I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
Episode 44


__ADS_3

"aku berjanji sekali lagi kau melukai vanilla akan aku patahkan seluruh sendi mu sampe kau mengalami kelunpuhan" arsean berguman dengan mendelih tak suka pada Harrison.


"Kalian sepertinya sudah tidak membutuhkan dia, kalian terlihat santai, apa kalian menyerah?" Harrison terus saja memendam mandir di ruangan kecil itu, Vanilla dia mengalami dehidrasi semakin waktu berjalan terlambat mungkin saja opsi selain mati karena di tembak ada opsi mati karena kehilangan cairan tubuh. Dia tidak banyak menengok ke atas karena dia takut hanya memberikan harapan pada arsean jadi dia memilih jika harus mati, dia mati saja jangan memberikan harapan pada siapapun.


Harrison yang sedang bahagia itu seketika terdiam mendengar banyak suara sirene polisi wajahnya langsung memucat, dia menatap was-was "sialan, ck" Harrison berdecih dia menatap tangannya yang masih memegang pistol yang masih mengarahkan nya pada kepala vanilla


"sebaiknya kau menyerah sekarang Mr. Harrison" negosiasi itu kembali bersuara setelah tadi kalah telak dengan Harrison.


"suruh mereka berhenti, atau jika tidak aku akan menembak dia sekarang juga" Mereka tau kali ini Harrison tidak sedang bercanda atau bermain-main dengan mereka.


"hentikan sebentar" Arsean dengan tenangnya memberikan perintah itu yang membuat beberapa polisi menoleh "tapi, ini sudah dekat kita mungkin akan mudah meringkus dia" balas salah satu polisi disana "Aku bilang hentikan dulu" Arsean sedikit menaikan nada bicaranya, dia masih mencoba untuk mengendalikan dirinya sendiri. sambil sesekali dia menenangkan anaknya yang tertidur di pangkuannya.

__ADS_1


"tapi....." masih ada saja yang menyolot membuat arsean jadi terbakar amarah sendiri "DIAM! kalian tidak mengerti apa jika disana sandraan itu manusia dan dia juga istri ku ! lebih baik ikuti perintahkan di banding dengan terus melawan, kalian ingin di pecat dari sini" dengan ancaman itu mampu membungkam kan mereka semua.


Saat itulah Harrison lengah karena terfokus melihat perdebatan arsean dan polisi itu, di belakang sana ada seorang pria jangkung besar yang menatap Harrison dengan mata merahnya dan rasa dendam mengangkatkan pistolnya mengarahkan pada dada Harrison namun, dia menuruunkannya kembali sampai pada betisnya.


Dorr.....


Suara jeritan peluruh yang keluar dari pistol itu nyaring bahkan seakan semuanya berubah menjadi hening sampai terdengar suara jeritan Harrison yang merintih kesakitan, Semua polisi yang berada di tempat itu segera berjalan masuk saat pertama kali melihat pintu itu mereka menatap aneh pria botak jangkung itu Lengkap dengan pistolnya "letakan senjata anda, tempat ini sudah di kepung" peringatan yang diberikan polisi yang berada paling depan itu.


Roy tersenyum saat Harrison yang tengah mengaduh-ngaduh karena rasa panas dan sakit yang di akibatkan semburan panas dari peluruh itu. Karena Jeritan itu semua atensi polisi beralih pada orang itu dan tetap memborgol Roy menahannya pada dinding.


Barulah mereka mengetakuasikan Harrison dengan vanilla, vanilla langsung di larikan ke rumah sakit karena tubuhnya yang sudah lemas itu.

__ADS_1


_________________________________________


[Selasa, 16 Agustus 2022]


Author : Safira Aulia Hamidah


Ig : Sfiranjk341


lanjut besok yah :) udah capek banget soalnya otaknya jadi susah mikir


Terima Kasih telah mampir :)

__ADS_1


__ADS_2