I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
Episode 41


__ADS_3

Samuel baru saja sampai saat polisi-polisi itu keluar dari ruangan arsean "Apa yang terjadi?" Samuel masih menatap keluaran sana, sampai akhirnya dia berada didepan arsean "vanilla di culik" ucap Arsean dengan nada yang lesuh, yah Arsean sendiri harus memilih mana bahkan dalam keadaan dalurat seperti ini.


Walau arsean sudah memilih untuk membantu kepolisian besok tapi tetap saja arsean tidak bisa menghianati anak buahnya, mereka juga sama masih bergantung hidup pada arsean belum lagi dia harus kehilangan beberapa barang karena sitaan dari polisi. Tapi jika tidak dia yang akan kehilangan istri dan ibu dari anaknya sialan sekali.


"Bagaimana bisa ?" Arsean yang tadinya tertunduk kini menatap Samuel "Bukankah kau tau apa penyebabnya ?" Arsean masih berpikir jika ini ulah Samuel yang telah mempublikasikan skandal-skandal Harrison yang mengakibatkan kalirnya politik nya hancur dan sekarang menjadi buronan polisi dan petinggi pemerintah. "Apa maksud mu ?" jelas-jelas saja Samuel tidak tau menahu tentang semua ini dan dengan mudahnya arsean menyalahkan Samuel ? "kau telah mempublikasikan semua skandal si b*jingan Harrison itukan ?" Arsean itu terlalu terlihat tenang dan biasa aja tapi terlihat jelas jika dia sedang marah karena rahangnya dan uratnya yang terlihat jelas.


"Aku bahkan tidak melakukan apapun, aku memang mencari tahu dia seperti yang kau perintahkan tapi aku tidak sampai untuk mempublikasikan hal itu sebelum kau perintahkan aku, semuanya masih aman" penjelasan itu harusnya cukup buat arsean mengerti tapi yah bagaimana lagi arsean sulit untuk mempercayai seseorang.


"Aku tau kau sulit mempercayai ku tapi yang jelas aku telah berkata jujur" lama terdiam akhirnya arsean melunak kembali. "lupakan, nanti kita akan mencari siapa dalang semua ini....." Arsean menjeda ucapannya dia mengusap wajahnya sebelum melanjutkan ucapannya "besok kau ikut aku kekantor polisi, kita akan melakukan pelajaran di mana tempat bersembunyinya si bedebah sialan itu" Samuel mengangguk, dia cukup berpikir keras sekarang. Dia tidak ingin di anggap sebagai pengkhianatan oleh sahabatnya selama ini.

__ADS_1


...*********...


Vanilla mulai membuka matanya perlahan, tatapannya masih kabur tak beberapa lama pandangannya mulai jernih Vanilla menatap ke arah kamera ponsel yang terlihat sedang vidio call dengan polisi ? Vanilla ingin sekali menjerit dan memanggil mereka tapi sulit karena mulutnya di lakban.


Vanilla beberapa kali mengoyang-goyangkan bangkunya agar mereka menyadari jika vanilla sudah bangun dari pingsan lamanya, Vanilla yang mulai frustasi dengan usaha yang dia lakukan tidak membuahkan kan hasil. Vanilla meruntuki dirinya yang hanya bisa menangis sekarang terdengar suara ketawa yang kencang dari depan sana bersama munculnya Harrison dengan pistol di tangannya.


"Selamat datang para pecundang" ucap Harrison masih dengan gilanya tertawa dengan kencang, di sebrang saya semuanya sedang kacau mereka belum menyalahkan Mc mereka. Sedangkan Arsean belum juga datang ke tempat itu bagaimana mereka akan mengetahui tempat Harrison berada, yah polisi membutuhkan Samuel untuk melacak keberadaan si Harrison bagaimana pun mereka belum secanggih seperti Arsean dan Samuel yang dengan mudahnya mendapatkan skandal-skandal tentang Harrison yang selama ini polisi cari tapi yah nihil hanya ada berita positif tentang pria paruh baya itu.


_________________________________________

__ADS_1


[Kamis, 11 Agustus 2022]


Author : Safira Aulia Hamidah


Ig : Sfiranjk341


karena ini cerita versi baru dan belum selesai jadi, ini cerita on going. Harap baca dari bab awal, maaf tidak bisa panjang-panjang saya sibuk akhir-akhir ini dan saya berharap banget cerita ini juga bisa selesai dalam waktu 3 bulan kedepan.


Terima Kasih telah mampir :)

__ADS_1


__ADS_2