I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 207


__ADS_3

Di apartemen.


Siska duduk santai dengan menyalakan televisinya awalnya ia masih biasa saja, tetapi ia terkejut ketika membuka ponselnya dan media menyebarkan berita tentang acara Vanya dan Arjuna.


'Putra kedua dari keluarga Vebranza akan melangsungkan tunangan pada malam ini.'


"Sial, apa maksutnya ini?"


"Arjuna? Tapi dengan siapa?"


Siska mengganti channel televisinya untuk melihat acara itu.


'Acara Putri pertama keluarga Bagaskara dan putra kedua keluarga Vebranza'


"Putri keluarga Bagaskara?"


Siska pun menghubungi mama Satria untuk memastikan berita itu.


Tut...Tut..


"Halo tante."


"..."


"Apa benar kalau Arjuna akan bertunangan malam ini?"


"..."


"Bagaimana bisa tante?"


"..."


"Tante tidak datang?"


"..."


"Tidak apa-apa tante, ku kira itu Satria."


"..."


"Hehe baik Tante."


Siska menutup telepon secara sepihak, dan berganti menghubungi seseorang.


"Halo. Bisa kau acak-acak acara besar malam ini."


--------


Semua orang yang ada di acara itu sedang menikmati makanan.


"Vin." Ucap Vanya


"Apaan?" Ucap Vinda


"Lo tadi suap-suapan sama Billy?" Ucap Vanya

__ADS_1


"Iya, emang kenapa? Salah ya?" Ucap Vinda


"Tuh lihat."


Vinda melihat ke arah yang ditunjuk Vanya, ia terkejut karena Daniar dan felisha pun melakukan seperti yang ia lakukan dengan Billy.


"Buset tuh bocil." Ucap Billy


"Nah loh, mana belepotan juga." Ucap Viola


"Kalian berdua kalau mau mesra lihat-lihat situasi dulu lah." Ucap Vanessa


"Kakaknya lupa berkaca ya?" Ucap Sinta


"Tau, dia sendiri dari tadi dipeluk mulu." Ucap Irene


"Gue ga minta ya." Ucap Vanessa


"Sama aja."


Setelah acara selesai, satria memang terus memeluk pinggang Vanessa. Berulang kali Vanessa untuk melepaskan tetapi Satria semakin mengeratkan pelukannya.


Saat akan acara penutupan tiba-tiba


Dorr..dorr....


"Ada apa ini?" Ucap Arjuna


"Ada perusuh di depan tuan." Ucap penjaga yang terluka karena tembakan.


"Kak Aldo, kali ini Nessa butuh bantuan kakak. Sudah pasti hotel ini dikepung, jadi Nessa minta kakak dan anggota kakak menjaga para tamu di dalam hotel saja." Ucap Vanessa


"Kalau kamu terluka lagi bagaimana Nessa." Ucap Aldo


"Nessa yakin tidak apa-apa kak, seperti nya hanya perusuh biasa." Ucap Vanessa


"Nessa, jaga diri kamu sayang." Ucap Satria. Vanessa pun mengangguk.


"Vanya, aku harap kamu menjaga diri kamu juga." Ucap Arjuna


"SEMUANYA MASUK KE DALAM HOTEL SEKARANG JUGA." TERIAK ALDO


Para tamu pun segera berlari masuk ke dalam hotel setelah mendapat instruksi dari Aldo.Sedangkan 4V dan Irene mengganti pakaian mereka.


Mereka keluar menggunakan jaket biasa dan memakai masker saja, karena mereka tidak membawa jubah dan topeng.


"Wah-wah perusuh di acara orang." Ucap Viola. Para perusuh itupun menatap kelima gadis itu.


"Tidak sayang nyawa ya." Ucap Vinda


"Serang mereka."


Dengan cekatan mereka melawan orang-orang yang sengaja merusak acara Vanya dan Arjuna.


Bug..bug...sring...

__ADS_1


Dorr..dorr...


Para tamu yang ada di dalam hotel pun ketakutan melihat hal itu, karena pengacau di acara itu semakin banyak.


Sedangkan di dalam hotel, tiba-tiba terdengar suara tembakan. Anggota Aldo yang sudah bersiap pun ikut melawan, semua orang bersembunyi. Aldo melawan 2 orang besar, Aldo dibantu Dean. Satria dan yang lain ikut membantu perlawanan dalam hotel.


"Irene, kau sudah hubungi Viko." Ucap Vanya


"Sudah, mereka segera menuju kesini." Ucap Irene


Bug..bug...


Dor..dor...


Pertarungan itu membuat para tamu semakin ketakutan karena bukan hanya diluar hotel tetapi di dalam hotel pun juga.


"Sudah tidak sayang nyawa rupanya." Ucap Vanessa. Dengan sekuat tenaga ia mengarahkan katana miliknya pada para musuh.


Sring...sring...


Viko,Daffa,Rudin dan Rizki pun datang dengan beberapa anggota BLS. Viko dan Rizki langsung masuk ke dalam hotel untuk membantu Aldo dan yang lainnya.


Semua orang pun terkejut karena BLS membantu melawan orang yang merusak acara itu.


Dor...dor..dorr...


"Maaf bos kami terlambat." Ucap Daffa


"Tidak masalah." Ucap Vanya


Di dalam hotel serangan sudah berakhir, walau Aldo harus kehilangan tiga anggotanya dan BLS kehilangan beberapa anggotanya.


Beberapa penjaga pun tewas karena serangan tersebut, serangan berakhir dan yang tersisa hanya 2 orang dari para perusuh itu. Vanessa dan Vanya menghampiri mereka.


"Katakan siapa yang menyuruhmu mengacau disini." Ucap Vanessa tegas


"Cih aku tidak akan mengatakannya." Ucap orang itu


Vanessa pun mencengkeram baju belakang orang itu dan menyeretnya masuk ke dalam hotel begitu pula dengan Vanya. Kedua orang itu mereka lempar ke tengah-tengah lobi hotel dan hanya berhadapan dengan Vanessa dan Vanya saja.


Orang-orang yang menyaksikan itu hanya bisa diam, bahkan Aldo dan yang lain hanya berniat melihat karena mereka sudah tau bagaimana kedua gadis itu ketika beraksi.


"Katakan siapa pengirimmu?" Ucap Vanya tetapi kedua orang itu masih tetap bungkam.


Vanya yang sudah emosi pun menendang wajah salah satu orang itu dengan keras, sehingga hidungnya mengeluarkan darah lalu mencengkeram baju orang itu.


"KATAKAN BANGS*T." Ucap Vanya tegas


"Jika kau masih diam...


"Dengan senang hati akan ku kirim kau pergi jauh dari sini." Ucap Vanya


Vanya mulai mengangkat katananya dan siap untuk memenggal kepala orang itu.


"Baik-baik akan aku katakan."

__ADS_1


__ADS_2