
"Baiklah, saya akan beritahukan dean tentang rahasiamu waktu itu." Ucap satria tersenyum miring
"Lo itu cuma bisa mengancam." Ucap vanessa ketus. Sedangkan satria menanggapi ucapan vanessa dengan senyuman.
"Vanya kamu melanggar janji. Baiklah akan saya tunjukkan kepada kak mike dan kak satria rahasia kalian ber enam." Ucap arjuna mengeluarkan ponselnya. Dengan cepat vanya meraih ponsel itu.
"Jadi cowok jangan suka ngancem." Ucap vanya ketus
"Tepati janji kamu sekarang." Ucap arjuna
"Males." Ucap vanya ketus
"Baiklah, kak pinjam ponselnya buat hubungin johan." Ucap arjuna. Vanessa dan viola melotot ke arah vanya. Karena belum saatnya semua orang tau rahasia mereka.
"Oke." Ucap vanya pasrah dengan keadaan.
"Baiklah kita makan siang disini saja, tapi beda meja." Ucap arjuna
"Gue udah makan." Ucap vanya ketus
"Tidak masalah, yang penting kamu temani saya." Ucap arjuna lalu menarik tangan vanya.
Sedangkan di meja itu tersisa vanessa,viola,satria dan mike. Mereka masih saling diam, karena vanessa dan viola mulai malas dengan mereka. Vanessa beranjak dari tempat duduk dan menuju ke kamar mandi, ia menarik tangan viola. Awalnya satria dan mike ingin menyusul mereka tetapi saat mereka tau arah yang dituju adalah toilet maka mereka tetap diam ditempat.
Sampai di toilet vanessa dan viola berbincang tapi saling berbisik, karena ia takut satria dan mike akan menyusulnya dan mendengarkan ucapannya.
"Gimana ini nes?" Ucap viola
"Gue hubungin Viko dkk." Ucap vanessa
"Ngapain hubungi mereka." Ucap viola
"Saat ini kita butuh mereka, buat nyelamatin kita." Ucap vanessa dengan mengotak-atik ponselnya.
Tut...tut...
"Din cepet ke resto elite sekarang.." Ucap vanessa
__ADS_1
"...."
"Lo ajak yang lain juga deh." Ucap vanessa
"..."
"Banyak tanya lo. Nanti juga lo paham maksut gue." Ucap vanessa
"..."
Vanessa menutup teleponnya sepihak. Ia hanya bisa menggantungkan harapan kepada tangan kanan mereka, untuk terbebas dari para laki-laki. Vanessa dan viola tetap di toilet sampai viko dkk sampai.
20 menit kemudian vanessa mendapat pesan dari rudin bila mereka sudah sampai, vanessa dan viola pun keluar dari toilet. Viola membisikkan sesuatu kepada vanya, vanya pun mengangguk paham. Vanessa dan viola duduk kembali di hadapan satria dan mike, tetap saja muka mereka datar tanpa senyuman. Viko dkk masuk dan menghampiri vanessa,viola.
"Vanessa,Viola." Ucap viko dkk pura-pura terkejut.
"Kalian ngapain kesini." Ucap viola
"Ingin makan siang aja. Eh ketemu kalian." Ucap rudin
"Btw vanya kemana." Ucap daffa. Spontan vanessa menunjuk ke meja vanya dan arjuna.
Viko dkk tau bila vanessa memanggil mereka untuk melepaskan mereka dari para laki-laki.
"Pemilik Arjuna's corp." Ucap vanessa datar
"Anak kedua keluarga vebranza." Ucap rizki diangguk i vanessa dan viola. Sedangkan satria dan mike menahan amarah karena viko dkk berbincang dengan mereka.
Depan gue anak pertamanya. Batin vanessa
"Gue hampiri vanya dulu. Enak aja laki-laki itu mau deketi vanya." Ucap rudin lalu menuju ke meja vanya dan arjuna.
Hohoho mulai seru nih. Batin vanessa
"Vinda gak ada?" Ucap rizki
"Dia sibuk." Ucap vanessa singkat
__ADS_1
"Yah.. padahal aku rindu padanya." Ucap rizki.
"Btw kalian sedang double date." Ucap viko melihat ke arah satria dan mike.
"TIDAK/IYA." Ucap vanessa dan satria serempak
"Well.. maaf tuan-tuan saya tidak tau bila anda dari tadi disini." Ucap daffa
"Tidak masalah tuan." Ucap mike
"Kami ingin membawa para gadis ini." Ucap viko tegas. Vanessa dan viola menahan tawa, sedangkan satria bersedekap menatap viko tajam. Begitu pula dengan mike yang menatap viko dkk.
-Dimeja Lain
"Vanya ngapain kamu disini." Ucap rudin lembut. Hal itu membuat arjun menahan amarah dengan mengepalkan tangannya.
"Makan siang." Ucap vanya singkat
"Bersama dia." Ucap rudin sambil menunjuk arjuna. Diangguk i vanya.
"Maaf tuan saya bawa vanya pergi." Ucap rudin tegas
"Apa hak anda membawa vanya pergi." Ucap arjuna
"Karena ini perintah dari orang tua vanya." Ucap rudin datar. Sedangkan vanya menahan tawanya agar tidak pecah.
Woy sejak kapan bokap nyokap gue nyuruh lo buat ngejagain gue. Batin vanya
Tidak mungkin tuan bagaskara menyuruh dia untuk menjaga vanya. Batin arjuna
"Jadi anda bodyguard vanya." Ucap arjuna
"Terserah anda menyebut saya bagaimana. Yang paling penting saya harus membawa vanya sekarang." Ucap rudin memegang tangan vanya.
"Lepaskan tangan anda tuan." Ucap arjuna karena melihat tangan rudin memegang tangan vanya, sedangkan vanya hanya diam.
"Anda bukan siapa-siapa di kehidupan vanya, jadi saya harap anda mengerti." Ucap rudin lalu menarik vanya menuju ke vanessa dan viola. Arjuna menyusul rudin dan vanya.
__ADS_1
-----------------
Sampai di meja yang ditempati vanessa dan viola. Viko segera memegang tangan vanessa begitu pula daffa yang memegang tangan viola. Hal itu memicu kemarahan satria dan mike,tetapi vanessa dan viola tetap diam karena mereka ingin segera pergi dari tempat itu.