
Ditempat lain-
Dean kesal dengan sikap satria yang semakin hari semakin dingin karena merasa kehilangan sosok adiknya.
Secinta itu lo sama dia bro, gue gak pernah lihat lo merasa kehilangan sosok wanita selama ini. Batin dean
"Bagaimana tuan?" Ucap sekertaris dean
"Apa kau melihat Steve?" Ucap Dean
"Tuan Steve tadi ada disebelah sana tuan." Ucap sekertaris dean
Saat ini Dean sedang melihat proyek pembangunan pusat perbelanjaan yang sudah berjalan 2 bulan.
"Steve." Ucap Dean
"Ah tuan Dean, maaf saya tidak melihat kedatangan anda." Ucap Steve dijawab anggukan oleh Dean.
"Apakah pembangunan ini harus tetap dilanjutkan?" Ucap Dean
"Entahlah tuan, saya sangat bingung." Ucap Steve
"Tuanmu itu benar-benar tidak peduli dengan pembangunan ini, karna dari dia memang tidak setuju dengan pembangunan ini." Ucap Dean
"Benar tuan, karna pembangunan ini membuat rumah warga tergusur, bahkan para petinggi lainnya tidak ada yang peduli dengan para warga." Ucap Steve
__ADS_1
"Ini tidak harus dilanjutkan Steve, karna para warga banyak yang memiliki putra/putri yang masih kecil. Dan mereka kehilangan rumah tanpa diganti rumah yang baru." Ucap Dean tegas
"Steve. Kau dan sekertaris ku tentukan tanggal untuk meeting ulang mengenai pembangunan ini." Ucap Dean
"Tapi kenapa tuan?" Ucap sekertaris dean
"Kau masih bertanya kenapa? Apa kau tidak melihat kesedihan diwajah mereka karena kehilangan rumah mereka? Dan mereka tidak mendapat apapun kecuali kesengsaraan." Ucap Dean mulai meninggi karena selama ini sekertarisnya sangat berani melawan perkataan Dean.
"B-baik tuan." Ucap sekertaris dean.
Dean pun meninggalkan sekertarisnya bersama Steve.
"Lain kali kau jangan macam-macam padanya tuan, karna ketika kesabaran tuan Dean habis, seluruh karirmu akan hancur dalam waktu beberapa menit." Ucap Steve
-Di BL COMPANY-
"Itu dia." Ucap Vanya dengan nada bicara dingin
"Oh itu orang yang membuat Adis dan keluarganya celaka." Ucap Irene. Vanya pun menjawab dengan anggukan.
"Gedeg banget gue, pengen gue tembak dari sini aja." Ucap Irene yang mulai mengeluarkan pistolnya.
"Tunggu ren, ada saatnya kita melukainya." Ucap Viola datar
"Pakai topeng kalian, dan kita temui dia." Ucap Vanya.
__ADS_1
Setelah memakai topeng, mereka pun keluar dan orang yang akan meeting bersama mereka pun dengan sok akrab menyapa mereka.
"Senang sekali bertemu anda ketua." Ucap orang itu. Keempat anak buah yang bersama orang itu pun ikut membungkukkan badan.
"Harusnya anda tidak parkir mobil disini tuan, karna untuk tamu ada di sebelah timur bukan barat." Ucap Viola datar
"Oh maaf nona, saya yang menyuruh mereka untuk parkir disini, karna saya tidak mengetahuinya." Ucap orang itu.
"Harusnya anda tau tuan, karna di depan sana sudah terdapat tulisan parkir khusus tamu di sebelah timur dan tanda panah merah sebesar itu apa anda tidak melihatnya." Ucap Irene ketus
"Maaf sekertaris re. Mungkin sopir saya tadi juga tidak melihatnya." Ucap orang itu
"Baiklah silahkan anda buat laporan ke resepsionis, kami tunggu di ruang meeting." Ucap vinda ketus
Mereka pun meninggalkan tamu mereka dengan anak buahnya, sedangkan orang itu menahan kepalan tangannya dibalik saku jas yang ia kenakan.
Jika kalian bukan ketua mafia sudah kubunuh kalian dari tadi, tetapi aku bisa memanfaatkan kalian untuk keselamatanku. Batin orang itu
"Bos, mereka benar-benar wanita yang sombong." Ucap salah satu anak buahnya.
"Benar bos, apa tidak sebaiknya kita hancurkan saja mereka." Ucap anak buahnya yang lain.
"Jangan, mereka bisa membuat kita aman dari kejaran mafia yang lain." Ucap orang yang mereka panggil bos.
"Tapi bos.."
__ADS_1
"Sudahlah kalian ikuti ucapanku saja, sekarang kita masuk kedalam. Karna momen ini tidak akan ku sia-siakan karena mereka baru menyetujui ajakan kerjasama dengan perusahaan kita." Ucap orang itu.
Mereka pun segera menuju ke meja resepsionis untuk memberikan laporan tamu datang ke BL Company. Baru menginjakkan kaki kedalam perusahaan BL Company, mereka dibuat kagum. Karena perusahaan BL Company bukan hanya terbilang perusahaan besar, tetapi juga perusahaan yang sangat megah. Bahkan terbilang sangat rapi walau pekerjaan yang karyawan BL Company lakukan sangat menumpuk.