I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 202


__ADS_3

Ayah, bunda,Dean dan duo R pun keluar mansion. Mereka melihat Daniar menangis ditahan seseorang memakai baju serba hitam,topi dan masker. Di leher Daniar sedikit lagi akan tersentuh pisau lipat. Penjaga mansion sudah berjaga-jaga untuk melumpuhkan orang itu.


"Danii..." Teriak bunda


"Ayah, bunda, kakak tolong danii..." Teriak Daniar diiringi tangisan yang semakin kencang.


"Gue mohon siapapun lo, lepasin Adek gue." Ucap Dean


"Lepaskan anak saya." Ucap ayah


Tetapi orang itu tidak menjawab apapun.


"Apa maumu?" Ucap Rino. Orang itu mengarahkan jarinya untuk mereka mendekat.


"Dia nyuruh kita mendekat." Ucap Dean


"Oke kita kesitu tapi lepasin dia." Ucap ayah


Mereka pun mendekati orang itu.


"Hati-hati tuan nyonya."


Orang itu menghentikan langkah mereka. Jarak mereka tinggal 1 meter lagi.


"Katakan apa maumu?" Ucap Reno


"Kau ingin uang, baiklah gue berikan. 500jt cukup?" Ucap Dean. Orang itu menggeleng kan kepala.


"Lo bisu?" Ucap Rino. Orang itu pun menggelengkan kepala lagi.


"Kalau 500jt ga cukup, gue tambah jadi 1,5M." Ucap Rino


"Bawa Black card ini tapi lepaskan dia." Ucap Ayah


"Aku tidak butuh uang kalian." Ucap orang itu


"Lalu apa yang kamu butuhkan?" Ucap Bunda


"Aku hanya butuh pelukan dari kalian." Ucap orang itu


"Apa maksutmu?" Ucap Reno


Orang itu melepas topi dan maskernya, ia membuang pisau lipatnya ke sembarang arah. Rambutnya terurai dan ketika ia mendongakkan kepala dengan tersenyum dan berkata


"Aku hanya merindukan pelukan kalian."


"Vanessa."


"Putrikuuuu."


"Princess."


Vanessa merentangkan tangan untuk memeluk mereka, tetapi Daniar lebih dulu memeluk Vanessa. Bunda dan ayah mendekati Vanessa dan memeluknya.


"Terimakasih tuhan, terimakasih sudah mengembalikan putrikuuuu." Ucap bunda lalu mencium puncak kepala Vanessa.


"Putriku kembaliii, lihatlah semua putriku pulang." Ucap ayah yang meneteskan air mata karena kepulangan Vanessa.


Dean dan duo R ikut berpelukan, mereka tak henti-hentinya meneteskan air mata karena pulangnya Vanessa.


"Ini...ini beneran kamu kan sayang." Ucap Bunda. Vanessa pun tersenyum dan menganggukkan kepala.


"Syukurlah putriku pulang." Ucap bunda


Para penjaga dan para maid ikut menangis karena kepulangan putri di keluarga samudra. Mereka ikut merindukan Vanessa karena ia memang gadis yang baik.

__ADS_1


"Akhirnya nona pulang." Ucap kepala maid


"Iya, aku ikut bahagia atas pulangnya nona dengan selamat." Ucap maid yang lain


"Kita masuk ke mansion saja." Ucap Reno


"Iya kita masuk ke mansion dulu." Ucap Vanessa


Mereka melepaskan pelukannya, Vanessa berjalan di sebelah bunda dengan memeluk tangan bundanya. Sedangkan Daniar berjalan dengan ayah.


"Gue gak nyangka jika princess pulang." Ucap Rino


"Baguslah, pencarian kita berakhir." Ucap Dean


Vanessa diajak ke meja makan.


"BI tolong siapkan makanan ya, Vanessa pasti belum makan." Ucap bunda


"Nessa sudah makan bunda." Ucap Vanessa


"Makan dimana kamu, pasti belum makan kan? Tidak apa-apa sayang apa perlu bunda masakin buat kamu?" Ucap Bunda


"Tidak bunda, Vanessa sudah makan dari markas tadi." Ucap Vanessa


Bunda memeluk Vanessa kembali.


"Jangan pergi lagi sayang." Ucap Bunda


"Nessa tidak akan pergi bunda." Ucap Vanessa


"Cukup kemarin kamu membuat bunda ayah dan ketiga kakakmu merasa kehilangan." Ucap Bunda


"Iya bunda." Ucap Vanessa


"Janji sama bunda kalau kamu tidak akan pergi lagi dan membuat bunda kesepian." Ucap Bunda


"Kakak." Ucap Daniar. Vanessa merentangkan tangannya dan menggendong Daniar.


