I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 212


__ADS_3

Sudah tiga hari mereka menjaga di cafe, ketika malam hari tidak ada satupun dari mereka yang mandi karena cafe semakin ramai. Vanessa memanggil Lila dan Lily untuk membantu mereka, sama seperti Vanessa dan yang lainnya, Lila dan Lily diajak foto bersama para pengunjung cafe.


"Lengket banget badan gue anjrit." Ucap Irene


"Sama aja, buat cuci muka aja gasempet gini." Ucap Vinda


"Kalau lo mandi yaudah sana, gantian mandi dilantai tiga aja." Ucap Vanessa


"Gue duluan deh." Ucap Vinda.


Vinda segera menuju ke lantai tiga untuk mandi, karena lantai tiga memang ruangan khusus mereka sendiri.


"Bos, saya ke parkiran sebentar." Ucap Lily


Setelah mengatakan itu, Lily segera berlari menuju ke parkiran, Vanessa, Vanya, Viola, Irene dan Lila pun bingung dengan tingkah Lily.


"Kembaran lo kenapa?" Ucap Viola


"Saya sendiri tidak tau bos." Ucap Lila


Tiba-tiba Lily kembali dengan menyeret seseorang masuk ke dalam cafe, hal itu membuat para pengunjung menatap Lily. Vanessa pun menatap Lily begitu juga yang lainnya.


"Katakan." Ucap Lila tegas. Tetapi orang yang diseret Lily masih menutup mulut, karena Lily sudah kesal pun menampar pipi orang tersebut.


Plakk


"KATAKAN." Bentak Lily


"Lily stop." Ucap Vanya


"Jelasin kenapa?" Ucap Viola


"Dan kenapa muka orang ini lebam semua?" Ucap Irene


"Masih gamau bicara anda, dihadapan anda adalah pemilik cafenya sekaligus leader BLS." Ucap Lily.


Orang itu semakin menundukkan kepalanya karena Lily sangat geram pada orang itu, Lily memukul pelipis matanya.


"Stop." Ucap Vanessa. Lily menghentikan pukulannya.


"KATAKAN BANGSAT." Ucap Lily


"Sa..saya m..minta maaf." Ucap orang itu


"Kenapa?" Ucap Vanessa


"Say..saya..mem..membuat..kegadu..han..di parkiran..ca..cafe nona." Ucap orang itu


"Tatap lawan bicaramu." Ucap Vanya tegas. Orang itu tidak ingin mendongakkan kepalanya, Vanessa mengisyaratkan Lily untuk membuat orang itu menatap Vanessa.


Lily menjambak rambut orang itu ke belakang, sehingga orang itu menatap Vanessa, Vanessa pun berjongkok di hadapannya.


"Kau membuat apa?" Ucap Vanessa


"Sshh..saya...membuat.. kegaduhan di cafe milik.. anda." Ucap orang itu yang menahan sakit dikepala nya karena Lily menjambak rambutnya sedikit kencang.


"Langsung ke intinya lah." Ucap Irene

__ADS_1


"Sa.. saya memalak o.. orang-orang yang berkunjung di cafe ini." Ucap Orang itu.


"Kenapa bisa ini lolos dari satpam?" Ucap Vinda yang baru selesai mandi.


"Seperti pencuri biasanya." Ucap Lily


"Menghindar dan masuk ke pintu belakang cafe." Ucap Lila


"Kau butuh kerja?" Ucap Vanessa


"I..iya nona.. untuk mencukupi kebutuhan keluarga saya." Ucap orang itu


"Aku tau pekerjaan apa yang cocok denganmu." Ucap Vanessa


Vanessa membisikkan pada Lila, Lila pun mengangguk dan segera memanggil Viko. Viko datang ke hadapan Vanessa lalu membawa orang itu pergi. Vanessa pun tersenyum miring.


"Lo beri kerjaan ke dia?" Ucap Vanya. Vanessa pun mengangguk.


"Lo kan tau dia buat kegaduhan disini." Ucap Viola


"Pekerjaan yang gue berikan itu sepadan dengan tingkahnya." Ucap Vanessa santai


Vanessa meninggalkan mereka dan kembali membuat minuman yang sudah ditunggu pelanggan.


