
Di perusahaan Nugraha-
Siang ini Qia sedang menemani Barrack untuk menyelesaikan pekerjaan kantor, Meja Qia sudah satu ruangan dengan Barrack karena permintaannya.
"Tuan." Ucap Qia
"Sudah ku katakan padamu kan jangan memanggilku tuan ketika berdua." Ucap Barrack
"B-barrack aku mau tanya sama kamu." Ucap Qia
"Katakan!" Ucap Barrack
"Apa kamu yakin melawan Mike?" Ucap Qia
"Kenapa?" Ucap Barrack yang masih belum memandang Qia.
"Bar, Mike kan teman kamu. Lagipula dia juga baik kan." Ucap Qia
"Tau apa kau tentang Mike." Ucap Barrack
"Mike sudah cerita semuanya ke aku, bagaimana seriusnya dia pada Vio." Ucap Qia
"Kapan kau bertemu dengan Mike?" Barrack mulai memandang Qia dengan tatapan menahan amarah.
"Dua hari yang lalu waktu di supermarket." Ucap Qia
"Jadi kau keluar dengan Mike?" Ucap Barrack
Barrack pun mendekat ke meja Qia, ia berdiri dibelakang Qia.
"Hah engga kok." Ucap Qia
"Kau sudah berani berbohong padaku hemm." Ucap Barrack
Barrack mulai mencium leher belakang Qia. Qia sekuat tenaga membuat pikirannya kembali seperti semula.
"B-bar aku tidak berbohong padamu." Ucap Qia
Barrack mengangkat dan mendudukkan Qia ke atas mejanya, sekarang Qia sudah berhadapan dengan Barrack. Sorot mata Barrack pun menandakan ia sedang marah karena Qia bertemu dengan Mike.
Barrack meraih pinggang Qia sehingga badannya bertabrakan, Qia hanya bisa menutup matanya karena ia takut jika harus memandang Barrack.
"Buka matamu."
Qia membuka matanya, benar saja wajah Barrack ada di dekat wajahnya.
"Coba jelaskan!" Ucap Barrack
"Kemarin aku bilang padamu jika ingin ke supermarket, disana aku bertemu Mike ia juga sedang belanja. Mike cerita jika dia benar-benar serius pada Vio, bahkan dia tidak ingin melawan mu karena kamu adalah temannya dari dulu." Ucap Qia
Qia sedikit takut karena Barrack menatapnya dengan intens. Bahkan hembusan nafas Barrack berasa di wajah Qia.
"B-bar bisa sedikit mundur." Ucap Qia
"Lanjutkan!" Ucap Barrack
"O-okey."
"Mike benar-benar tulus pada Vio, Mike juga tidak ingin jika Vio kamu jodohin sama orang lain. Aku juga kasian pada Mike karena perasaannya pada Vio lebih tulus dari laki-laki yang akan kamu kenalin ke Vio bar." Ucap Qia
"Tau apa kamu tentang laki-laki?" Ucap Barrack
"Bar, aku mungkin tidak pernah menyukai laki-laki tetapi aku bisa membedakan mana yang tulus mana yang tidak." Ucap Qia
"Aku yang lebih lama mengenal Mike dan aku tau bagaimana sifat Mike yang sebenarnya." Ucap Barrack
"Aku tau bar, tapi bisakan kamu beri Mike kesempatan buat buktiin kalau dia tulus pada Vio." Ucap Qia
"Jangan egois bar, kamu juga harus mikirin perasaan vio." Ucap Qia
__ADS_1
"Vio juga memiliki perasaan padanya, Mike juga...
"Stop, atau bibirmu bisa kupastikan bengkak kali ini."
Mendengar ancaman Barrack, Qia pun menutup mulut. Tiba-tiba Barrack memeluk Qia, ia menyembunyikan wajahnya dileher Qia.
Qia bisa merasakan dada Barrack berdetak kencang bahkan nafasnya memburu, ia tau jika Barrack mencoba meredam amarahnya.
Beberapa saat kemudian, hembusan nafas Barrack mulai normal kembali. Tetapi Barrack enggan melepas pelukannya, Qia mendengar pintu diketuk dari luar. Sebisa mungkin Qia mendorong Barrack. Tetapi Barrack tertidur dipelukan Qia.
Duh gimana nih, ketauan karyawan lain malah dikira gue yang godain nih. Batin Qia
"Siapa?" Qia sedikit berteriak.
"Vio kak."
"Masuk saja Vi."
Pintu mulai terbuka, vio pun terkejut karena posisi Qia dan Barrack cukup intens.
"Tolong jangan salah paham, kakakmu tertidur Vi." Ucap Qia
"Kok bisa kak Barrack tertidur hingga meluk kakak?" Ucap Viola
"Nanti kakak ceritain, sekarang bantu kakak buat lepasin pelukan tuan Barrack, pundakku mulai sakit Vi." Ucap Qia
Viola melepas pelukan Barrack pelan-pelan, ia memapah Barrack ke sofa yang ada di dalam kantor. Barrack tertidur cukup pulas, vio tau jika kakaknya tiap malam susah tidur dan menghabiskan waktunya di ruangan gym. Barrack tertidur bantalan paha Viola karena saat vio akan berdiri Barrack menarik pahanya.