"Dani semakin gendut ya." Ucap Vanessa


"Padahal Dani kurus." Ucap Daniar


"Tapi kamu berat sayang." Ucap Vanessa


"Ih kakak." Daniar pun menyembunyikan kepalanya di pundak Vanessa.


"Princess."


"Kakak."


"Kita duduk di ruang keluarga saja ya." Ucap Ayah


Mereka menuju ke ruangan keluarga.


"Bisa kamu ceritakan princess, kamu kemana saja?" Ucap Dean


Dengan senang hati Vanessa menceritakan semuanya, selama ini dia dimana dan keadaannya bagaimana. Ia juga menceritakan sebenarnya ia sudah ada di negara A sejak tiga Minggu yang lalu.


"Jadi selama ini kamu di negara C." Ucap Rino


"Iya kak." Ucap Vanessa


"Dan kamu ada di negara ini sudah tiga Minggu yang lalu?" Ucap Reno. Vanessa pun menganggukkan kepalanya.


"Tapi kenapa kamu tidak pulang kesini sayang?" Ucap Ayah

__ADS_1


"Maafkan Nessa, tapi keadaan Vanessa waktu kesini belum sepenuhnya pulih jadi Vanessa memutuskan untuk tetap di mansion markas."


"Nessa berencana menemui kalian jika keadaan Nessa sudah benar-benar pulih." Ucap Vanessa


"Tidak apa-apa sayang, yang paling penting kamu pulang." Ucap Bunda.


"Maaf kakak gagal menjaga kamu princess." Ucap Reno


"Bukan kakak yang salah, tetapi Vanessa yang sedikit ceroboh waktu itu kak." Ucap Vanessa


"Luka kamu sudah membaik sayang?" Ucap ayah


"Sudah ayah, tetapi masih harus kontrol untuk melihat sudah pulih sepenuhnya atau belum." Ucap Vanessa


"Nanti kakak antar kamu ke rumah sakit." Ucap ketiga kakaknya


"Kak Dean urus perusahaan, Reno juga. Jadi aku yang mengantarkan princess ke rumah sakit." Ucap Rino


"Gabisa, lo harus ngurus perusahaan biar gue yang anter princess itu juga untuk nebus kesalahan gue karena pernah benci princess." Ucap Reno


"Kalian berdua urus perusahaan, aku yang mengantarkan princess." Ucap Dean


Lagi dan lagi Vanessa harus mendengarkan perdebatan ketiga kakaknya. Vanessa,ayah dan bunda menggelengkan kepala.


"Sudahlah, kalian selalu debat. Tidak akan ada yang mengantarkan princess ke rumah sakit, karena dokter pribadi keluarga samudra yang akan memeriksa keadaan seluruh luka princess." Ucap Ayah


"Gara-gara kalian berdua kan, Vanessa tidak jadi ke rumah sakit." Ucap Dean


"Apaan ya salah kakak lah yang memaksa ngater princess." Ucap Reno


"Kalian yang salah."


"Kak Dean yang salah."


"Kalian."


"Kak Dean."


"CUKUP."


"Nessa pergi dengan bunda saja kalau memang ke rumah sakit." Ucap Vanessa


"Kalian urus perusahaan saja." Ucap Bunda


"Yaaa bunda mah."


"Eh tidur ni bocah." Ucap Vanessa. Daniar tertidur di pangkuan Vanessa.


"Dani tuh kebiasaan, tidur diatas paha sembarangan." Ucap Rino


"Dia masih kecil, kalo lo yang gitu udah gue tampol." Ucap Dean


"Nessa pindahin ke kamar dulu deh." Ucap Vanessa


"Yasudah princess kamu pindahkan Daniar ke kamar dulu." Ucap bunda


Vanessa pun menggendong Daniar dan menuju ke kamarnya. Vanessa meletakkan Daniar ke kasur king size milik Daniar.


"Maaf jika kakak membuatmu menangis sayang, kakak menyayangimu." Ucap Vanessa lalu mencium kepala Daniar.


Setelah itu Vanessa pun kembali ke ruang keluarga dan ikut berkumpul bersama.


Besok lanjut lagi bestie๐Ÿ’•


Jangan lupa like comment and Vote ๐Ÿ’•

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2