I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
Episode 33


__ADS_3

Arsean terus melajukan mobilnya diatas kecepatan rata-rata disamping kursi penumpang ada Vanilla, "lebih cepat sialan aku tidak ingin mati disini" Arsean menengok kearah Vanilla yang dari tadi memakinya tak ingin membuat semuanya makin panas Arsean kembali fokus pada jalannya.


Yah keduanya kembali terjebak, dibelakang sana ada setawanan tenk yang sedang mengejar mereka. Sebenarnya Vanilla dan Jeff sedang melakukan transaksi di pelabuhan yang biasanya tempat yang menjadi penyeludupan obat-obatan terlarang itu dan Arsean sendiri dengan scorpione anak buahnya yang akan menyeludupkan senjata secara illegal yang tengah menjadi incara darktiger musuh bubuyutan dari scorpione yah siapa lagi jika bukan Arga si tukang cari keributan.


Arga pikir Dia sedang beruntung, karena dengan satu lemparan dia dapat menembak 2 anak burung sekaligus ya Arga mengacau transaksi vanila dan menyelundupan Arsean yang terdiri dari senapan dan pistol yang jelas illegal ada beberapa yang diambil oleh darkTiger tak cukup sampai di sana arga ingin bermain-main terlebih dahulu dengan nyawa dua orang yang sering mengacaukan organisasinya "aku tidak akan membunuh kalian sekarang tapi aku ingin melihat kalian ketakutan terus" arga tersenyum dengan bahagia seakan apa yang dia lakukan saat ini sedang bermain kejar-kejaran antara mobil mainan dengan tank.


Arsean sesekali menatap kebelakang memastikan dia sudah jauh dari tank sialan milik arga, namun nyatanya tank itu aga lebih cepat entah si bodoh arga mendapatkan tank itu dari mana karena teknologi dari tank itu tidak bisa di remehkan bahkan kecepatannya. Arsean menghembuskan nafasnya kasar Arsean melihat sebuah gang yang cukup untuk mobilnya dengan kecepatan tinggi Arsean membelokan mobilnya, Arsean percaya bahwa tank milik arga tidak mungkin akan masuk kedalam sini karena nyatanya tidak akan muat.


Disini memiliki dusun-dusun rumah yang tadinya dari kantor di rumah menjadi rumah dusun oleh para nelayan, tidak ada yang berani melawan nelayan Disini karena kebanyakan dari mereka merupakan mantan narapidana yang kejam yang berhasil kabur dari penanjara mereka tidak akan sega-sega untuk membunuh orang yang mengusik kehidupan mereka.


Setelah memastikan mereka berhasil lolos dari arga,  Arsean menatap Vanilla sekilas yang tengah histeris sebelum ia mengikuti pandangan wanita itu dan dengan sekuat tenaga dan sisa waktu yang ada Arsean segera membelokan setirnya ke kanan jika tidak mungkin mereka akan terjun ke dalam dermaga itu. "Bisakah saat kau menyetir kau tetap fokus ? Aku tidak ingin mati sialan terlebih bersama mu" Sejak tadi Vanilla tidak hentinya terus memaki Arsean sedangkan pria itu hanya diam tak menanggapi semua ucapan wanita itu. Bukannya bersyukur karena Arsean masih sudi membantunya dari kejaran arga terlebih Vanilla pernah menculik sandraannya itu.

__ADS_1


"Kau benar-benar sialan......" sebelum Vanilla menyelesaikan ucapannya Arsean dengan segera memotongnya "diam" Vanilla memalingkan wajahnya menatap keluar sana sedangkan Arsean tengah mencoba fokus pada jalan namun gagal dia merasa tidak nyaman, Vanilla selalu ingin menatap wajah Arsean dan memakinya dalam satu waktu. Dia tidak mengerti mengapa dia harus terjebak bersama dengan Arsean.


Keduanya diam sampai mobil mereka sudah mencapai jalan buntu, keduanya sama-sama menghembuskan nafas berat. Arsean menyenderkan kepalanya di jok mobilnya dia tidak ingin menghancurkan suasana di hening ini tapi entah kenapa Vanilla malah menangis. "Ada apa dengan mu ?" Vanilla hanya terisak didalam tangisannya sebenarnya sejak tadi Vanilla sedang mencoba menetralisirkan perasaannya yang berubah menjadi begitu menggebu-gebu tapi bagaimana lagi dia tidak bisa terus.


Vanilla bersumpah dia mending terjebak di hutan dan di kepung oleh musuhnya dibanding duduk disini bersama dengan arsean. Vanilla mengusap perutnya arsean bisa melihat itu apa Vanilla akan melahirkan sekarang ? Apa dia merasakan kontraksi sialan Arsean ikut panik.


"Aku baik-baik saja, tapi..... Arsean bisakah kau bantu aku ?" Vanilla tidak bisa lagi menahan, sial semuanya gara-gara horman kehamilan yang sangat-sangat sialan ini dia jadi harus memohon pada Arsean tapi bagaimana lagi ini juga karena anak Arsean "Apa?" Vanilla menatap lekat Arsean sebelum ia melontarkan keinginannya "aku ingin mengigit leher mu" tanpa menunggu persetujuan Arsean Vanilla langsung menyerang Arsean sontak saja itu membuat arsean terkejut tapi dia tidak melawan dia membiarkan Vanilla melakukannya dia tau ini tidak akan terlalu sakit.


******


"Oh man, tenang lah" seakan di efek pria itu tak terima dia membawa Arsean ke sebuah markas kumuh, Arsean dengan tenang menatap orang-orang yang berada di markas itu.

__ADS_1


"Siapa ?" Tanya salah satu orang yang ada disana dia baru saja memasukan beberapa peluruh pada snapannya, "tidak tau, seperti dia mata-mata" yang benar saja diantara segelombolan pecundang itu tidak ada yang mengenalinya sama sekali ? Tapi itu lebih baik berarti tuannya lebih bodoh Arsean membatin.


"Apa harus kita habisi saja ?" Sahut yang lainnya "tidak, kita biarkan saja disini menjadi pesuruh" jawab pria yang membawa arsean kemari.


"Yah itu lebih baik" pria itu mendorong Arsean, Arsean membalik setengah badannya dan menatap dengan dendam keorang yang  mendorongnya itu "kau dengarkan disini kau hanya pesuruh, cepat ambilkan aku air" kaki arsean ditendang yang membuat keseimbangannya kacau Arsean terjatuh, sialan liat saja nanti bedebah akan ku patahkan kaki kalian nanti batin Arsean terus mengutuk orang-orang itu. Arsean harus benar-benar menjaga emosi nya dia harus sabar sampai dia bisa menangkap orang di balik para pecundang itu.


__________________________________________


[Kamis, 28 Juli 2022]


Author : Safira Aulia Hamidah

__ADS_1


Ig : Sfiranjk341


karena ini cerita versi baru dan belum selesai jadi, ini cerita on going. Harap baca dari bab awal


__ADS_2