
Vanessa dkk menuju ke kamar milik hotel yang ditempati Vanessa. Sampai di kamar hotel milik Vanessa mereka hanya bisa duduk di sofa dan masih saling diam. Sedangkan Vanessa menuju kasurnya untuk membuka laptop canggih miliknya.
Tut..Tut.. Tut..
"Halo nes." Ucap laki-laki diseberang sana.
"Pastiin pesta kali ini tidak membuat kekacauan." Ucap Vanessa datar.
"Pasti kok. Gue,rudin,daffa,Rizki pasti sangat bisa lo andalin." Ucap laki-laki di seberang yaitu viko.
"Bagus. Karena firasat gue bener-bener gak enak dengan keadaan nanti malam." Ucap Vanessa datar.
"Lo tenang aja, kami akan berusaha sekuat tenaga untuk membuat pesta keluarga lo berjalan lancar." Ucap Viko santai. Vanessa hanya mengangguk lalu menutup video callnya bersama Viko melalui laptopnya.
"Gue besok langsung terbang ke negara C." Ucap Vanessa datar. Teman-teman Vanessa pun terkejut mendengar ucapan Vanessa.
"Kenapa tiba-tiba sih nes." Ucap vinda
"Kemungkinan besar setelah gue dikenal sebagai putri di keluarga Samudra pak tua itu akan mencari gue dan membuat berita untuk menghancurkan keluarga Samudra." Ucap Vanessa.
__ADS_1
"Intinya kita semua ikut nes, kita gak mau Lo kenapa-napa." Ucap Adisya.
"Terserah kalian saja, besok saatnya gue balas perbuatan pak tua itu." Ucap Vanessa lalu menutup laptopnya dan segera menjatuhkan diri di kasur.
Teman-teman Vanessa hanya menganggukkan kepala saja. Vanessa mengambil remot televisi dan segera mencari film untuk ia tonton. Adisya pun menekan tombol di dinding dan ternyata tombol itu adalah tombol untuk kasur king size lagi lalu merebahkan dirinya di kasur itu.
Vanya dan Irene ikut menjatuhkan diri mereka di kasur Vanessa, sedangkan viola dan vinda di sebelah Adisya. Mereka menonton film tentang psycopath, tidak ada ketakutan di wajah mereka. Yang ada hanya tatapan datar dan biasa saja tidak lama mereka pun tertidur dengan keadaan televisi masih menyala. Entah kenapa mereka lebih sering cepat tidur dari biasanya.
Malam pun tiba, pesta diadakan pukul 7. Vanessa merias dirinya sesuai keinginannya sendiri tanpa dibantu MUA karena ia terlalu malas untuk membiarkan orang lain menyentuh wajahnya.
Vanessa memakai gaun selutut berwarna silver dan sepatu heels yang tidak terlalu tinggi. Ia membuat rambutnya diikat kebelakang hanya beberapa bagian atasnya saja dengan ikat rambut yang terkesan elegan. Make up Vanessa pun sangat soft, ia memakai anting yang dibuat khusus dan bisa terhubung langsung pada anggotanya.
"Wah lihat princess di pesta ini sedang sibuk dengan rambutnya." Ucap viola dengan gaun berwarna biru tua selutut.
"Sini nes gue bantuin." Ucap vinda lalu mengambil alih catok yang ada di tangan Vanessa.
Teman-teman Vanessa memakai gaun yang selutut saja karena mereka berjaga-jaga bila ada penyerangan jadi mereka tidak terlalu ribet untuk menyerang balik. Vinda yang sibuk dengan rambut vanessa dan Irene yang sibuk membenarkan make up Vanessa. Tidak lama pun selesai dan mereka pun segera menuju ke pantai, jalan di depan hotel pun ditutup karena acara besar keluarga Vanessa.
Sampai di tempat pesta Vanessa dkk menjadi sorotan para wartawan yang hadir dan juga menjadi tatapan para tamu. Banyak wartawan yang berlomba-lomba mendapatkan foto Vanessa dkk karena penampilan mereka begitu simpel dan anggun.
__ADS_1
Banyak tamu undangan yang berbisik karena baru kali ini mereka melihat Vanessa dkk. Vanya dan Adisya pun menuju ke keluarganya. Felisha pun ikut hadir di pesta itu, sedangkan Vanessa menuju ke tempat Dean dan yang lain berdiri. Tidak lupa diantara mereka juga ada daniar, daniar yang melihat Vanessa datang pun langsung berlari ke arahnya dan memeluk Vanessa.
"Kamu kenapa sayang." Ucap Vanessa lembut.
"Tidak apa-apa kak." Ucap daniar lalu menarik tangan Vanessa agar mendekat ke tempatnya.
Lalu tidak lama terdengar suara pembawa acara dan memanggil tuan samudra untuk berdiri di atas panggung.
"SELAMAT MALAM SEMUANYA. SAYA PENYELENGGARA ACARA MENGUCAPKAN TERIMAKASIH KEPADA TAMU UNDANGAN YANG BERKENAN HADIR DI ACARA SEDERHANA KELUARGA SAYA YAITU ACARA ANNIVERSARY PERNIKAHAN SAYA DENGAN ISTRI SAYA TERCINTA."
"ACARA INI SEKALIGUS MEMPERKENALKAN WANITA YANG SAYA SAYANGI SETELAH ISTRI SAYA DAN PANGERAN KECIL DI KELUARGA KAMI. KEMARILAH SAYANG."
Para tamu pun banyak yang mengira tuan samudra selingkuh dan memiliki anak lagi di selingkuhannya, tetapi mereka juga heran karena bunda Arin sama sekali tidak menunjukkan kemarahan melainkan senyuman yang sangat manis.
"BAIKLAH SAYA AKAN PERKENALKAN GADIS YANG BERHARGA DI KELUARGA SAYA. DIA ADALAH VANESSA AULIA SAMUDRA DAN PANGERAN KECIL KELUARGA KAMI YAITU DANIAR ARIANSYAH SAMUDRA. MEREKA ADALAH BAGIAN KELUARGA SAMUDRA, YA MUNGKIN KALIAN BERTANYA-TANYA KENAPA BARU KALI INI MELIHAT MEREKA. KARENA SELAMA INI MEREKA BERADA DI LUAR NEGERI DAN SAYA BARU MEMPERKENALKAN KEPADA PUBLIK KALAU MEREKA ADALAH BUAH HATI KELUARGA KAMI." Ucap tuan samudra untuk menghindari tuduhan para kolega bisnisnya. Vanessa dan daniar pun berdiri di samping ayah mereka, dan acara ini pun disiarkan secara langsung. Vanessa tersenyum tipis saat kamera menyorot ke arahnya.
Lalu semua pun menikmati pestanya kembali setelah mendengar ucapan ayah samudra. Tetapi ditengah-tengah acara tiba-tiba ayah samudra pun kembali naik ke panggung dan memegang mikrofon.
"MOHON PERHATIANNYA, SAYA MEMINTA WAKTU ANDA SEMUA SEBENTAR. SELAIN ACARA INI ANNIVERSARY DAN PENGENALAN PUTRA PUTRI KAMI ADALAH PERTUNANGAN PUTRI KAMI VANESSA DENGAN PUTRA PERTAMA KELUARGA VEBRANZA."
__ADS_1
"APA...."