
"Apa maksud mu dengan melakukan itu ?" Vanilla menarik dari arsean yang kini terduduk di sofa dengan tablet nya dia seakan tak terganggu dengan apa yang di lakukan Vanilla, vanilla semakin menarik dasi arsean menunggu dia menatapnya "aku kewalahan menghadapi keluarga mu itu, mereka banyak menanyakan hal yang tidak aku ketahui sampai aku tak bisa menjawab semua itu" Yah setelah vanilla menelpon arsean yang tengah sibuk dengan perusahaanya akhirnya arsean menemui vanilla setelah 2 jam wanita itu menghubunginya.
"aku sendiri saja tidak tau dari mana mereka mengetahui hal itu" jawaban acuh tak acuh itu membuat vanilla kehilangan kesabarannya dia yang berdiri di hadapan arsean pun menaikan salah satu kaki jenjangnya, wanita bermata kucing itu menatap arsean dengan tatapan yang akan melelehkan semua kaum Adam dengan pesona seksi di tambah dengan vanilla mengenakan gaun di atas paha membuatnya semakin seksi.
"Apa kau sedang menggoda ku ?" Vanilla tak menjawab dia hanya tersenyum menggoda, arsean yang sudah lama menahan itupun meletakan tablet nya segera menarik vanilla kedalam pangkuannya. Tak menunggu lama arsean mencium vanilla dengan penuh nafsu dan kasar dan vanilla membalasnya dengan sama juga.
Entah sejak kapan keduanya sudah berada di atas ranjang, dan vanilla berada di bawa itu tersenyum senang ketika keduanya menjauhkan wajahnya dengan nafas yang terngah-ngah, saat arsean akan menyerangnya lagi vanilla dengan satu jarinya meletakan di bibir arsean "stop, aku pikir ini sudah cukup kita tak bisa melanjutkannya karena aku baru saja melahirkan" seketika arsean terdiam mencerna semuanya dan segera bangun wajahnya yang sudah merah karena nafsu semakin merah karena menahan marah pria itu segera berjalan menuju kamar mandi. Vanilla yang melihat itu tertawa dengan kencang akhirnya dia bisa membalaskan rasa kesalnya pada arsean.
__ADS_1
Tak usah di tanyakan apa yang di lakuka arsean, dia harus mandi air dingin disaat malam seperti ini. Saat pria itu keluar dia tak menemukan vanilla dengan pakaian yang ala kadarnya arsean keluar menuju ruangan setelahnya dan benar saja vanilla ada disana dia sedang memberikan asi pada Arson putranya.
Jika di tanya apa yang arsean rasakan sekarang, arsean juga tidak bisa mendeskripsikan apa yang dia rasakan sebagai seorang ayah. "Ada apa ?" Vanilla masih dengan posisi sama menatap arsean yang mematung didepan pintu, Arsean berjalan mendekat kearah Vanilla dan duduk di samping wanita itu menatap wajah anaknya yang tengah menggantikan dirinya.
"dia rakus sekali" komentar arsean saat melihat Arson yang menyusu seperti terburu-buru "tenang saja aku tidak akan mengambilnya" arsean merasa tatapan anaknya itu seakan menatang mengajak berduel dengan arsean. Vanilla hanya memutarkan matanya.
setelah menidurkan Arson keduanya keluar dari kamar itu untuk berbicara lagi "kau yakin tak ingin memtimbangkan apa yang aku saran kan ?" Vanilla masih tidak ingin kembali jika masih ad Leona diantara mereka "aku telah mempertimbanhkan hal itu" Arsean sebenarnya tidak ingin terlalu menceritakan semua yang terjadi di organisasinya.
__ADS_1
_________________________________________
[Jumat, 19 Agustus 2022]
Author : Safira Aulia Hamidah
Ig : Sfiranjk341
__ADS_1
lanjut besok yah :) udah capek banget soalnya otaknya jadi susah mikir
Terima Kasih telah mampir :)