
Di mobil Vanessa hanya diam, biasanya dia akan bernyanyi ketika kumpulan lagu kesukaannya diputar Satria.
"Nessa."
Tidak ada jawaban apapun dari Vanessa, ia hanya menatap jendela luar dengan menyandarkan kepalanya di kursi mobil. Satria pun menggenggam tangan Vanessa.
"Eh"
"Kamu kenapa?" Ucap Satria
"Tidak apa-apa kak." Ucap Vanessa
"Cerita saja." Ucap Satria
"Nessa mau tanya aja kak." Ucap Vanessa
"Silahkan." Ucap Satria
"Kalau kakak jatuh cinta ke adik gitu, gimana menurut kakak?" Ucap Vanessa
"Kalau adik kakak tanpa ada ikatan darah bisa saja terjadi Nessa." Ucap Satria
"Misalkan itu terjadi sama Nessa gimana?" Ucap Vanessa
"Tidak akan kubiarkan itu terjadi." Ucap Satria
"Dean mencintaimu?" Sambung Satria
"Nessa hanya bertanya memangnya salah?" Ucap Vanessa
"Tidak, tapi kenapa kamu tiba-tiba tanya itu?" Ucap Satria
"Hanya bertanya karena ada film seorang kakak jatuh cinta pada adik tirinya." Ucap Vanessa
"Jika itu terjadi padamu, hari ini juga aku menikahi mu Vanessa." Ucap Satria
"Kau lebih menyeramkan dari musuh-musuh ku kak." Ucap Vanessa
Sedangkan Satria mulai merasa aneh pada Vanessa karena ia mulai mengerti tentang pertanyaan Vanessa.
Sampai di depan cafe, Vanessa segera memasang maskernya. Sebelum ia memasang maskernya, satria menarik tangan Vanessa, satria pun mencium pipi Vanessa.
Cup.
"Selalu." Ucap Vanessa
"Kamu milikku Nessa." Ucap Satria
"Yayayaya terserah." Ucap Vanessa. Ketika ia akan memasang maskernya, satria menahan tangan Vanessa.
"Apa lagi?" Ucap Vanessa. Satria menunjuk pipinya.
"Ish engga." Ucap Vanessa
"Yasudah disini saja." Ucap Satria
"Aih kak, lihat tuh temen-temen Nessa udah mulai menyiapkan sebelum buka." Ucap Vanessa
"Ini dulu dong." Ucap Satria. Vanessa memutar bola matanya, ia diam beberapa saat. Ketika satria akan berbicara, vanessa lebih dulu mencium pipinya.
Cup
__ADS_1
"Bye, jemput jam 10." Vanessa pun segera keluar dari mobil, ia malu karena pertama kalinya ia mencium Satria. Sedangkan Satria di mobil tersenyum dan gemas pada Vanessa.
"Apapun yang terjadi kamu tetap milikku Vanessa, Dean tidak akan pernah kubiarkan mengambil kamu dari ku." Ucap Satria
Satria menuju ke perusahaannya, ia memikirkan pertanyaan Vanessa, karena ia paham dengan tatapan Dean pada Vanessa sangat berbeda.
---------
Dean bangun jam 9, ia meregangkan otot-ototnya. Ia melihat di nakasnya ada makanan.
"Baru bangun Dean." Ucap Bunda
"Emm iya bunda." Ucap Dean
"Segera mandi terus makan itu ya." Ucap Bunda
"Bunda yang nyiapin ini?" Ucap Dean. Bunda pun mengangguk.
"Terimakasih bunda." Ucap Dean
"Iya, segera mandi makan terus turun ya, papa mau bicara sama kamu." Ucap Bunda
"Iya bunda."
-------
"Nessa." Ucap Vanya. Vanessa membuat pesanan pelanggan dengan bengong.
"Nes nes stop." Ucap Vanya. Vanessa terkejut karena Vanya memegang tangannya.
