I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 210


__ADS_3

"Mau ke negara X?" Ucap Satria. Vanessa pun mengangguk.


"Kebetulan." Ucap Satria


"Apanya?" Ucap Vanessa


"Berangkat bersama saja." Ucap Satria


"Tidak." Ucap Vanessa


"Kenapa?" Ucap Satria


"Tidak apa-apa." Ucap Vanessa


"Ayolah sayang." Ucap Satria


"Sayang-sayang apaan dah." Ucap Vanessa


"Kamu kan milikku." Ucap Satria


"Mimpi." Ucap Vanessa


"Dan mimpi itu akan jadi nyata." Ucap Satria


"Lanjut." Ucap Vanessa


"Ada siapa?" Ucap Satria


"Billy." Ucap Vanessa


"Ngapain?" Ucap Satria


"Cek sendiri sana." Ucap Vanessa


Bukan mengikuti ucapan Vanessa, ia malah tiduran di paha Vanessa. Sedangkan Vanessa memilih meneruskan game nya, Satria memandang wajah Vanessa dari bawah ketika ia sangat fokus bermain PS.


"Kak, kebas lama-lama kalo gini." Ucap Vanessa


Bukan melepaskan satria malah menutup matanya, tidak lama terdengar dengkuran halus. Vanessa melihat orang yang ada di pahanya sudah tertidur pulas. Vanessa pun menarik nafas karena kakinya akan sangat kebas jika terlalu lama menopang kepala Satria.


Dari luar terlihat awan mulai gelap padahal masih sore dan pertanda akan hujan, kilatan petir pun mulai terlihat. Ketika Vanessa tau ada cahaya dari kilatan petir dengan tenang menutup telinga Satria.


"Nes mau huj


Ssstttt


"Sorry." Ucap Billy sedikit berbisik


"Vinda udah tidur?" Ucap Vanessa


"Udah nes, itu kak Satria kapan datang." Ucap Billy


"Beberapa menit yang lalu." Ucap Vanessa


"Mau kemana lo?" Ucap Vanessa

__ADS_1


"Mau beliin Vinda camilan ke supermarket bawah." Ucap Billy


"Sorry ya bil kalau dia ngerepotin lo." Ucap Vanessa


"Tidak apa-apa nes, lagian aku ga keberatan kok." Ucap Billy


"Oh iya bil, gue nitip dong camilan buat isi kulkas boleh kan." Ucap Vanessa


"Iya nes, ntar gue beli agak banyakan." Ucap Billy


"Tenang ntar gue ganti uangnya." Ucap Vanessa


"Gaperlu nes." Ucap Billy


"Gue gasuka kalau lo nolak bil." Ucap Vanessa


"Iya gue tau, tapi gaperlu diganti gapapa kok, lagian camilan harganya ga akan bener-bener nguras ATM gue." Ucap Billy


"Sombong juga ni pemilik restoran terbesar negara ini." Ucap Vanessa


"Hehehe."


"Oh iya nes, kalau kalian kumpul dan Vinda sudah sembuh gue mau ngomong ke kalian." Ucap Billy


"Kalian?" Ucap Vanessa


"Lo,Vanya,Viola sama Irene." Ucap Billy


"Ngomong apaan?" Ucap Vanessa


"Hmmm."


"Titip Vinda nes."


"Hmm."


------


Di mansion Nugraha


Viola masih tidak ingin bicara pada Barrack. Ia masih kesal karena Barrack terlalu ikut campur urusannya, sedangkan ia sendiri tidak pernah mengganggu urusan Barrack.


"Vio masih marah?" Ucap Qia


"Vio kesal kak." Ucap Viola


"Barrack begitu karena menyayangi kamu biar kehidupan kamu tidak berantakan. Lagipula kamu hanya punya Barrack dan Barrack hanya punya kamu. Selagi masih ada yang menyayangi kamu hargai lah, kakak hidup sendiri tidak memiliki saudara dan kamu beruntung masih memiliki kakak yang begitu perhatian ke kamu." Ucap Qia sambil mengelus punggung Viola.


