
"Gue masih bingung van siapa yang neror gue manggil-manggil sweety pula." Ucap vanessa
"Coba lo ajak ketemu nes." Ucap vanya
"Males banget kalau gue ngajak ketemu. Dimana harga diri gue." Ucap vanessa
"Iya juga sih." Ucap vanya
"Ceritain dong gimana lo bisa ketemu arjuna dan bagaimana dia tau kalau kita queen of racing yang sebenarnya." Ucap vanessa
"Jadi gini ceritanya..."
FLASHBACK ON
Vanya berada di perusahaan milik keluarganya. Karena keputusan ayahnya yang mulai saat ini perusahaan diambil alih oleh vanya. Dengan senang hati vanya akan memajukan perusahaannya kembali. Vanya juga sudah melakukan meeting dengan beberapa client dan meyakinkan mereka, akhirnya mereka pun setuju. Tetapi vanya tetap memakai topeng karena ia tidak mau terlalu banyak yang tau siapa dirinya.
Tetapi saat siang hari, vanya melepaskan topengnya dan masih memikirkan tentang kesembuhan papanya. Hingga ia tidak tau bila Dinda sekretaris pribadinya masuk bersama arjuna dan sekretarisnya. Vanya masih termenung dan tidak menghiraukan kedatangan orang lain.
"HAAAAAA BRENGS*K." Teriak vanya karena ruangannya kedap suara. 3 orang itu pun terkejut dengan teriakan vanya. Vanya yang tadinya membelakangi mereka pun memutar kursinya. Ia terkejut sudah ada 3 orang di ruangan nya dan vanya tidak memakai topeng.
"Ehm.. ada apa din." Ucap vanya datar. Sedangkan arjuna memandang vanya dengan senyuman tipisnya.
"Nona anda tidak apa-apa? Atau perlu saya antar untuk pulang." Ucap dinda yang khawatir kepada vanya. Bagi dinda, vanessa dkk adalah adiknya. Jadi bila ada sesuatu yang terjadi pada mereka maka dinda akan begitu khawatir.
"Oh tidak perlu, pusing dikit saja kok." Ucap vanya
"Bagini nona, presdir Arjuna's Corp meminta untuk bertemu anda. Saya sudah ketuk pintu tetapi tidak ada jawaban. Jadi saya langsung masuk apakah mereka boleh masuk kesini nona." Ucap dinda
"Sepertinya tidak perlu kamu suruh masuk din." Ucap vanya datar
"Kenapa nona." Ucap dinda
"Karena mereka sudah ada di belakang kamu." Ucap vanya. Seketika dinda menoleh ke belakang dan benar saja arjuna bersama sekretarisnya sudah ada di belakangnya.
__ADS_1
"Maaf nona vanya saya masuk tanpa ijin. Jangan marahi sekretaris anda. Karena sekretaris anda lama sekali jadi saya masuk kesini." Ucap arjuna
"Baiklah tuan arjun." Ucap vanya
"Bisakah tinggalkan kami berdua." Ucap arjuna
"Apa maksut anda tuan. Dinda kau tetap di sini." Ucap vanya. Arjuna pun membisikkan sesuatu ke dinda, vanya pub mengerutkan dahinya. Tidak lama dinda dan johan pun meninggalkan vanya bersama arjuna di ruangan vanya.
"Apa maksutmu tuan arjuna." Ucap vanya datar
"Nona vanya, saya tadinya ingin bertemu tuan bagaskara untuk membicarakan pembangunan pusat perbelanjaan. Tapi ternyata anda adalah anak tuan bagaskara." Ucap arjuna.
"Apa mau mu tuan?" Ucap vanya karena arjuna berjalan mendekatinya.
"Saya ingin mengambil kembali mobil saya. kalian berenam adalah QUEEN OF RACING." Ucap arjuna, vanya pun membelalakkan matanya.
"Anda salah orang tuan." Ucap vanya datar
"Apakah rekaman cctv ini akan berubah." Ucap arjuna lalu menunjukkan rekaman cctv saat vanessa dkk melepas topeng nya dijalanan. Vanya pun melotot karena ia lengah melihat cctv disana.
"Baiklah king racing yang selalu kalah denganku atau vanessa. Apa maksutmu dengan merekam kami seperti ini?" Ucap vanya
"Tentu saja ingin menyebarkan kepada semua orang yang mobilnya kalian ambil alih." Ucap arjuna
"Lalu apa kau pikir kami akan takut?" Ucap vanya ketus
"Kurasa tidak, tetapi ini akan membuat kalian dikejar-kejar para laki-laki yang ingin mendekati kalian." Ucap arjuna
Gue diganggu 1 cowok aja risih. Batin vanya
"Mulut anda memang manis, tetapi sikap anda terlalu licik." Ucap vanya
"Saya licik hahaha.. oh nona vanya anda begitu mengagumkan." Ucap arjuna
__ADS_1
"Apakah anda kesini hanya untuk berbicara ini." Ucap vanya datar
"Tentu saja tidak, bagaimana dengan pembangunan mall di kota B." Ucap arjuna
"Itu tetap dilakukan." Ucap vanya
"Lalu apakah perusahaan lain akan setuju dengan keputusan ini. Saya sendiri sih setuju asalkan tetap bersama anda." Ucap arjuna membuat vanya memutar bola matanya
"Minggu depan akan meeting lagi, jadi siapkan saja berkas-berkas anda." Ucap vanya tetapi arjuna tidak menjawab, ia lebih sibuk memperhatikan vanya.
"Ehm... maaf tuan arjun bila tidak ada lagi yang dibicarakan silahkan keluar." Ucap vanya yang mulai risih dengan tatapan arjuna.
Vanya kembali mengotak-atik laptopnya namun arjuna belum juga menghentikan tatapannya. Arjuna menatap vanya dengan senyuman tipis.
Risih gue, kak dinda masuk dong. Bawa pergi laki-laki ini. Batin vanya
Vanya tidak menghiraukan arjuna, tiba-tiba tangan arjuna memegang tangan vanya yang berkutat pada laptopnya. Vanya yang terkejut pun mencoba melepaskan tangan arjuna tetapi tidak bisa. Mata vanya terus menatap tangannya yang ada digenggaman arjuna.
"Temani saya makan siang." Ucap arjuna. Vanya pun terkejut.
"Maaf tuan saya tidak bisa." Ucap vanya datar
"Tetapi saya memaksa." Ucap arjuna lalu mengirim pesan kepada johan.
"Mari nona vanya." Ucap arjuna yang masih memegang tangan vanya.
"Saya tidak bisa tuan arjuna. Pekerjaan saya masih banyak." Ucap vanya ketus
"Ini perintah bukan tawaran. Anda dilarang keras untuk menolak." Ucap arjuna lalu memasangkan topeng di wajah vanya.
Arjuna menarik tangan vanya agar berjalan mengikutinya. Tetapi vanya terus memberontak agar genggamannya dilepaskan. Sampai di lift vanya menghempaskan tangan arjuna dengan kasar.
"Minta untuk ditemani makan siang tapi tidak harus memaksa." Ucap vanya
__ADS_1
"Saya tidak memaksa. Saya hanya menggandeng tangan anda nona vanya." Ucap arjuna