
"Jadi kalian yang membuat club malammu hancur." Ucap ketua green snake yang geram dengan pengakuan viola. Ia mengambil pistol dari sakunya tapi kecepatannya menembak kalah dengan Vinda. Dengan cepat vinda menembak bahu bagian kanan.
Dor...
"Kami masih berbaik hati melepaskanmu tuan." Ucap Vanessa datar
"Sekali saja kau memegang senjata, kepalamu akan terpisah dari tubuhmu." Ucap Vanya datar.
4V tidak peduli dengan ucapan ketua macan putih dan tangan kanannya. Mereka sibuk melepaskan ikatan keluarga mereka. Keluarga samudra tidak bisa berbicara dengan kenyataan yang terungkap langsung di depan mereka.
"Jangan takut kak, Nessa tidak akan menyakiti kalian." Ucap Vanessa lalu melepaskan ikatan tangan Reno.
4V berhasil melepaskan semua anggota yang ditahan ketua macan putih. Viko dan rudin muncul dari arah pintu, mereka terkejut karena 4V membuka topengnya.
"Kalian berdua, bawa mereka ke markas." Ucap Vinda datar.
"Baik bos." Ucap Viko dan rudin.
"Apa kalian sudah menyiapkan mobil yang kita minta." Ucap viola datar sambil memapah kakaknya.
"Sudah bos, 4 Mobil terparkir di depan dan supir dari anggota pun sudah menunggu." Ucap rudin.
Mereka pun keluar dari markas, Vanessa memerintahkan anggota BLS yang akan mengemudikan mobil untuk membawa semua keluarga ke mansion samudra.
4V menuju ke motor mereka lalu melesat lebih dulu ke mansion samudra, dengan kecepatan penuh. Sebenarnya mereka masih belum siap untuk membuka identitas yang sebenarnya tetapi keadaan yang terjadi membuat mereka melakukannya, jika tidak akan semakin lama mereka meghadapi ketua macan putih.
30 menit kemudian 4V sudah lebih dulu berada di mansion keluarga samudra, mereka menunggu kedatangan seluruh keluarga di ruang tamu, mereka hanya berdiri. Satria pun menuju ke ruang tamu dengan menggendong daniar.
__ADS_1
"Jadi kalian lah ketua BLS." Ucap satria dingin. 4V hanya mengangguk saja.
Keadaan 4V sebenarnya sedikit parah, karena beberapa lengan mereka tergores peluru sehingga darah terus keluar. Sedangkan 4V tetap menguatkan diri mereka untuk tetap berdiri, bagi mereka itu tidak seberapa dan hanya dianggap luka kecil walau banyak luka dalam akibat goresan peluru dan pedang.
25 menit kemudian seluruh keluarga tiba di mansion samudra, mereka dibantu beberapa anggota BLS untuk masuk ke mansion samudra. 4V masih berdiri tegak menghadap semua keluarga walau darah mereka mulai menetes kelantai.
"Nona apa tidak sebaiknya luka kalian diobati dulu." Ucap salah satu pelayan keluarga samudra yang dibagian kepalanya di perban.
"Pergilah bi." Ucap Vanessa yang tetap menatap lurus ke arah Keluarga nya.
"Luka kami tidak sebesar luka mereka." Ucap viola yang menatap kakaknya diobati anggota BLS.
Padahal darah sudah menetes ke lantai, semoga kalian baik-baik saja nona. Batin pelayan itu lalu melenggang pergi ke dapur mengambilkan minum untuk sedikit menghilangkan keterkejutan seluruh keluarga.
"Satria, kamu harus pikir ulang untuk menikah dengan Vanessa." Ucap mama satria.
"Apa maksutnya ma." Ucap satria datar
"Mama tidak mau memiliki menantu seorang mafia, yang ada keluarga kita tidak akan pernah tenang. Apalagi mafia mereka adalah pertama dan terkenal sangat kejam, membunuh orang sudah kebiasaan mereka. Kamu mau kedepannya keluarga kita menjadi sasaran." Ucap mama satria tegas
"Ma..." Belum selesai satria berbicara sudah disela oleh mamanya.
"Jangan membantah ucapan mama, kamu harus menerima wanita yang mama jodohkan dengan kamu. Yang paling penting kehidupannya tidak berhubungan dengan dunia mafia." Ucap mama satria yang diakhiri dengan nada tegas. Satria memandang ke arah papanya, papanya hanya dapat menutup mulut. Begitu pula Arjuna tatapannya datar dan tidak memandang Vanya sama sekali.
"Terima saja kak, lagipula aku juga tidak akan setuju kakak bersanding dengan mafia. Aku juga tidak akan memilih masa depan dengan seorang mafia." Ucap Arjuna tegas. Karena baru beberapa hari Arjuna dekat dengan Vanya tetapi ia tidak bisa menerima jika Vanya adalah seorang mafia.
4V terus menatap keseluruh keluarga, tidak lama Reno pun berdiri dan menghampiri Vanessa. Berdiri tegak di hadapan Vanessa dan
__ADS_1
Plakk...
"Reno apa yang kau lakukan hah." Bentak satria yang tidak terima Vanessa ditampar. sedangkan ayah dan bunda tidak menyangka jika Reno akan bermain tangan dengan adiknya.
"Kakak kecewa sama kamu, dari awal kakak sudah curiga dengan kamu yang tidak pernah ada di mansion." Ucap Reno dengan tatapan kebencian pada Vanessa.
"Maaf kak." Ucap Vanessa lirih.
"Sekarang kamu angkat kaki dari sini Vanessa." Ucap Dean tegas. Semua orang menatap ke arah Dean.
"Dean apa yang kamu lakukan." Ucap bunda yang terkejut dengan ucapan anak pertamanya.
"Berhenti membela mafia itu bunda, aku tidak akan pernah menerima jika adikku menjadi mafia. Ingat batasanmu Vanessa, kau hanya anak yang diangkat keluarga samudra. Tapi kau menghianati kami." Ucap dean tegas.
"Dean jaga ucapan kamu, Vanessa juga bagian dari kita." Ucap ayah samudra
"Sekarang tidak lagi yah, dia bukan bagian keluarga samudra lagi." Ucap Dean tegas saat bunda dan ayah akan bicara, Vanessa lebih dulu berbicara.
"Terimakasih kak sudah mengingatkan derajatku, iya aku tau, aku disini hanya anak angkat. Baiklah saya bukan bagian keluarga samudra lagi dan saya akan segera pergi dari sini." Ucap Vanessa lalu mengeluarkan dompetnya dan menaruh 1 golden card,1 black card dan 2 kunci mobil pemberian ayah samudra.
Vanessa segera melangkah menuju kamarnya untuk mengambil barang-barangnya. Untungnya mobil yang ia beli berada di mansion samudra.
"Kakak keterlaluan." Ucap Rino yang tidak percaya dengan ucapan Dean.
"Kau membela mafia itu hah." Bentak Reno
"Apa salahnya jika princess seorang mafia, lagipula ia tidak pernah sedikitpun menyakiti kita. Ia bahkan terus berusaha membuat keluarga kita tidak akan diganggu, ingat kak saat ada orang yang hampir mencelakai ayah dan bunda waktu kita jalan-jalan bersama. Vanessa yang membuat orang itu bertekuk lutut dan meminta maaf atas kesalahannya. Lagipula apa salahnya menjadi mafia, princess tidak pernah menyakiti hati kita. Dan sekarang kalian menyakiti hatinya dengan mengatakan asal usulnya. Keterlaluan." Ucap Rino panjang lebar lalu menyusul Vanessa ke kamarnya.
__ADS_1