
Dari kejauhan mereka melihat wanita memakai Baju serba hitam, Masker hitam dan topi berwarna hitam. wanita itu mengurai rambutnya, di kedua tangannya membawa Katana.
Vanya, Viola dan Vinda terus menatap wanita itu, bahkan keempat ketua mafia ikut menatap wanita itu. Ketua death doll pun menatap wanita itu, wanita itu mendekati mereka.
"You guys miss me?" Ucap wanita itu
"Asshhh... Siapa kau?" Ucap ketua death doll
"Hanya karena berita bod*h kalian menyerang kawasanku." Ucap wanita itu
"Tidak perlu banyak bicara nona." Ucap ketua Black crow
"Kau mengganggu kesenangan kami." Ucap ketua Red Fire
"Katakan saja kau siapa nona." Ucap ketua black snake
Tanpa menjawab ucapan mereka, wanita itu membalikkan badannya untuk melepas masker dan topi, dengan senang hati ia memakai topeng kebesarannya. Ketika wanita itu berbalik semua orang yang menatap wanita itu pun terkejut.
"Vanessa." Ucap orang-orang yang mengenal wanita dibalik topeng itu.
"Bos besar." Ucap anggota BLS yang masih hidup.
Keempat ketua mafia itu pun terkejut, wajah mereka mulai pucat. Karena memang Vanessa leader utama BLS dan leader terkuat di BLS.
"You scum, how dare you set your rotten feet on my base." Ucap Vanessa tegas. Vanessa mulai mengeratkan tangannya untuk menggenggam katana.
"Van, sepertinya ini lia." Bisik Viola
"Iya Van, lihat saja bola matanya berubah menjadi abu-abu." Bisik Vinda
"Only knowing the stupid news circulating you dare attack the lion's den." Ucap Vanessa
__ADS_1
Semua mata tertuju pada Vanessa, sedangkan mata Vanessa tetap tertuju pada keempat ketua itu. Matanya mengarah ke Vanya,Viola dan Vinda, melihat itu Vanessa semakin murka karena keempat sahabatnya terluka parah bahkan wajah mereka mulai pucat.
"KALIAN SAMPAH YANG BERANI MENYERANG ORANG-ORANG KU." Ucap Vanessa penuh tekanan.
"Tinggalkan markasku atau ku kirim kalian ke neraka." Ucap Vanessa
"Wah ternyata ini leader utama mafia BLS." Ucap ketua black snake. Ia mencoba mendekati Vanessa.
"Bagaimana jika kita sedikit bermain nona." Sambung ketua black snake, belum sempat tangannya menyentuh Vanessa.
Sring....
Kepala ketua black snake terpisah dari lehernya. Seluruh ketua mafia melotot karena kepala ketua black snake jatuh ke tanah. Vanessa membawa korek api dan membakar tubuh ketua black snake tanpa minyak bakar. Semua mata yang melihat itu pun merinding.
"Kalian tidak lupa kan, jika ketua BLS tidak mudah memaafkan seseorang, aku sudah menyuruh kalian pergi dari sini tetapi kalian masih keras kepala untuk tetap disini." Ucapan Vanessa digantung lalu
"DENGAN SENANG HATI KUKIRIM KALIAN KE NERAKA." Ucap Vanessa dengan senyuman devilnya bahkan ia melepas topengnya dan melempar ke sembarang arah.
Semua orang yang baru tau wajah Vanessa pun kagum, karena kecantikan nya.
Vanya,Viola dan Vinda yang tau ucapan Vanessa segera membuat ketiga ketua mafia itu berlutut. Ketiga ketua itu ingin memberontak tetapi mereka tau jika musuh yang harus mereka waspadai adalah gadis di depannya.
"Maaf nona, kami lancang menyerang kawasan anda?" Ucap ketua death doll.
Entah bagaimana caranya seluruh anggota BLS yang masih tersisa berhasil membuat musuh mereka tumbang. Bahkan sekarang yang tersisa hanyalah anggota BLS sendiri sedangkan Vanessa tetap berdiri di sebelah ketua black snake yang terbakar. Vanessa menendang kepala ketua black snake agar terbakar dan menyatu dengan tubuhnya.
Salah satu anggota BLS Vanessa suruh membawa jasad ketua black crocodile, dengan senang hati anggota itu membawa jasad ketua black crocodile di samping Vanessa.
Vanessa menancapkan kedua katana miliknya ke badan ketua black crocodile, ketiga ketua mafia itu menelan salivanya.
"Kalian datang membawa sampah ke markasku." Ucap Vanessa santai
__ADS_1
"Maafkan kami."
"Begini lah mafia di negara ini, hanya sok keras ketika dilawan memohon ampun." Ucap Vanessa
"Bawa ke ruangan bawah tanah." Perintah Vanessa pada anggota nya.
"Kami mohon maafkan kami."
"Ampuni kami nona."
Teriakan ketiga ketua mafia itu tidak membuat Vanessa memberikan ampunan. Ketiga ketua mafia itu dibawa ke ruang bawah tanah untuk permainan selanjutnya.
"Nes." Ucap Vanya. Vanessa hanya melirik ketiga temannya.
"Lia." Ucap Vanya. Vanessa menatap ketiga temannya.
"Kemarilah kalian." Ucap Vanessa merentangkan tangannya. Ketiga temannya pun berlari ke arahnya dan memeluk Vanessa, Irene dari atas pun turun kebawah untuk menemui Vanessa.
"Lo selama ini kemana aja nes?" Ucap Viola
"Apa harus seperti ini dulu baru lo keluar dari persembunyian." Ucap Vinda
"Maafkan aku." Ucap Vanessa
Mereka melepaskan pelukan, Irene berlari pada Vanessa, dengan senang hati Vanessa membalas pelukan Irene.
"Lo kemana aja nes, gue rindu sama lo, ketika lo pergi gue merasa hidup kembali seperti sebelum bertemu sama lo." Ucap Irene
"Haruskah begini dulu nes baru lo keluar dari persembunyian dan berkumpul sama kita lagi." Ucap Vanya
"Akan aku jelaskan nanti." Ucap Vanessa
__ADS_1
"Kita selesaikan permainan ini terlebih dahulu." Ucap Vanessa
"Para sampah ini membuat kawasanku hancur." Ucap Vanessa lirih