I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 129


__ADS_3

"MOHON PERHATIANNYA, SAYA MEMINTA WAKTU ANDA SEMUA SEBENTAR. SELAIN ACARA INI ANNIVERSARY DAN PENGENALAN PUTRA PUTRI KAMI ADALAH PERTUNANGAN PUTRI KAMI VANESSA DENGAN PUTRA PERTAMA KELUARGA VEBRANZA." Ucap ayah samudra sambil tersenyum hangat.


"APA...." Ucap Vanessa dkk karena sangat terkejut dengan ucapan ayah samudra.


"Lo tu nes kalau tunangan sama kak satria gak kabari kita. Jahat banget lo" Ucap Irene ketus.


"Katanya gak bakal mau kalau sama kak satria, eh ternyata udah mau tunangan aja." Ucap viola sambil menatap ke arah Vanessa sinis.


"Gue sendiri gak tau soal ini." Ucap Vanessa datar karena memang kenyataannya ia benar-benar tidak tau masalah pertunangan ini.


"Kalau mau protes nanti saja nes, lebih baik lo segera naik ke sana. Kayaknya kak satria juga gak tau deh soal ini." Ucap vinda. Vanessa hanya mengangguk dan segera menuju ke atas panggung karena satria sudah berada disana dengan tatapan datar.


Vanessa hanya tersenyum tipis dan menatap tajam ke arah satria. Vanessa pun mengedarkan pandangan menuju ke tempat kakaknya, Dean,Reno dan Rino tersenyum hangat.


Oh jadi kerjaan mereka, awas kalian. Batin Vanessa menatap tajam ke arah ketiga kakaknya.


Dean,Reno dan Rino yang ditatap Vanessa dengan tajam pun merinding. Karena baru kali ini mereka ditatap sang adik perempuannya dengan tatapan tajam dan dingin.


"Kak Dean, kayaknya princess benar-benar marah pada kita." Ucap Reno sedikit berbisik.


"Itu urusan nanti." Ucap Dean santai. Sedangkan Rino benar-benar menelan salivanya karena dibuat merinding dengan tatapan Vanessa.

__ADS_1


"Satria,princess sini mendekat." Ucap ayah samudra lembut. Vanessa hanya bisa menurut saja, begitu pula dengan satria.


Mereka bertukar cincin yang telah disiapkan, Vanessa memasangkan ke jari satria, begitu pula satria memasangkan cincin ke jari Vanessa. Vanessa hanya memasang senyum tipis dan tatapan tajam pada satria, sedangkan satria masih senantiasa dengan wajah datarnya.


Banyak media yang mengabadikan moment ini dan acara ini disiarkan secara langsung jadi dari beberapa negara dapat menyaksikan acara yang keluarga Samudra selenggarakan.


Selesai bertukar cincin, Vanessa dan satria segera turun dari atas panggung yang tidak terlalu tinggi. Vanessa menghampiri Dean,Reno dan rino. Dengan tatapan tajam ia berikan kepada ketiga kakaknya.


"Urusan kita belum selesai." Ucap Vanessa dingin. Ketiga kakaknya pun terkejut dengan perubahan Vanessa.


Vanessa segera menghampiri teman-temannya, setelah ia berbincang dengan kelima temannya. Vanessa meninggalkan pesta itu menuju ke hotelnya, bahkan panggilan dari ayah dan bunda nya tidak ia hiraukan.


Maaf, ayah bunda. Nessa butuh waktu untuk menerima ini. Batin Vanessa.


"Princess tadi akan kemana." Ucap Dean lembut.


"Kakak pikir saja sendiri." Ucap viola ketus lalu meninggalkan Dean dan menyusul Vanessa. Begitu pula yang lainnya ikut menyusul Vanessa ke kamar hotel.


Dean merasa bersalah karena telah menjodohkan Vanessa tanpa sepengetahuan dirinya. Tapi di satu sisi ia begitu lega karena Vanessa tidak jatuh ke tangan laki-laki yang salah.


"Gak seharusnya lo lakuin ini ke gue." Ucap satria datar.

__ADS_1


"Gue bantu lo doang sat, gue tau kalau Adek gue sama lo dia gak akan merasakan sakit hati seperti kejadian yang dialami kedua orang tuanya." Ucap Dean


"Gue bisa dapatkan dia dengan cara gue, bukan gini. Lo sama aja memicu pertengkaran antara gue,lo dan saudara lo ke Vanessa." Ucap satria datar.


"Sorry, tapi ini pilihan yang terbaik. Lagipula kedua orang tua lo juga setuju kan." Ucap Dean.


"Terserah. Intinya lo harus jelasin semua ini ke Vanessa." Ucap satria datar lalu meninggalkan Dean sendirian.


Maafkan kakak princess, tapi ini juga demi kebaikan kamu. Satria mencintai kamu dan dia laki-laki yang tepat untuk masa depan kamu. Batin Dean


Vanessa terus berjalan meninggalkan pesta, ia menuju ke kamar hotelnya dan segera mengganti gaunnya dengan baju casual. Ia ingin menenangkan dirinya, karena ia masih kecewa kepada kakaknya yang tega menjodohkannya dengan satria.


Saat keluar dari kamar hotelnya, ia terkejut karena teman-temannya menyusul dirinya dan sudah mengganti gaunnya. Tidak lupa dengan tas yang ia bawa.


"Gue mau nenangin diri. Kalian kembali aja ke pesta itu." Ucap Vanessa datar.


"Kita akan ikut lo pergi nes." Ucap Vanya.


"Terserah." Ucap Vanessa datar.


Mereka pun berjalan menuju lift dan segera menuju ke parkiran mobil. Mereka membawa mobil masing-masing, kecuali Irene dan vinda yang memakai mobil BMW milik Irene.

__ADS_1


Vanessa dkk menuju ke markas BLS, sampai di markas mereka mengabaikan tatapan para anggota mereka. Tetapi Vanessa masih membiarkan beberapa anggota BLS mengamankan pesta keluarganya, karena ia juga tidak mau ada kekacauan di pesta keluarganya.


Sampai di markas, Vanessa segera masuk ke kamarnya dan mengunci dirinya. Teman-temannya pun merasakan apa yang dirasakan Vanessa, mereka hanya bisa diam ketika Vanessa butuh waktu untuk menyendiri.


__ADS_2