
"Ingat, ini bukan hanya untuk menjalankan tugas pada klien, tapi ini juga pembalasan dendam kita untuk pemimpi kita, untuk ayah ku, untuk keluarga ku" Vanilla sedang memberikan arahan dan semangat pada anak Tim nya bagaimana pun ini bukan hanya menyangkut dirinya tapi tentang orang lain.
"Apa semuanya sudah siap ? Bagaimana untuk pasukan A Apa senapan Mesin sudah di check ? Bagaimana dengan pasukan B apa pelengkapannya sempurna dan situasinya Bagaimana" Vanilla masih menatap peta yang di berikan untuknya, untuk menyerang mereka pada pemberontak.
"Semuanya sudah siapa ma'am" jawab dari jendral-jendral setiap pasukan, yah seperti perang semuanya sangat ribet. "Jika begitu bersiap lah" besok Vanilla akan menyerang amerika bagian timur dimana sarangnya sekelompok pemberontak.
"Apa kau yakin, akan melakukannya dengan kondisi mu seperti ini ?" Ucap sinna, sinna merupakan gadis keturunan Asia tepatnya dia dari Korea utara yang berhasil kabur dari negaranya itu, beruntung dia bisa bertemu dengan Vanilla itupun atas keberanian sinna yang berani melawan para pencuri.
__ADS_1
"Apa kau meragukan ku ?" Vanilla wanita pemilik mata kucing itu masih saja fokus dengan peta itu, entah apa yang di pikirkan "bukan begitu, aku tidak meragukan mu hanya saja bagaimana jika kau melahirkan disaat itu" sinna membayangkan nya merasa ngeri-ngeri sedep bagaimana jika itu kejadian. Vanilla merasa tersinggung sih dengan ucapan Sinna apa wanita berkulit pucat itu meragukan nya ? Meragukan anaknya yang sangat pengertian ini ?.
"Kau sebagainya siap-siap di banding menasehati ku" sinna tak memperpanjang lagi dia langsung pergi dari ruangan Vanilla, vanilla mengantur nafasnya dia menarik napas selama 3 dekat dan menahannya selam 4 detik lalu dia mengeluarkan nya melalui mulut dia melakukan nya berulang-ulang sampai dia bisa menahan emosinya dengan benar.
Berbeda dengan apa yang di lakukan Vanilla yang terkesan sangat santai Arsean malah sedang gelisah dan marah-marah. "Aku berharap kalian bisa diajak untuk kerja sama untuk besok, aku tak ingin ada yang kacau" Samuel yang mendengarnya saja sudah pusing dan mengalami panas kuping tapi tetep saja arsean tidak berhenti untuk terus mengomel.
"Oh yah, bagaimana Samuel dengan sekandal yang aku minta untuk menghancurkan Harrison" ambisi arsean untuk menghancurkan Harrison sudah benar-benar di luar pemikiran Samuel "belum ketemu, dia terlalu bersih untuk mendapatkan sekandal" Apa dia bersih ? Rasanya arseam ingin tertawa dengan kencang dia tak habis pikir bagaimana Harrison bisa di sebut bersih dia hanya bermain dengan licik saja dia bahkan tak ingin mengotori tangannya dengan melakukan kejahatan sungguh licik sekali.
__ADS_1
"Sialan kau Vanilla hanya karena kau aku ingin membunuh semua orang" arsean melempar rokoknya dia benar-benar tidak nyaman dengan keadaanya sekarang apa boleh buat untuk tidak mendatangi mansion Vanilla.
_________________________________________
[Sabtu, 06 Agustus 2022]
Author : Safira Aulia Hamidah
__ADS_1
Ig : Sfiranjk341
karena ini cerita versi baru dan belum selesai jadi, ini cerita on going. Harap baca dari bab awal, maaf tidak bisa panjang-panjang di lanjut besok saja saya ingin turu dulu