"Kamu dari kantor?" Ucap Qia
"Iya kak, aku kesini bawain makanan itu buat kita makan bareng." Ucap Viola
"Vi, tuan Barrack tiap malam tidak tidur ya?" Ucap Qia
"Kak Barrack tiap malam susah tidur, entah apa yang sedang ia pikirkan kak. Ini pertama kalinya kak Barrack tidur sepulas ini." Ucap Viola
"Jadi ceritanya gimana kak?" Sambung Viola
Qia pun menjelaskan semua percakapan yang ia dan Barrack bicarakan, Viola pun mengerti karena ia tau jika kakaknya sangat menyukai Qia.
"Kakak suka padanya kan?" Ucap Viola
"Maksudnya apa Vi?" Ucap Qia
"Kak Barrack suka padamu kak." Ucap Viola
"Apa?" Ucap Qia
"Kakak adalah orang yang sudah kak Barrack incar dari dulu, awal kalian bertemu di restoran. Karena kak Barrack tidak sengaja melihat kakak dimarahi bos kakak disana." Ucap Viola
"Tapi Vi-
"Kakak bukan orang berada? Kak Barrack tidak peduli itu." Ucap Viola
"Bukan itu tap-
"Kakak dulunya penyuka sesama jenis? Kak Barrack bisa menghilangkan itu." Ucap Viola
"Bukan Vi tapi-
"Apa kak?" Ucap Viola
"Kakak sudah punya pacar."
Ucapan Qia membuat Viola terdiam karena selama ini kemanapun Barrack pergi pasti Qia ikut.
"Cewek atau cowok kak?" Ucap Viola
"Cewek." Ucap Qia
__ADS_1
"What the f*ck."
Viola benar-benar tidak bisa berkata apapun ketika Qia mengatakan dengan siapa ia menjalin hubungan.
"Siapa cewek itu?" Ucap Viola
"Maaf Vi, kakak tidak bisa memberi tahumu." Ucap Qia
Barrack pun bangun dari tidurnya, ia melihat Viola disampingnya seperti menahan amarah dan Qia yang sedang menunduk seperti ia melakukan kesalahan pada adiknya.
"Kapan kamu datang?" Ucap Barrack
"Tadi." Ucap Viola
"Tuh makan."
"Loh kamu mau kemana?" Ucap Barrack
"Balik ke kantor." Ucap Viola
"Sini Vi makan bersama." Ucap Barrack
"Gak. Kakak makan aja sama dia." Ucap Viola
Viola segera keluar dari ruangan Barrack, bahkan Viola menutup pintu ruangan Barrack dengan keras. Barrack yang tidak mengerti apapun hanya bisa diam melihat adiknya semarah itu.
"Vio kenapa?" Ucap Barrack
"Gaada apa-apa kok bar." Ucap Qia
"Jika tidak ada apa-apa kenapa dia semarah itu?" Ucap Barrack
"Aku pun bingung bar, ini makan dulu ya." Ucap Qia
Maaf bar aku tidak bisa bercerita padamu alasan Viola marah. Batin Qia
"Kalian berdua aneh." Ucap Barrack
"Ini makanan kesukaan kamu bar."
Qia memberikan makanan yang ia buka untuk Barrack. Barrack masih menatap Qia dengan intens.
"Jangan berani-berani kau menyembunyikan sesuatu dariku Qia, atau kau akan tau akibatnya."
Barrack mengatakan itu dengan serius, bahkan sorot matanya tajam ketika melihat Qia.
"I-iya bar."
Di dalam mobil Viola menahan amarah karena ucapan Qia, ia mengemudikan mobil dengan kecepatan penuh, bahkan jalanan sedikit padat ia trobos dan hampir menabrak pengendara lain.
"Qia Irdiana anjing."
"Gue benci sama lo, kuharap sesegera mungkin lo pergi dari kehidupan kakak gue."
Tin tin tin
"Minggir anjing, gue tebas kepala lo semua lama-lama."
Viola terus membunyikan klakson karena mobil didepannya menghalangi jalan. Viola pun menyenggol mobil itu, mobil itu mulai berjalan tetapi berhenti sebentar karena mobilnya lecet akibat ulah Viola.
"Hei turun."
Viola pun turun dari mobilnya.
"Apa anjing" Ucap Viola
"Ganti rugi lo."
Viola dengan cepat memberikan beberapa lembar uang pada orang tersebut.
__ADS_1
"Tuh makan, gausah halangin jalan gue lagi." Ucap Viola
Viola segera masuk ke dalam mobil dan membiarkan orang itu memarahinya karena Viola tidak ingin melukai orang karena amarahnya.