I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 143


__ADS_3

4V sampai di makam mama Vanessa, Vanessa mulai meneteskan air mata. Ia masih sangat berat untuk kehilangan mamanya. Vanya,viola dan vinda pun memberikan ruang untuk Vanessa, mereka berjalan menuju ke mobil.


"Ma, Nessa datang. Maafin Nessa ya ma kalau Nessa baru bisa berkunjung. Nessa bawain bunga Lily dan mawar putih kesayangan mama." Ucap Vanessa sambil tersenyum. Tapi senyuman Vanessa menandakan kesedihan.


"Nessa sudah tinggal di negara A ma. Disana Nessa juga punya keluarga baru, tapi sayang Nessa ke mama masih sama. Mama apa kabar disana? Pasti mama bahagia kan. Mama disana jangan sedih lagi ya, oh iya ma Nessa sekarang bingung."


"Haruskah Nessa membunuh ayah ma, karena bagaimanapun juga mama berpesan pada Nessa untuk tidak membenci ayah. Tapi Nessa tidak bisa ma, Nessa benar-benar benci dan kecewa pada ayah. Tapi disisi lain Vanessa sudah janji akan balas dendam ke ayah, itupun Nessa janji di depan jasad mama."


"Maaf ma, Nessa melanggar ucapan mama kali ini. Nessa akan tetap membunuh ayah ma, maafin Nessa. Mama pasti sangat marah sama Nessa dan akan mencubit pipi Nessa." Ucap Vanessa tersenyum tulus ketika mengingat mendiang mamanya jika marah pada Nessa akan berbicara panjang sambil mencubit pipi Vanessa.


"Ma, perusahaan mama jatuh ke tangan Vanessa bukan ke tangan ayah. Dan untuk membuat ayah kehilangan jejak, maka Vanessa mengubah nama perusahaan mama. Dengan nama Vanessa dan mama."


"Ma, Nessa harus pamit karena malam ini Vanessa akan kembali ke negara A. Semoga mama bahagia dan tenang disisi Tuhan ya ma, Nessa sayang sama mama." Ucap Vanessa lalu mencium nisan mamanya.

__ADS_1


Vanessa segera meninggalkan makam mamanya, ia menghapus air matanya dan kembali ke wajah datarnya. Vanessa berjalan menuju ke mobil, disana teman-temannya sudah menunggu dirinya.


"Vi, ke markas sekarang. Kita harus packing karena malam ini kita harus ke negara A." Ucap Vanessa datar. Viola pun mengangguk dan menyalakan mobil.


Mereka melesat dengan kecepatan tinggi, karena jalanan sangat sepi. Sedangkan Vanessa terus berkutat dengan ponsel nya, di dalam mobil Vanessa mengeluarkan aura mematikannya sehingga dalam mobil lebih dingin walau keadaan AC sudah mati.


"Lo kenapa sih nes, aura lo ngebuat mobil ini serasa nampung salju." Ucap vinda ketus


"Ada penyusup di markas utama." Ucap Vanessa datar.


Mereka mendapat pesan dari Rizki jika di markas ada 2 penyusup dari mafia macan putih. Mereka tertangkap dan diikat di ruang eksekusi, dengan wajah yang sudah babak belur. Viko dan Daffa terluka karena saat mereka sedang istirahat penyusup itu masuk ke kamar mereka dan berniat membunuh Daffa dan Viko.


Tapi sayang usaha mereka untuk membunuh Daffa dan Viko gagal, karena Daffa dan Viko merasa ada yang masuk ke kamar mereka masing-masing. Sehingga perkelahian terjadi di kamar mereka, Viko mendapat beberapa luka ditangannya dan Daffa mendapat beberapa pukulan diwajahnya.

__ADS_1


"Kita harus segera kembali ke markas utama." Ucap Vanya datar.


"Kita tidak pernah membuat masalah dengan macan putih tapi kenapa mereka menyusup ke markas kita." Ucap vinda.


"Mungkin mereka sudah lama bergabung dengan BLS, tetapi disisi lain mereka masih bergabung dengan macan putih." Ucap viola sambil terus menatap lurus kedepan.


"Dan kita sendiri tidak pernah memantau Mafioso karena kesibukan kita." Ucap Vanessa datar.


"Benar juga, setelah ini kita harus mengetahui latar belakang Mafioso BLS." Ucap vinda.


"Suruh rudin dan Irene untuk mengetahui latar belakang mereka secepatnya." Ucap Vanya datar.


Vinda segera menghubungi Irene dan rudin, vinda pun menyampaikan pesan yang penting itu. Rudin dan Irene pun mengangguk, setelah mendapat panggilan dari vinda, Irene dan rudin segera melaksanakan perintah sang ketua.

__ADS_1


10.000 anggota diperiksa oleh mereka, tidak sedikit mereka menemukan jika anggotanya masih terikat dengan mafia lain, diantaranya sudah benar-benar terlepas dari mafia lain tapi masih ada juga yang masih terikat dengan mafia lain.


Anggota yang terikat dengan mafia lain sudah ditahan di belakang markas, banyak anggota yang setia dengan BLS tanpa terikat dengan mafia lain atau mafia lama. Viko,Daffa,Rizki dan Rudin tidak berani mengambil tindakan. Jadi mereka lebih baik menunggu 4V kembali ke negara A.


__ADS_2