"Dia ngasih kerjaan apa lil?" Ucap Vanya


"Nidurin serigala dewasa." Ucap Lila


Hahahahahaha


Mereka melanjutkan untuk menjaga cafe tersebut hingga pukul 10 malam waktunya tutup, sudah tiga hari juga Vanessa diantar dan dijemput oleh Reno karena permintaan Satria.


"Lo tadi gapapa kan Ly?" Ucap Irene


"Saya tidak apa-apa." Ucap Lily


"Tidak perlu terlalu formal." Ucap Vanessa


"Maaf bos kami tidak terbiasa." Ucap Lila


"Maka dari itu biasakan." Ucap Vanya


"Akan kami coba bos." Ucap Lily


Mereka tidak lupa merapikan cafe kembali dan kembali menjaga besok pagi. Vanessa sudah di jemput Rino karena Reno harus membantu Dean menyelesaikan seluruh pekerjaan kantor.


"Udah dijemput nes?" Ucap Vanya


"Noh didepan." Ucap Vanessa


"Tumben kak Rino yang jemput?" Ucap Irene


"Mungkin kak Reno sibuk." Ucap Vanessa


"Kakak mu cakep nes." Ucap Lila tanpa sadar.


"Hah?"

__ADS_1


Mereka serentak mengucapkan itu karena baru kali ini Lila tertarik pada pria, terakhir kali Lila tertarik pada laki-laki waktu pertama kali bertemu Viko, tetapi ia sadar jika Viko sudah bersama Rani.


"Tertarik sama kakaknya Nessa lo?" Ucap Vinda. Lila pun sadar dari lamunannya.


"Eh apa?" Ucap Lila


"Mau sama kakaknya Nessa?" Ucap Viola


"Kebetulan kak Rino belum punya cewek." Ucap Irene. Sedangkan Vanessa hanya menanggapi dengan senyuman saat ditatap Lila.


"Enggak lah." Ucap Lila


"Terakhir kali lo tertarik sama pria itu Viko kan?" Ucap Vinda


"Saya mohon tidak membahas itu bos, dan bos Vanessa saya minta maaf atas perkataan tadi." Ucap Lila


"Calm down Lila." Ucap Vanessa


"Sekarang kita pulang." Ucap Vanya


"Iya-iya yang dijemput calon suaminya." Ucap Irene


"Hah?" Vanya bingung ia pun menatap keluar jendela benar saja, Rino sedang berbicara dengan Arjuna.


"Gue ga minta jemput anjrit." Ucap Vanya


"Udahlah Van, lagian kak Juna juga ga masalah kan?" Ucap Vinda


"Gue yang gamau ngerepoti dia." Ucap Vanya


"Dia calon lakik lo anjrit." Ucap Viola


"Tau ni bocah." Ucap Irene


"Kami berdua pamit dulu bos." Ucap Lily dan Lila


"Hati-hati kalian berdua." Ucap Vanessa


Lily dan Lila pun keluar dari cafe menuju parkiran, mereka berdua membawa motor sport mereka. Begitu pula Vanessa dkk yang keluar dari cafe, bukan hanya Vanessa dan Vanya yang dijemput tetapi Viola juga dijemput Barrack.


"Gue sama Irene balik dulu ya." Ucap Vinda


"Okey hati-hati kalian berdua." Ucap Viola


Vinda dan Irene pun menuju ke parkiran karena hanya ada mobil mereka berdua yang tersisa di parkiran.


"Langsung pulang." Ucap Barrack dengan nada dingin. Viola pun langsung masuk ke mobil karena Barrack lebih dulu masuk ke mobil. Mereka pun melesat pergi dari depan cafe.


"Ga biasanya kak Barrack seperti itu." Ucap Arjuna


"Dia sedang perang dingin dengan Viola." Ucap Vanya


"Aku kasihan terhadap Viola, dia ingin dekat dengan Mike, tetapi larangan Barrack melebihi segalanya." Ucap Rino


"Barrack hanya punya Vio dan Vio cuma punya Barrack." Ucap Arjuna


"Kak pulang sekarang yuk, badan Nessa capek." Ucap Vanessa

__ADS_1


"Yaudah ayok."


__ADS_2