I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 116


__ADS_3

Viola segera mencabut pisaunya dan bisa dilihat bila darah terus merembes dari pundak ketua green snake. Lalu viola pun menepuk dengan keras tempat ia menancapkan pisau lipatnya, ketua green snake meringis kesakitan karena tepukan viola sangat keras.


Plakk...plakk...


Sssssshhhh


"Baru 1 iblis pak tua. Kuharap kau bertahan dengan 3 iblis lainnya." Ucap viola datar sambil membersihkan pisau nya dengan baju milik ketua green snake.


"Terutama dia.. Iblis satu itu harus kau takuti pak tua. Karena ia lebih berbahaya dari kami bertiga." Ucap viola sambil menunjuk ke arah Vanessa, sedangkan Vanessa hanya tersenyum miring.


"Good luck pak tua." Ucap viola lalu menuju ke samping Coco tempat ia berdiri semula.


Dan ganti Vanya yang melakukan permainan berikutnya. Dengan membawa pisau es di tangannya, karena ruangan itu banyak terdapat macam jenis pisau.


"Baiklah pak tua sebelah mana sekiranya cocok untuk pisau es ku ini." Ucap Vanya sambil membolak-balikkan pisaunya.


"Kau akan menyesal karena membunuhku nona." Ucap ketua green snake yang memancing tawa Vanya.


Hahahaha


"Apa yang akan aku sesali pak tua, sekarang kau sudah tidak memiliki apa-apa." Ucap Vanya ketus yang membuat ketua green snake terdiam.


"Harta green snake sudah jatuh ke mafia BLS. Dan mafia mu sudah musnah." Ucap Vanya datar.


"Kalian iblis bia***, lepaskan aku." Ucap ketua green snake.


"Kami memang iblis dan iblis ini adalah pencabut nyawa mu." Ucap Vanya datar lalu memotong jari tangan ketua green snake.

__ADS_1


Crashh...krakkk...


Aaakkkkkkkkkkkk


Kelima jari itu berjatuhan ke lantai dan darah mengucur dari tangannya. Vanya semakin menyeringai, karena jari itu jatuh ke lantai. Tetapi Coco mengendus jari itu.


"Coco, no. Jari itu terlalu najis untukmu." Ucap Vanya memperingatkan Coco agar tidak dimakan. Seketika Coco menegakkan kepalanya kembali. Tanpa banyak kata Vanya kembali memotong kelima jari di tangan satunya.


Crashh...krakk...


Aaaaaakkkkk ssshhhhh


"Itu akibatnya karena kau menyiksa anak kecil tidak bersalah." Ucap Vanya datar


"Dia anak haram." Ucap ketua green snake disela-sela kesakitannya. Vanya yang mendengar jawaban ketua green snake pun mendidih darahnya dan menendang perut orang itu.


"Kau yang haram sialan, dan kau tidak berhak menyiksa dirinya sialan." Bentak Vanya dan memukuli ketua green snake membabi buta.


Bugg...bugg...brakkk...krekkk...


Vanya terus memukul dan menendang ketua green snake hingga terkulai lemas di kursi tawanan. Tidak lama Vanya pun berhenti dan melihat keadaan ketua green snake yang sudah babak belur dan mulai lemas.


"Aku muak lihat wajahmu." Ucap Vanya dingin lalu mengambil pisau lipatnya dan menancapkan di lutut ketua green snake.


Jlebb...


Akkkkhhh

__ADS_1


"Berharap lah kau mati dengan keadaan utuh tua Bangka." Ucap Vanya ketus lalu mencabut pisau nya dan kembali ke tempat ia berdiri.


Dan ganti vinda yang melakukan permainannya dengan pisau dapur dikedua tangannya,vinda berjalan mendekat dengan tersenyum miring dan mendongakkan kepala ketua green snake agar menghadap ke arahnya.


"Ckckck pak tua kau ini malang sekali nasibmu ya." Ucap vinda dengan senyum mengejek.


"Cih dasar ja*****" Ucap ketua green snake sambil meludah i wajah vinda yang memakai topeng. Vinda pun semakin murka dan langsung menancapkan dua pisau dapur ke kepala ketua green snake.


Jjlleebbbb......


Aakkkkkhhhhh


"Sssst diamlah pak tua." Ucap vinda datar. Darah mengalir dari kepala ketua green snake dan vinda tidak berniat untuk mencabut pisau itu.


Lalu vinda memakai sarung tangan dan menarik lidah ketua green snake. Setelah lidah itu berhasil ditarik keluar vinda langsung mengambil pisau lipatnya dan memotong lidah ketua green snake.


Crashh...


Hammmammmn


Ketua green snake meronta karena keadaannya sungguh menyedihkan. Sedangkan vinda menyeringai sambil menenteng lidah ketua green snake, di mulut ketua green snake pun penuh dengan darah karena ulah vinda.


"Ini adalah organ yang selalu meremehkan perempuan." Ucap vinda lalu melemparkan Lidah ketua green snake ke pangkuannya.


"Btw itu pisaunya biarin disitu aja ya, kalau dicabut nanti nyawa lo lebih cepat melayang." Ucap vinda datar lalu kembali ke tempat ia semula berdiri.


Sedangkan laki-laki yang masih belum disiksa menelan ludahnya karena melihat penyiksaan yang sangat keji di sampingnya. Ia mulai berpikir apakah yang ia serang tadi adalah salah satu ketua BLS, jika iya maka itu akan sangat sulit untuk bisa kabur.

__ADS_1


Apa yang bernama Vanessa tadi salah satu dari keempat wanita ini. Jika iya maka tamat riwayatku diruangan ini dan bernasib sama dengan pak tua itu. Batin laki-laki yang disewa Nadia untuk membunuh Vanessa.


__ADS_2