I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 57


__ADS_3

-Mobil Tuan Adi-


"Kamu ceroboh sinta menjual saham kepada V'LI CORPORATION." Ucap adi pratama ketus


"Maaf pa, tapi sinta yakin tidak salah kok pa untuk menjual kepada V'LI CORPORATION." Ucap sinta


Kenapa perusahaan Lusi tidak dapat kutemukan, bahkan sekretarisnya saja bekerja di V'LI CORPORATION. Batin tuan adi


"Papa jangan melamun." Ucap sinta tapi tuan adi tidak menghiraukannya


Bagaimanapun juga aku harus mendapatkan perusahaan Lusi sebelum vanessa. Batin tuan adi


"Papa awass..." Teriak sinta menyadarkan adi pratama. Tetapi kecelakaan tidak dapat dihindari karena mobil itu melesat dengan kecepatan penuh akhirnya menabrak mobil box yang sedang berhenti di samping trotoar.


BRAAKKKKKK


Adi pratama dan sinta pun tidak sadarkan diri karena kepalanya terbentur sangat keras.


-BL COMPANY


"Nes setelah ini kita kemana?" Ucap viola yang tangannya masih memeriksa dokumen penting.


"Eh tunggu ini laporan keuangan ada yang janggal deh." Ucap vinda menunjukkan kepada teman-temannya.


"What the.. gaes keuangan kita merosot bulan ini, apa ada yang korupsi uang perusahaan." Ucap viola.


"Ren,dis kalian selidiki ini, gue yakin ini ada hubungannya dengan bagian keuangan." Ucap vanessa


"Baik nes." Ucap irene dan adis serempak lalu meninggalkan ruangan 4V.

__ADS_1


"Beraninya dia berkhianat di perusahaan." Ucap vinda menahan amarah.


"Sudah kita tenang dulu. Akan ada saatnya kita menghukumnya kita biarkan dia di atas awan dulu lalu kita kirim dia ke bawah tanah." Ucap vanessa menyeringai, orang yang melihat senyuman itu pasti merinding. Tetapi teman-temannya sudah biasa karena mereka juga sama seperti vanessa.


Tidak lama kemudian alvian dan kevin masuk ke ruangan vanessa dkk. Mereka sangat terkejut atas ucapan irene dan adis yang memberitahu mereka bahwa keuangan perusahaan merosot. Alvian dan kevin pun merinding karena mereka selama ini menghandle semua.


"B..bos ma..maaf kami ceroboh." Ucap alvian menunduk, kevin hanya diam dan menunduk.


"Kenapa kalian ketakutan, kalian sudah berusaha jadi tenang saja." Ucap vanya


"Kalian bantu adis dan irene buat selidikin ini." Ucap vanessa. Alvian dan kevin mendongakkan kepala mereka.


"Siap bos." Ucap mereka serempak


"Baiklah kalian boleh kembali ke ruangan kalian." Ucap vanya.


Viola sedang menelfon bagian kantin untuk membawakan minuman dan makanan ke ruangan presdir. Tidak lama ada OG yang masuk tetapi bukan OG biasanya melainkan lain lagi. Untungnya vanessa dkk masih tetap menggunakan masker mereka. Vanessa dkk terkejut karena OG yang mengantar pesanan mereka bukan biasanya.


"I..iya nona saya masih baru disini." Ucap wanita itu tanpa menatap 4V.


"Sudah berapa lama kamu disini." Ucap Viola


"Baru 2 minggu nona." Ucap wanita itu.


"Siapa yang memasukkan kamu disini." Ucap vinda. Sedangkan vanessa dan vanya menatap makanan dan minuman itu mereka memastikan di dalamnya tidak ada apa-apanya.


"S saya b bisa kerja di..sini karena di bantu Pak Roni nona." Ucap wanita itu semakin merinding ia masuk kerja bukan karena ada lowongan melainkan dengan bantuan seseorang dari dalam perusahaan.


"Baiklah kamu boleh pergi." Ucap viola ketus. Wanita itu pun meninggalkan ruangan 4V. Setelah ia keluar dari ruangan 4V, ia bernafas lega karena ruangan presdir serasa menakutkan karena pemimpin mereka yang mengeluarkan aura kekuasaannya.

__ADS_1


"Roni bagian Direktur pemasaran. Dia pasti memaksa wanita itu untuk memberikan uang agar dapat masuk ke perusahaan." Ucap Vanya. Lalu mereka segera minum dan makan karena sudah di pastikan tidak ada apa-apa di dalamnya.


"Bagian keuangan siapa namanya." Ucap vinda


"Kalau gak salah namanya Aan deh. Mungkin sih kan gak tau lagi gue, gue mana peduli nama karyawan lain, itu urusan belakangan." Ucap viola datar lalu meminum jus yang dibawakan OG tadi.


"Biarkan mereka bangga atas keberhasilannya mengelabui kita, kita pura-pura tidak tau saja. Setelah itu kita ungkap dan hukum di depan semua karyawan agar tidak ada yang berani berbuat seperti itu." Ucap vanessa santai. Teman-temannya pun setuju.


"Nes presdir vebranza ingin bertemu denganmu." Ucap viola


"Aku tidak peduli, karena aku tidak mengenal dirinya." Ucap vanessa ketus


"Nes asal lo tau presdir vebranza group sangat tampan,kalau gue jadi lo pasti sangat bahagia." Ucap vinda


"Baiklah lo aja yang bersamanya." Ucap vanessa ketus


"Gue gak mau." Ucap vinda santai


"Maka jangan memaksa gue bertemu dengannya karena itu tidak penting." Ucap vanessa dingin


"Ya ya ya kau ini sebenarnya beruntung nes karena presdir vebranza group sangat kaya raya." Ucap viola


"Shit gue gak peduli dengan ucapan kalian." Ucap vanessa ketus lalu menuju ke kamar pribadi milik mereka.


"Eh panjul lo saja yang bersama presdir itu, vanessa tidak akan pedulikan ucapanmu." Ucap vanya lalu ikut menuju ke kamar pribadi yang ada 4 kasur queen size karena ruangan itu sangat luas.


"Dasar vanessa harusnya kan beruntung karena presdir itu menyukai nya." Ucap viola


"Gak tau deh, gue pengen istirahat ngantuk." Ucap vinda lalu menyusul vanessa dan vanya tidak lama viola ikut menyusul juga.

__ADS_1


Saat sudah menunjukkan jam 4 sore mereka pun menuju ke mansionnya. Karena saatnya sudah pulang, mereka melanjutkan pemantauan tentang penghianat di perusahaan.


__ADS_2