I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 65


__ADS_3

2 tahun vanessa dkk berada di negara F untuk study mereka. Ya mereka sudah mendapatkan gelar S3 nya, 2 hari lagi mereka akan kembali ke negara A.


"Van lo udah dapat informasi tentang sharon." Ucap vanessa


"Udah ini malah lebih detail nes, lo tau gak nyokapnya sharon masih termasuk saudara dari istri tuan adi pratama." Ucap vanya, vanessa dan adisya pun terkejut.


"Pantas aja sama-sama licik." Ucap viola


"Maksut nya apaan vi?" Ucap irene


"Istri tuan adi itu hanya manfaatin hartanya doang, setelah harta tuan adi sudah berpindah nama maka dia akan meninggalkan tuan adi begitu saja." Ucap viola


Hahaha ternyata kau adalah suami yang tidak diharapkan. Batin vanessa tersenyum sinis


"Kasihan sekali ya, tetapi katanya ini istri kedua nya, istri pertamanya katanya dibunuh seseorang." Ucap vinda


"Kalian ngapain sih ngurusin hidup orang lain gak penting deh." Ucap vanessa datar


"Ya gak apa-apa lah nes. Kok jadi lo yang sewot." Ucap irene


"Siapa yang sewot, gue sedikit malas aja bahas kehidupan orang lain." Ucap vanessa


"Bener tuh kata vanessa, hidup kita sendiri aja belum tentu berjalan mulus kok, namanya rumah tangga jelas banyak rintangannya lah. Mangkanya kalau kita berumah tangga harus sabar-sabar nggadepin, apalagi sampai ada yang namanya orang ketiga. Uuuu langsung aja penggal kepala nya." Ucap adisya


"Lah ujung-ujungnya kok kesel dis." Ucap vinda


"Habis ceramahin baik-baik kok lama-lamanya jadi menjengkelkan." Ucap viola


"Ke mall yuk, beli oleh-oleh." Ucap irene dengan mata berbinar.


"Emang lo mau kasih oleh-oleh ke siapa? Cowok aja lo gak punya." Ucap adisya


"Buat bunda arin dong." Ucap irene dengan mata berbinar


"Weh ngapain lo ngomongin bunda." Ucap vanessa


"Mungkin biar di jadiin menantu nes." Ucap vanya santai


"Eh..eng..enggak kok nes, sumpah gue tulus buat bunda arin." Ucap irene


"Halah ren lo kan pernah cerita kalau lo suka sama kak ri umm umm." Ucap adisya yang mulutnya dibekap irene. Vanessa pun mengernyit heran.


"Oh kak rino ya, berusahalah ren hahaha.." Ucap vanessa lalu tertawa, irene pun menahan malu.


"Udah nes kasian tuh malu si irene." Ucap vinda. Vanessa menghentikan tawanya.

__ADS_1


"Gue bukan suka nes, cuma ngagumin aja." Ucap irene menunduk


"Ren mau lo suka atau enggak itu bukan urusanku, itu hak lo gue gak berhak ngelarang. Cuma gue gak mau aja lo sakit hati karena kakak gue." Ucap vanessa mengelus pundak irene


"Gue tau kok nes, gue cuma ngagumin doang kok gak lebih sumpah deh." Ucap irene tersenyum.


"Udah ah kalian ini apa-apaan coba. Kita ke mall sekarang kuy berangkat." Ucap viola. Sedangkan teman-temannya hanya menggelengkan kepala karena tingkah viola yang begitu antusias.


Vanessa dkk pun berangkat ke mall. Menggunakan pakaian casual, mereka menggunakan 1 mobil yang sama. Sampai di parkiran mall mereka langsung masuk, di dalam mall mereka menjadi pusat perhatian.


'Cantik ya gadis-gadis itu.'


'Iya eh ada yang kembar deh.'


'Yang ditengah kembar kayaknya.'


Teman-teman vanessa meminta berpencar, viola dan vinda,irene dan adisya,sedangkan vanessa dan vanya.Tiba-tiba vanessa dan vanya dihampiri ibu-ibu hamil yang perutnya sudah mulai membesar. Ibu-ibu itu menghampiri vanessa dan vanya.


"Maaf nak apa ibu boleh memegang pipi kalian." Ucap ibu itu kepada vanessa dan vanya. Awalnya vanessa dan vanya saling pandang lalu mengangguk. Akhirnya ibu itu mengelus pipi vanessa dan vanya.


"Ibu harap anak ibu cantik seperti kalian semua." Ucap ibu itu. Vanessa dan vanya tersenyum tipis, mereka mengelus perut ibu itu.