"Lo mikir apa?" Ucap Vanya
"Gue ga mikir apa-apa Van." Ucap Vanessa
"Serius gue gaada apa-apa, cuma rindu mama aja." Ucap Vanessa
"Sabar ya nes, gue tau perasaan lo." Ucap Vanya
"Thanks Van."
Gue tau lo sembunyiin sesuatu nes, apapun itu gue tunggu sampai lo cerita sendiri. Batin Vanya
Skip jam 10 malam
Satria menunggu Vanessa di depan cafe, tak lama Arjuna pun datang juga.
"Loh kak." Ucap Arjuna
"Hemm."
"Kapan kakak pulang?" Ucap Arjuna
"Kemarin."
"Kata mama kakak belum pulang." Ucap Arjuna
"Diapart."
"Oh pantesan, sudah dua Minggu Siska hilang kak." Ucap Arjuna
"Aku tidak peduli."
__ADS_1
"Mama menyuruhku mencarinya." Ucap Arjuna
"Carilah."
"Ogah kak, aku tidak ingin menyakiti hati Vanya." Ucap Arjuna
"Baguslah."
Beberapa menit kemudian Vanessa dkk keluar dari cafe, Vinda dan Irene satu mobil sedangkan Viola membawa mobil sendiri. Lila dan Lily sudah Vanessa perintahkan untuk membantu Tania, Rani dan Desy mengurus perusahaan.
"Ayo kak." Ucap Vanessa
Satria membukakan pintu untuk Vanessa, Arjuna pun melakukan hal yang sama. Satria dan Vanessa jalan lebih dulu.
"Vanessa aneh deh jun." Ucap Vanya
"Kenapa sayang?" Ucap Arjuna
"Dari tadi dia bengong mulu." Ucap Vanya
"Dia belum cerita apapun ke kamu sayang?" Ucap Arjuna
"Belum,dia cuma bilang kalau dia rindu mamanya." Ucap Vanya
"Mungkin dia memang rindu mamanya." Ucap Arjuna
"Tapi hatiku berkata jika ucapan Vanessa bohong." Ucap Vanya
"Biarkan saja sayang, mungkin Vanessa belum siap bercerita apapun pada kamu." Ucap Arjuna
"Langsung pulang?" Ucap Arjuna
"Kalau ada penjual makanan yang masih buka kesitu bentar, aku lapar." Ucap Vanya
"Siap sayang."
Vanya sudah menerima Arjuna di kehidupannya, sehingga Vanya mulai menjadi dirinya yang cerewet.
-----
Di mobil Vanessa memejamkan matanya, sedangkan Satria menyetir mobilnya satu tangan karena tangan satunya ia genggam kan pada tangan Vanessa.
Terdengar dengkuran halus dari Vanessa, satria pun sedikit mengurangi kecepatan mobilnya karena Vanessa benar-benar tertidur. Satria juga sedikit mengecilkan AC mobilnya agar Vanessa tidak terlalu kedinginan.
Sampai di mansion keluarga Samudra. Satria menggendong Vanessa masuk ke dalam mansion, di ruang tamu ada Dean dan Rino.
"Sini gue bawa princess ke kamarnya." Ucap Dean
"Gue bisa sendiri." Satria membawa Vanessa ke kamarnya, sebelum itu satria mencium kening Vanessa lalu segera keluar dari kamar Vanessa.
"Langsung pulang kak?" Ucap Rino. Satria hanya mengangguk lalu keluar dari mansion tanpa menatap Dean ataupun Rino.
"Emm kalian ada masalah?" Ucap Rino
"Tidak ada." Ucap Dean
"Tidak biasanya kak Satria begitu." Ucap Rino
BUTUH SARAN KALIAN BESTIE
__ADS_1
Untuk visual Satria lebih cocok atas atau bawah. jika kalian tanya kenapa keliatan tua, kalo lebih muda dari Arjuna kan gamungkin bestie apalagi dia kakaknya menurutku gitu sih. Cocok yang mana nih kalau atas itu sama kayak kemarin, yg bawah beda.