
"Ada apaan sih van." Ucap irene
"Gak kok, gue lupa belum ngabari mama gue. Hehe bentar ya." Ucap vanya berbohong lalu mengeluarkan ponselnya sedangkan vanessa memutar bolanya malas.
"Kak, aku sudah punya incaran." Ucap arjuna kepada satria.
"Incaran mu adalah gadis yang mirip vanessa bukan." Ucap satria datar diangguk i arjuna.
Setelah itu vanessa dkk menuju ke kamar vanessa, mereka berencana akan ke apartemen pagi saja. Karena mereka sangat kelelahan dan tidak lama mereka pun tertidur, untungnya kasur vanessa double dua sehingga yang bawah bisa ditarik dan ditempati vinda bersama irene.
Diruang tamu teman-teman dean masih berada di sana, terutama satria yang sudah tau bahwa vanessa termasuk keluarga samudra ia sangat bahagia akhirnya bertemu dengan wanita incarannya.
"Sat, lo tadi natap adek gue gitu banget. Lo suka sama dia." Ucap dean
"Kalau iya kenapa." Ucap satria santai
"Wah baru kali ini gue lihat seorang satria jatuh cinta kepada gadis yang usianya dibawah dirinya." Ucap deni
"Biasanya para gadis yang mengejarnya tetapi sekarang satria yang mengejar gadis. Dan itu gadis yang masih berusia 20 tahun." Ucap dean dengan tersenyum meremehkan.
"Perbedaan usia bukan menjadi halangan untuk seseorang bila memang kita saling mencintai maka tidak ada siapapun yang dapat menghalanginya." Ucap satria santai
"Rekor terbaru satria berbicara panjang lebar." Ucap michael.
"Vanessa 20 tahun dan lo udah 26 tahun, sepertinya vanessa akan lebih memilih diriku kak." Ucap brian yang sengaja menggoda satria.
"Kita lihat saja kedepannya vanessa mau atau tidak bersama denganku." Ucap satria tersenyum miring.
"Arjuna seperti nya sangat menyukai vanya." Ucap billy
"Memang, sampai kapanpun aku akan berjuang untuk dirinya." Ucap arjuna
__ADS_1
"Adik kakak menyukai gadis yang berwajah mirip dan bersifat seperti kulkas kembar dua pintu." Ucap rino diangguk i semua temannya.
"Hei walau usia ku sudah 24 tahun tetapi itu tidak akan menghalangi usahaku untuk mendapatkan vanya." Ucap arjuna.
"Ya ya terserah kalian saja tuan muda vebranza." Ucap reno
Tidak lama teman-teman kakak vanessa pun pulang. Mereka menuju ke tempat mereka masing-masing, mereka semua bertekat untuk mendapatkan gadis incaran mereka.
Di dalam mobil satria,steve dan arjuna pun berbincang. Sedangkan steve masih teringat wajah adisya, ia seperti sangat mengenal wajah itu dan saat melihat orang tua adisya ia seperti dekat dengan mereka tetapi steve tidak dapat mengingat apapun.
"Kak apa kau tadi saat keluar menemui vanessa." Ucap arjuna
"Hemm." Deheman satria menunjukkan bila ia memang menemui vanessa.
"Asal kakak tau dia tadi mengumpat loh kak, kata-kata kasar pun banyak yang meluncur dari mulut vanessa. Iya kan steve." Ucap arjun.
"Betul tuan." Ucap steve
"Apa maksutmu." Ucap satria
"Ya apa kakak melakukan sesu.." belum selesai arjuna melanjutkan ucapannya sudah dipotong oleh satria.
"Aku hampir menciumnya." Ucap satria santai. Arjuna dan steve pun begitu terkejut.
"Apa kakak mulai tidak waras." Ucap arjuna yang tidak habis pikir dengan kelakuan kakaknya.
"Apa yang salah, aku hanya ingin menciumnya saja. Itu pun gagal." Ucap satria ketus
"Hahaha itulah karma kak, lagian kakak baru ketemu langsung cium aja. Agresif banget hati-hati kak nanti bisa disebut laki-laki brengs*k oleh vanessa." Ucap arjuna. Tetapi satria tidak memperdulikan ucapan arjuna. Itu membuat arjuna sangat kesal.
Di dalam mobil michael dan deni. Mereka memikirkan viola dan adisya.
__ADS_1
"Den bagi lo adiknya barrack cantik gak." Ucap mike
"Kenapa lo mau jadiin dia seperti mainan lo." Ucap deni
"Gue serius sekarang, gue bingung hanya adiknya barrack yang bisa buat hati gue kayak gini." Ucap mike dengan nada serius.
"Ya kalau lo suka usaha aja, lo tau kan barrack pasti tidak akan memberikan adiknya begitu saja kepada orang lain." Ucap deni.
"Terutama dengan kebiasaan lo yang main-main dengan wanita club malam." Sambung deni.
"Hei gue sudah tidak pernah berhubungan dengan para wanita itu, gue mulai serius dengan kerjaan dan malas memikirkan para wanita itu." Ucap mike ketus
"Hahaha berusaha saja mike, karena barrack bukan laki-laki yang mudah dibodohi." Ucap deni diangguk i mike.
"Ah kau suka pada gadis yang bernama adisya bukan." Ucap mike. Deni pun terkejut dan wajahnya mulai memerah.
Keliatan banget ya kalau gue suka sama dia. Batin deni
"E..emm oo.. gak kok biasa aja." Ucap deni tergagap karena ia sangat malu.
"Ah kurasa steve juga mengincar adisya." Ucap mike menggoda deni.
"Hei hanya gue yang boleh bersama adisya." Ucap deni dengan nada kesal. Entah kenapa deni tiba-tiba kesal saat tau bahwa steve sekretaris pribadi satria mengincar adisya.
"Hahaha lo tidak bisa berbohong den, kejar aja lagian lo juga jomblo kan." Ucap mike.
"Ngomong apaan sih lo. Ini gue antar lo ke apartemen atau mansion." Ucap deni mengalihkan pembicaraan.
"Ke apart lah gue males ke mansion." Ucap mike sambil menyandarkan badannya.
Hanya gue yang bisa milikin adisya, steve gue bakal buat lo mundur buat ngejar adisya. Batin deni
__ADS_1