuna sambil mengusap-usap rambut Vanya.
"Aku gamau kamu jadi milik orang lain sayang. Maaf jika aku bentak kamu." Ucap Arjuna.
"Aku mohon sama kamu Vanya, bulan depan aku mau pertunangan kita terlaksana dan aku yang akan jaga kamu. Tidak ada yang namanya kakak adik tanpa hubungan darah." Ucap Arjuna. Rino yang diobati Desy pun hanya melirik saja. Vanya melepaskan pelukannya.
"Gue gamau lo jadi sasaran musuh Juna." Ucap Vanya
"Apapun resikonya jika itu bisa bersamamu aku tidak peduli." Ucap Arjuna
"Kalo lo terluka, gue gabisa maafin diri gue sendiri." Ucap Vanya
"Aku bisa jaga diri sayang dan aku juga bisa menjaga kamu." Ucap Arjuna
"Baiklah jika memang lo memaksa, kalau kedepannya lo nyesel karena sama gue. Gue bisa pergi dari kehidupan lo." Ucap Vanya
"Aku tidak akan menyesal, sedikit pun rasa menyesal dapatin kamu tidak akan pernah ada sayang." Ucap Arjuna
"Katakan itu semua pada papa dan mama besok." Ucap Vanya
"Kalau bisa malam ini aku temui papa dan mama kamu." Ucap Arjuna
"Lo harus meminta kedua orang tua lo buat nerima gue terutama mama lo yang benci sama gue." Ucap Vanya
"Tanpa persetujuan mereka pun aku masih bisa melaksanakan tunangan itu Vanya." Ucap Arjuna
"Obati luka lo." Ucap Vanya
Desy dan Rino hanya menjadi pendengar, sebenarnya Desy tidak mau mengobati Rino. Karena selama ini Desy dan Rino selalu bermusuhan, bahkan sekarang saja Desy mengobati Rino sedikit kasar.
"Lo niat ngobatin gue gak sih?" Ucap Rino
"Kan tangan lo masih utuh." Ucap Desy
"Kalau ngobatin orang itu kalem aja bisa ga?" Ucap Rino
"Ke orang lain bisa, ke lo engga." Ucap Desy
"Kenapa engga?" Ucap Rino
"Karena gue benci sama lo." Ucap Desy
"Awas lama-lama jadi cinta sama gue." Ucap Rino
"Kalau gue jatuh cinta sama lo, gue bakal warnain rambut gue jadi ungu." Ucap Desy
"Gue tunggu rambut lo jadi ungu." Ucap Rino
"Kalau rambut gue ungu emang lo mau ngapain?" Ucap Desy
"Gue bakal botakin rambut gue dan jual semua kuda yang gue punya." Ucap Rino
"Gue tunggu hal itu terjadi." Ucap Desy
__ADS_1
Flashback off