"Tapi kan Vio berhak bahagia tanpa aturan dari kak Barrack." Ucap Viola


"Kakak mengerti kemauan Vio, tetapi kakak kamu pasti punya alasan melarang kamu dekat sama Mike." Ucap Qia


"Kakak hanya memandang masalalu kak Mike saja, sedangkan kak Mike sudah benar-benar berhenti hanya untuk aku." Ucap Viola


"Vio, kamu harus ingat sama kata 'Don't expect too much, humans change quickly too' Jika Mike bisa merubah tidak bermain perempuan hanya buat kamu, maka kapanpun juga dia bisa kembali bermain perempuan walaupun bersama kamu." Ucap Qia

__ADS_1


"Untuk merubah hal itu, kak Mike juga butuh waktu yang lama kak, bahkan kak Mike tidak pernah menginjakkan kakinya di club malam miliknya sendiri." Ucap Viola


"Vio yakin jika Mike tidak pernah menginjakkan kakinya ke club' nya sendiri? Sedangkan kamu tidak disampingnya." Ucap Qia


"Vio yakin kak, tapi sikap kak Barrack yang membuat kak Mike menjauh sama Vio." Ucap Viola


"Jika Mike sayang sama kamu, mau siapapun melarangnya untuk mendapatkan kamu akan dia lawan sekalipun itu kakakmu sendiri." Ucap Qia


"Vio haus gimana kak, Vio juga ingin bahagia." Ucap Viola yang memeluk Qia. Qia pun mencoba menenangkan Viola karena ia menangis dipelukan Qia.


"Sekarang coba kamu temui kakak kamu, kamu bicarakan baik-baik sama dia. Kalau kalian saling diam ga akan selesai masalah kalian." Ucap Qia


"Harusnya kak Barrack yang nemuin Vio." Ucap Viola


"Sesekali ngalah tidak apa-apa vi." Ucap Qia


"Baiklah kak, aku temui dulu kak Barrack." Ucap Viola


"Yaudah sana." Ucap Qia


Viola meninggalkan Qia di taman. Sedangkan Qia melamun karena ia merindukan orang tuanya yang meninggalkan dia saat kecil di panti asuhan.


Viola berjalan mendekati Barrack yang berada di ruang tamu, ia duduk di sebelah Barrack. Sedangkan Barrack hanya melirik saja.


"Ishh kak." Ucap Viola


"Hmm."


"Alasannya apa?" Ucap Viola


"Sampai kapan kamu tanya itu?" Ucap Barrack


"Sampai aku tau alasannya kenapa aku dilarang dekat kak Mike." Ucap Viola


"Baiklah kakak katakan." Ucap Barrack


"Kakak melarangmu dekat dengan Mike karena dia bukan laki-laki yang baik, dia sering gonta ganti wanita dan bisa saja Mike memakai mereka juga. Apalagi Mike pemilik club terbesar sudah pasti para wanita yang bekerja disana pernah dipakai Mike." Ucap Barrack


"Ada buktinya?" Ucap Viola


"Sudah banyak yang cerita kalau Mike pernah tidur dengan beberapa wanita." Ucap Barrack


"Ingat kak, jangan menilai orang dari luarnya aja." Ucap Viola


"Kakak tau Vi, tapi bukti juga banyak." Ucap Barrack


"Mana kalau memang ada buktinya Vio mau lihat." Ucap Viola


"Sudahlah, intinya kamu tidak boleh dekat dengan Mike." Ucap Barrack


"Kakak egois, kakak gapernah mikir perasaan Vio, bahkan ketika kakak jauh pun Vio ingin menghabiskan waktu sama kakak juga gabisa karena kakak selalu mementingkan pekerjaan. Apa kakak pikir Vio tidak iri dengan teman-teman Vio, ketika pulang dirindukan keluarganya. Kakak jauh dari Vio dan kakak tidak pernah tau apa yang Vio lewati."


"Selama ini yang menggantikan kakak ketiga tidak ada disini adalah kak Mike, dia bisa gantiin kakak bahkan ketika Vio ketakutan disini ketika mansion listriknya mati, siapa yang Vio hubungi jika bukan kak Mike. Buktinya Vio tidak apa-apa kan, jangan karena kak Mike pemilik club sehingga kakak menilainya sering gonta-ganti wanita."


Ucapan Viola membuat Barrack tidak bisa berkata apa-apa lagi, karena memang benar ketika ia jauh dari adiknya juga tidak bisa menghabiskan waktu bersama. Ketika ia pulang pun masih sibuk di ruang kerja.

__ADS_1


__ADS_2