I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
Episode 11


__ADS_3

Hari ini Vanilla berkerja seperti biasanya, namun sewaktu-waktu ia akan mencari tahu tentang sebuah geng yang tengah ia curigai. Dengan ponsel dan laptop didepannya ia terus mengunyah dan terus membaca mencari info lebih banyak lagi. “ahhhh ini sangat sulit” desahnya dengan putus asa, ia tidak mungkin membeli senjata dengan cara legal karena itu akan membuat orang lain curiga maka dari itu harus membeli pistol dengan cara illegal hanya saja Vanilla terlalu awam di dunia hitam ini jadi dia tidak banyak menetahui akan jual beli itu.


Vanilla memijat pangkal hidungnya sambil sesekali menghembuskan nafasnya dengan kasar. “Kelihatannya kau sedang begitu pusing” suara Samuel membuatnya kaget dengan cepat Vanilla mengubah wajah terkejutnya menjadi biasa saja.


“apa ada sesuatu yang sulit ?" tanya pria itu dan duduk di depan Vanilla “tidak ada” jawab Vanilla dengan santai. Samuel mendekatkan wajahnya ke wajah Vanilla dengan gerakan cepat Vanilla menjauh kan wajahnya. Samuel ingin tertawa melihat reaksi wanita didepannya  itu. “bukankan kau sedang mencari tempat untuk membali  senjata secara illegal ?” bisik Samuel ditelinga Vanilla.  Mata Vanilla membulat dia sangat terkejut dari mana Samuel mengetahui niatnya. “dari mana kau mengetahuinya ?”  tanya Vanilla dengan rasa terkejutanya.


“aku melihat kau sedang memilah-milah disitus illegal, untuk apa kau mencari senjatan ? apa kau memiliki musuh ?” Vanilla menghembskan nafasnya perlahan ia lupa jika orang disekitarnya bisa meihat layar laptopnya. Vanilla menatap taehyun lekat sebebelum ia menghembuskkan nafasnya sekali lagi dan menegakan duduknya, menatap serius Samuel. “aku hanya sedang ingin meperdalam bidang itu jadi aku memutuskan membeli senjata,hanya saja jika membeli senjata dengan legal itu membutuhkan banyak uang jadi aku ingin membeli secara illegal saja” ucap Vanilla setenang mungkin.


“hah  benarkan ?” Samuel tampak sedang berpikir, “ya” Vanilla memutar bola matanya jenah.  “tapi sejak kapan kau menyukai hal yang begitu kasar ?” tampaknya Samuel merasa aneh dengan perubahan Vanilla, setahu Samuel Vanilla bukan wanita menyukai hal yang berurusan dengan begituan. “sejak kapan kau menjadi begitu bawel dan suka ikut campur dengan urusan orang lain” sindir Vanilla, taehyun merupakan tipe manusia tidak akan mengikut campurkan urusan orang lain.


Kini Samuel lah yang memutarkan matanya malas. Entah keduanya sudah saling akrab atau humor mereka sedang baik sampai mereka tertawa. “ekmm” suara batuh itu membuat keduanya terdiam dan mencari asal suara, Arsean di depan pintu menatap kedua dengan tatapan dingin. Pria itu menatap lekat sebelum kembali membuka mulutnya.


“Samuel ikut dengan ku keruanganku” ucap Arsean masih menatap lekat nan dingin kearah Vanilla. Arsean membalikan tubunya dan pergi meninggalkan ruangan Itu.


“ada apa dengan dia, ahh…. Jika begitu aku pergi duluan” pamitnya Samuel ada Vanilla . Vanilla hanya ngangguk dan tersenyum mempersilahkan Samuel pergi.

__ADS_1


***


Akhir pekan jika dulu Vanilla gunakan untuk bermalas-malasan, kini ia memilih menggunakan waktunya itu untuk mempelajari bela diri. Ia cukup paham jika yang ingin ia tantang adalah sebuah geng yang tentunya saja bukan hanya mahir tentang tebak-menembak namun, juga harus bisa teknik bela diri. Taekwondo salah satunya, tentu saja ia memilih bela diri itu toh dulu saat di SMA ia merupaka salah satu murid yang memegang sabuk hijam di bela diri itu. Awalnya Vanilla mengikuti ektrakulikuler itu hanya ingin di pandang tinggi oleh temaan-temannya agar tidak ada yang menggeretaknya dan membullynya.


Vanilla tak habis pikir jika itu akan menguntungkannya dimasa dapan. Vanilla beberapakali menendang dengan tinggi samsak didepannya. Beberapa menit berlalu kini Vanilla mengenakan sarung tangan tinju dan memulai menintui samsaknya awalnya hanya pelan-pelan saja sampai beberapa saat  pukulan demi pukulan dengan kencang dan berutal.


Plok…. Plok….. plok…


Tepuk tangan itu menggema di ruangan yang kebetulan hanya ada beberapa orang saja, Vanilla berhenti memukuli samsak itu karena lelah dan juga penasaran akan siapa yang betempuk tangan dengan begitu keras.


Begitu Vanilla membalikan tubuhnya ia menemuan soya dengan beberapa bodygartnya. Soya tersenyum bangga pada Vanilla dan Vanilla hanya membalas senyuman itu dengan senyuman kecil.


“hah, tadi saat aku dan Arsean ingin pergi untuk mencari gaun penganti baru dan tak sengaja aku melihatmu jadi ayo pergi bersamaku” ucap soya yang sudah mengaungkan tangannya di tangan milik Vanilla.


“hah maafkan aku Soya kau tau aku sadang apa bukan ? bukankah ada Arsean juga au pergilah bersamanya” tolak Vanilla menatapkaca yang ruangan itu yang berhadapan langsung dengan jalan tepatnya pada mobil mewahnya.

__ADS_1


“tidak mau dia sangat dingin itu sangat menyebalkan” rengek soya dengan terus memegangi tangan Vanilla. “tapii…” belum sempt Vanilla menyelesaikan ucapanya tapi soya sudah merengek lagi.


“aku mohon ikut denganku” rengek soya yang bertingkah manja. “tapi tubuhku penuh keringat soya…” lagi-lagi ucapan Vanilla terpotong.


“ganti baju saja aku akan menunggumu disini” soya lengsung memberikan sebuah bag berisikan sebuah gaun. Vanilla menarik nafas terpaksa dengan cepat bergegass kertoilet yang disediakan disana.


Sebuah gaun yang berwarna tua di atas dan dibawah berwarna biru muda. Dengan tangan pendek dan belahan dada yang lumayan rendah gaun itu hanya sebatas lutut saja. Itu sangat cantik dipadukan dengan make up natular nan simple oleh Vanilla membuat siapapun akan terpukau melihatnya.


Setelah Vanilla keluar dari toilet itu soya dengan antusiasnya mengandeng Vanilla keluar dari tempat itu menuju mobil mewah milik Arsean. Jujur saja Arsean sempat kaget dengan penampilan Vanilla yang begitu cantik. Namun, ekpersi wajahnya segera diubah menjadi dingin seperti biasanya.


__________________________________________


[Jumat, 07 Januari 2022]


Author : Safira Aulia Hamidah

__ADS_1


Wtpd : Safira Auliya Hamidah


Instagram : Safira19989


__ADS_2