I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 108


__ADS_3

"Bila ada yang tidak terima dengan sikap saya silahkan maju ke hadapan saya." Ucap Lia datar. semua orang pun hanya diam saja, Reno pun menghampiri Vanessa.


"Princess ada apa." Ucap Reno lembut


"Apa kau tidak terima dia kubuat seperti ini." Ucap Lia datar


"Aku tidak peduli apa yang akan kamu perbuat padanya princess." Ucap Reno lembut


"Bawa aku pergi dari sini." Ucap Lia datar diangguk i Reno dengan senyuman. sebelum ia pergi pun Vanessa sempat mengatakan sesuatu.


"Bila ada yang menuntut diriku maka aku sudah memiliki buktinya, Aku berdiri di dekat CCTV. Dan jika ada yang berniat menjebakku dengan memanipulasi CCTV itu jangan salahkan aku bila kalian dan keluarga kalian yang mendapat akibatnya." Ucap Vanessa yang sudah kembali ke tubuhnya.


"Van, sorry bila ada kekacauan di pesta lo. Gue bakal ganti rugi ini dan lo juga bisa cek CCTV hotel ini." Ucap reno. Rivan pun yang sudah menyaksikan bila Vanessa tidak bersalah pun membela Reno dan Vanessa.


"Tidak masalah bro, karena gue tau bila ini bukan salah cewek lo. kalem aja." Ucap Rivan santai.


"Thanks bro. gue pamit dulu ya." Ucap Reno lalu meninggalkan tempat pesta itu bersama Vanessa.


Sedangkan Nadia tidak ada satu orang pun yang menolongnya karena semua orang tau bila itu memang kesalahan Nadia. Tapi ada 1 orang yang menolongnya karena kasihan terhadap Nadia.


"Ayo kak, Saya bantu." Ucap wanita itu yang mencoba membantu Nadia berdiri. tetapi Nadia langsung mendorong wanita itu.


"Jangan sentuh gue." Ucap Nadia lalu mencoba berdiri sendiri tetapi malah terpeleset karena heelsnya yang tinggi dan lantai licin akibat sup itu.


Semua orang pun menahan tawa karena Nadia yang masih sombong padahal dirinya sudah tertimpa masalah.


"Jangan keras kepala kak. mari saya bantu." Ucap wanita itu, tetapi Nadia terus saja menolaknya.


"Pergi dari hadapan gue." Bentak Nadia

__ADS_1


"Baiklah kak, semoga kakak tidak terjadi seperti ini lagi ya. dan lukanya lekas sembuh ya." Ucap wanita itu lalu meninggalkan Nadia.


Nadia pun menahan sakitnya dan mencoba berdiri. lalu ia pun menuju ke mobilnya. di dalam mobil ia mengumpat dan menahan rasa sakit. dan menghubungi seseorang.


"Gue..ada tugas buat Lo." Ucap Nadia menyeringai.


------------------------


Di mobil Vanessa dan Reno menuju ke apartemen Vanessa,tiba-tiba ditengah perjalanan mereka dihadang 2 mobil hitam. Reno pun menghentikan mobilnya. lalu semua yang menghadang Vanessa dan Reno pun turun, mereka berjumlah 7 orang berpakaian hitam dan bertubuh kekar.


"Siapa mereka." Ucap Reno


"Entahlah kak." Ucap Vanessa santai. saat Reno akan turun dari mobil tiba-tiba Vanessa menghentikan Reno.


"Ada apa princess." Ucap Reno. seketika Vanessa pun memberikan pistol kepada Reno. Karena Vanessa sudah berjaga-jaga dari awal dan menyelipkan 2 pistol dijaketnya. Ia sengaja membawa jaket karena untuk menyembunyikan pistol itu.


"Sudah lama Nessa punya kak. untuk jaga-jaga aja." Ucap Vanessa santai. lalu segera turun begitu pula dengan Reno. ia menyembunyikan pistol nya di saku celana belakangnya.


Vanessa menyembunyikan pistolnya di dekat rok dressnya karena memang dress itu sudah Vanessa dkk desain khusus agar dapat menyimpan senjata seperti pistol dan pisau lipat andalan Vanessa dkk.


"Serahkan wanita itu." Ucap salah satu dari mereka.


"Atau nyawa yang akan jadi taruhanmu." Ancam salah satu dari mereka. sedangkan Vanessa hanya menyeringai mendengar ancaman dari mereka.


Baiklah hitung-hitung latihan untuk nanti. Batin Vanessa


Lo aja yang ngurus mereka, gue simpan tenaga buat nanti. Ucap Vanessa dalam batin kepada Lia.


Seketika Lia mengambil alih tubuh Vanessa. Dan Vanessa pun mulai terbiasa saat Lia mengambil alih tubuhnya. Lia pun tersenyum senang karena kali ini Vanessa menyerahkan misi kepadanya.

__ADS_1


"Gue ikut kalian. hihihi mimpi aja." Ucap Lia dengan tawa mengejek


"Seret wanita itu kemari." Ucap salah satu dari mereka yang sepertinya adalah ketuanya.


Semua anggota nya pun maju dan menyerang Vanessa dan Reno. Reno menghadapi 2 orang bertubuh kekar dengan cepat, karena Reno dan Rino diajarkan Dean beladiri dan cara menembak.


Sedangkan Vanessa harus menghadapi 4 laki-laki bertubuh tegap yang berdiri mengelilingi Vanessa. Vanessa masih terlihat sangat santai.


It's training time. Baby. Batin Vanessa menyeringai


Dengan kecepatan yang Vanessa kuasai. Sekali menendang memutar 4 tubuh pria itu pun terpental dan mereka merasakan sesak karena tendangan yang dikeluarkan Lia sedikit membuat mereka sakit.


BRAKK....


UHHUUKKK....


Dengan kekuatan yang masih mereka miliki, mereka pun berdiri dan kembali akan menyerang Vanessa. belum sempat mereka memukul Vanessa menarik 2 tengkuk laki-laki lalu membenturkan kepala mereka dan menarik sebelah tangan 2 laki-laki itu dan Lia pun memutarkan tubuh mereka dan akhirnya mereka pun pusing. Lia segera mendorong dengan kedua kakinya sehingga 2 laki-laki itu tersungkur.


Sisa 2 laki-laki vanessa melirik tajam ke arah mereka. Mereka pun sedikit ketakutan karena lirikan mereka, saat mereka saling pandang lalu melihat ke arah Vanessa tetapi Vanessa tidak ada ditempatnya semula. Melainkan sudah dibelakang mereka.


"BOOO."


Vanessa memelintir salah satu tangan mereka dengan sedikit tenaga yang Lia keluarkan tangan mereka pun patah seketika


Krekk...


Aaa...


Saat ketua mereka menembak ke arah Vanessa dengan cepat Vanessa menempetkan 2 tubuh pria itu. sehingga 2 peluru yang dilesatkan ketua mereka pun gagal mengenai tubuh Vanessa. seketika 2 pria kekar itu pun tumbang karena 4 peluru berhasil menembus ke jantung mereka.

__ADS_1


__ADS_2