
Vanessa dkk memutuskan untuk kembali ke markas. Bahkan Vanessa sudah bicara kepada kedua orang tua angkatnya, bila selama 1 Minggu ini vanessa kembali ke negara C untuk menemui keluarga mamanya. Padahal dia akan membalaskan dendam ke ayah kandungnya.
Mereka sudah berada di markas dan istirahat. Vanessa menyiapkan segala keperluannya di negara C. Keluarga mendiang mama nya benar-benar hidup dengan tentram, karena ia memerintahkan beberapa anggotanya untuk menjaga keamanan mereka.
Keesokannya Vanessa segera bersiap untuk keberangkatannya ke negara C, ia memakai jet pribadi BLS. Karena ia tau bila ayah kandungnya akan melacak keberadaan dirinya melalui penerbangan pada umumnya. Vanessa segera keluar dari kamarnya dengan menyeret kopernya, tidak lupa dengan memakai jubah dan topeng kebesaran BLS tetapi topengnya masih belum ia pakai.
Di meja makan ternyata sudah terdapat banyak makanan dan ada teman-temannya. Hanya 4V saja yang akan ke negara C, Irene dan Adisya harus menghandle perusahaan milik Vanessa serta milik BLS.
"Kak Rani, jaga perusahaan papa ya. Gue akan handle melalui email kak." Ucap Vanya.
"Iya Vanya, kakak handle kok." Ucap Rani lembut.
Mereka pun makan dengan tenang tidak ada yang berbicara, yang ada hanya dentingan sendok garpu dan piring. Selesai makan 4V segera menuju ke helipad dan disana sudah ada jet pribadi milik BLS.
"Dis,ren awasi terus perusahaan gue ya." Ucap Vanessa datar.
"Lo bisa percayain itu ke kita nes." Ucap Adisya lalu memeluk Vanessa.
"Jaga diri lo ya nes." Ucap Adisya disela pelukannya, Vanessa hanya bisa mengangguk.
"Kita berangkat, jangan lupa juga BL COMPANY kalian berdua juga harus menjaganya." Ucap vinda. Irene dan Adisya hanya bisa mengangguk.
4V segera masuk ke jet pribadinya, 5 menit kemudian jet pribadi pun lepas landas. 4V disibukkan dengan pekerjaan kantor, sambil menunggu mereka sampai di markas BLS mereka.
3jam kemudian mereka sudah sampai di negara C, mereka segera memakai topeng mereka. Turun dari jet pribadi mereka disambut para anggota BLS begitu pula dengan Fano dan Ilham yang termasuk tangan kanan mereka di negara kelahiran Vanessa.
"Selamat datang bos." Ucap semua anggota BLS. 4V hanya menganggukkan kepala.
__ADS_1
"Selamat datang bos." Ucap Fano dan ilham. 4v hanya berdehem lalu masuk ke markas. Anggota BLS pun bubar dan kembali melakukan kegiatan mereka.
4V berada di lantai 3, mereka berada di ruang berkumpul. 4V melepas topeng mereka, Vanessa memijit keningnya. Karena ia mulai pusing memikirkan masa depannya akan kah harus bersama satria.
"Apakah ada kejanggalan di BL COMPANY atau V'LI CORPORATION." Ucap vinda.
"Tidak ada bos, semua berjalan dengan mulus. Waktu itu pernah ada penghianat ya mereka berkahir di tiang belakang." Ucap Fano
"Kerja bagus." Ucap viola
"Bagaimana keluarga mendiang mama." Ucap Vanessa datar
"Mereka selalu aman bos, karena kami memperketat keamanan, jika mereka bepergian kami akan ikut." Ucap Ilham
"Tapi bos, tuan Adi meminta bantuan kami untuk menghancurkan anda." Ucap Fano sedikit hati-hati. Vanessa pun menegakkan kepalanya.
"Tentu saja, kami ingin tau bagaimana wajah saudara mu itu." Ucap viola yeng menggoda Vanessa.
"Dia bukan saudaraku." Ucap Vanessa dingin.
"Gak usah keluarin aura mematikan mu itu." Ucap vinda ketus. Vanessa hanya meliriknya saja, mereka pun memakai pakaian casual dan menuju ke kediaman Adi Pratama.
Skip
Sampai di depan gerbang, mereka melihat 2 penjaga yang berdiri disana. Vanessa segera turun dan menyapa penjaga itu.
"Apa tuan Adi ada dirumah." Ucap Vanessa datar
__ADS_1
"Siapa anda." Ucap penjaga itu
"Saya putri dari keluarga Samudra." Ucap vanessa datar.
"Oh anda nona Vanessa. Ada perlu apa bertemu beliau nona." Ucap salah satu penjaga itu.
"Saya sudah ada janji, dan beliau bilang saya segera disuruh masuk." Ucap Vanessa.
"Apa kami bisa mempercayai ucapan anda nona." Ucap salah satu penjaga itu yang memicingkan matanya.
"Apa kalian meragukan kebesaran keluarga samudra." Ucap Vanessa dingin.
"Tidak nona. Silahkan masuk." Ucap salah satu penjaga lalu membuka gerbang itu. Vanessa menganggukkan kepalanya.
Sekali-kali memakai nama keluarga tidak apa-apa lah. Batin Vanessa
Vanessa berjalan ke mobilnya, dan segera masuk ke halaman depan rumah keluarga baru Adi Pratama.
"Cih rumahnya lebih besar markas kita." Ucap viola
"Tunggu, itu pasti anaknya." Ucap Vanya lalu menunjuk ke arah gadis yang berdiri di balkon lantai 2.
Oh jadi itu anak kesayanganmu tuan. Batin Vanessa
"Nes, lo bilang usia dia sama dengan kita." Ucap vinda yang sedikit aneh melihat Sinta.
"Memang. Tapi lihat dandanannya yang begitu mirip boneka Annabelle." Ucap Vanessa datar.
__ADS_1
4V segera turun dari mobil, mereka berjalan ke pintu utama dan memencet bel.