"Adek kalau bisa cantiknya kalahin kita ya.." Ucap vanessa


"Betul dek, jangan nakal-nakal ya sama mommy kamu." Ucap vanya. Ibu itu tersenyum mendengar ucapan vanessa dan vanya.


"Saya vanya,ini vanessa. Memang muka kami mirip tetapi kita beda orang tua." Ucap vanya menjelaskan,karena bagi orang-orang yang tidak tau akan mengira bahwa vanessa dan vanya adalah saudara kembar. Ibu itu pun mengangguk,tidak lama suami Ibu itu menghampiri ke tempat vanessa dan vanya berdiri.


"Ma dicariin kemana-mana nyatanya ada disini." Ucap suami ibu itu. Lalu orang itu melihat vanessa dan vanya.


"Dek maafkan istri saya yang mengganggu kalian." Ucap bapak itu sopan.


"Oh tidak apa-apa tuan." Ucap vanessa


"Ma ayo pulang papa sudah beliin perlengkapan yang mama butuhkan." Ucap bapak itu.


"Baiklah. Vanessa vanya ini kartu nama saya, kalian gadis yang baik semoga jodoh kalian juga sama baiknya seperti kalian. Saya pergi dulu ya." Ucap ibu itu lalu meninggalkan vanessa dan vanya.


AMIN. Batin vanessa dan vanya


"Ibu itu gatau aja kalau kita suka bunuh orang."Ucap vanya


"Kita baik hanya kepada orang baik kok." Ucap vanessa santai


Vanessa dan vanya pun melanjutkan jalannya dan mencari barang yang mereka inginkan. Sedangkan di tempat vinda dan viola mereka juga sedang mencari yang mereka butuhkan,mereka sudah mendapatkan yang mereka inginkan. Tetapi tiba-tiba mereka menabrak 2 laki-laki bertubuh kekar.

__ADS_1


BRUKK...


"Aww hei tuan kalau jalan lihat ke depan bukan lihat ponsel." Ucap vinda ketus


"Shit.. kaki gue sakit coy." Ucap viola meringis kesakitan di pergelangan kakinya.


"Maafkan kami nona. Mari kami bantu." Ucap mereka serempak.


"Maaf nona bila ada yang sakit biarkan kami mengantar ke rumah sakit." Ucap salah satu laki-laki itu.


"Gak perlu." Ucap vinda ketus lalu menghubungi adis dan irene.


"Maaf nona boleh saya tau nama anda." Ucap salah satu laki-laki yang mengulurkan tangannya kepada viola.


"Gue Dita." Ucap viola menjabat tangan laki-laki itu. Viola sengaja menggunakan nama tengahnya.


Kok gue deg-deg an sih lihat ini cowok. Batin viola


Gak biasanya gue se gerogi ini deket cewek. Batin mike


"Saya michael. Panggil saja mike." Ucap mike. Viola segera melepaskan jabatan tangannya.


Hmm cantik, kamu harus jadi milik saya. Batin mike


"Kalau anda siapa nona. Oke nama saya Billy." Ucap Billy kepada vinda.


"Gue ayu." Ucap vinda datar tanpa melihat kearah billy.


Cantik dan dingin. Semakin membuatku penasaran. Batin billy


Tidak lama irene dan adis pun datang ke tempat viola dan vinda. Mereka begitu khawatir apalagi saat tau kaki viola terkilir.


"Kalian kenapa, kita balik aja yah. Pasti 2 anak itu juga udah dapat belanjaan mereka." Ucap irene dengan nada khawatir. Mereka tidak pernah menyebutkan nama asli mereka untuk menghindar dari musuh yang mengincar mereka.


Irene membantu memapah viola, Sedangkan adisya membantu vinda. Mereka tidak menghiraukan keberadaan mike dan billy. Saat mereka sudah menjauh dari mike dan billy. Billy merasa penasaran dengan vinda, hingga ia mencoba untuk mencari data milik vinda.


"Kak mike baru kali ini kita cuekin cewek." Ucap billy


"Lo bener bil. Mereka cantik-cantik sih, tapi hanya dita yang bisa menggetarkan hati gue." Ucap mike memegang dadanya.


"Kak mike kalau mau sama dia ya putusin tuh semua wanita bayaran kakak." Ucap billy ketus.


"Berisik lo, udah ayo kita ditunggu client nih." Ucap mike diangguk i billy.


Dita,semoga kita bertemu lagi. Karena kamu milik saya. Batin mike

__ADS_1


Ayu kamu harus jadi milik saya. Batin billy


__ADS_2