
Beberapa bulan yang lalu
"Arsean" Samuel baru saja keluar dari lab nya, dan tak sengaja berpas-pasan dengan arsean yang terlihat terburu-buru dan diikuti dengan yang lainnya, "ada apa ?" tanya Samuel pada yang seorang pria yang berjalan paling akhir.
"kita gagal menjalankan permintaan klien" Samuel terlihat terkejut "maksud mu bagaimana ?" Samuel melipat tangannya di dada dia terlihat serius mendengarkan pria didepannya itu "yah, kau taukan beberapa politikus di negara ini menyewa kami untuk menjaga pengamanan mereka tapi lagi-lagi gagal ini kali keduanya kita gagal, mereka di tembak sampai m*ti" terlihat pria itu begitu geramnya, Samuel mengangguk dan pergi begitu saja mengikuti kemana Arsean pergi.
Samuel masuk keruangan Arsean "ada apa ?" Samuel berjalan mendekat kepada Arsean yang terduduk di kursi kebesarannya dengan balpen yang dia mainkan di tangannya, wajah Arsean memang terlihat datar tapi matanya tidak bisa berbohong jika dia sangat kesal.
"Kau taukan siapa yang menyebabkan kegagalan ini ?" Samuel sedangkan yang ditanya hanya mengangguk sebelum akhirnya menjelaskan "yah Diávolow nama geng Vanilla yang berasal dari 'Διάβολος' bahasa yunani yang memiliki arti setan" Arsean masih sama datarnya dia menatap dengan tajam sekarang.
__ADS_1
"Kau tau keduanya kan ?" Arsean terlihat begitu frustasi dengan semua ini "yah, itu Vanilla" Samuel mendudukan dirinya di sofa dan arsean beranjak dia menatap figuran-figuran yang dia simpan di lemari kaca "yah Vanilla, dia itu istri ku dan sekarang menjadi lawan ku sialan" Arsean tak habis pikir wanita itu semakin lama semakin liar dan menjadi-jadi.
"Kau tidak bisa menyalahkannya karena kau lebih memilih leona saat itu" Samuel tau konflik diantara keduanya dia juga tau kenapa Vanilla seperti orang kesetanan sekarang. "Kau tau semakin kau menyakitkan seseorang maka akan semakin kuat orang itu, jadi nikmati saya buah yang telah kau tanam" Arsean menatap Samuel dengan tatapan tak suka "diam, jangan menasehati ku" Samuel tersenyum miring dia tau sahabatnya ini terlalu keras dan tak seharusnya dia menasehatinya juga hah dia telah membuang waktunya sia-sia dengan menasehati manusia yang terbuat dari batu.
"yasudahlah, aku kesini juga bukan untuk itu. Aku hanya ingin memberi informasi padamu" Arsean menutup matanya dan menghebuskan napasnya kasar, harusnya Arsean bisa menjaga emosinya, "information tentang apa ?" Arsean duduk di sofa tunggal yang berada disisi kiri Samuel "tentang pembuhunan keluarga La Bella, dan yah ini masih bersangkutan dengan pengkhianatan di keluarga mu dulu" memang Arsean pernah meminta Samuel untuk menyelidiki tentang kejadian itu dimana menewaskan semua anggota keluarga vanilla tapi itu sudah lama sekali dan yah untuk pengkhianatan keluarganya Arsean tidak terlalu tahu karena saat itu dia masih terlalu kecil tentang rusaknya hubungan antara keluarga ayahnya dan kakek nya.
"Apa yang kau temukan" Samuel mengutak-atik iPad yang di bawa dan menunjukan sebuah foto "Dia Harrison, dia salah satu politikus yang paling di sering menyalonkan diri, dia terkenal baik dan taat hukum di belakang itu dia juga bermain licik. Yah manusia tidak pernah ada yang sempurna di balik mereka yang baik ada topeng kebusukan yang di sembunyikan" Samuel berdehem "dia masih satu garis dengan keturunan mu lebih tepatnya dia adalah sepupu ayah mu, jika di selidiki lebih dalam dia juga dekat dengan keluarga La Bella saat itu. Tapi entah saat kejadian pembant*ian keluarga La Bella dia menghilang dan baru muncul kembali 2 tahun yang lalu" Arsean menatap Samuel "singkatnya, dia memiliki sekelompok orang yang telah dia manipulatif untuk menghancurkan keluarga La Bella. Apa kau ingin menyelidikinya ?" keduanya saling bertatapan dengan penuh sirat di mata mereka.
Mengingat akan hal itu Arsean menjadi geram sendiri bagaimana Vanilla akan masuk kedalam lubang yang sama, percuman dia menyusun rencana yang bagus jika akan ada pengacau yang akan menghancurkannya. Arsean masih berada di gubuk reot itu entah sampai kapan karena akses untuk keluar dari sini lumayan sulit.
__ADS_1
"angkat tangan mu ! kau seorang penyusup.....!" Arsean membalikkan setengah badannya dan dia melihat Roy menyodorkan snap pan di kelapa Arsean, sial bagaimana ini gerutu Arsean didalam hatinya.
_________________________________________
[Senin, 03 Agustus 2022]
Author : Safira Aulia Hamidah
Ig : Sfiranjk341
__ADS_1
karena ini cerita versi baru dan belum selesai jadi, ini cerita on going. Harap baca dari bab awal