
"Jika kita memutuskan sambungannya bagaimana jika si gila itu membunuh wanita itu ? bagaimana jika nanti dia malah menjadi-jadi kita tidak tau kedepannya, maka dari itu kita harus mencari ide lain dari sekarang"
...*******...
Harrison mengeluarkan pestol yang berada di pinggangnya, "komandan !" Felix yang tidak pernah lengah menatap kelayar besar sana menepuk bahu sang komandan, Nathan tak ada waktu buat kerkejut dia "baik, Mr. Harrison sebaiknya kau letakan kembali pistol itu kami masih bisa berbicara baik-baikkan" Olivia polisi wanita yang menjadi negosiasi disini saat ini. "Oh kalian masih perduli dengan dia ternyata, aku hanya ingin kau diam dan saksikan ini" di ruangan itu semuanya ngerasa jengkel terhadap Nathan yang mudah terpancing disaat seperti ini dia hanya bisa diam saja.
Tiba-tiba pintu terbuka dan saat bersamaan ada suara tangis bayi yang begitu nyaring, disana ada dua orang pria jangkung berdiri di depan pintu, yang satu membawa bayi dan satunya lagi membawa perlengkapan komputer. "Arsean" Felix segera berjalan menuju orang yang sempat dia panggil "Akhirnya kau datang juga" Felix langsung menarik dua orang itu kedalam sana mempersilahkan Samuel untuk duduk disalah satu bangku, Samuel hang sudah mengetahui situasi disana hanya diam tak ingin memperkeruh.
Arsean masih mencoba menenangkan anaknya, seharusnya dia tidak membawanya keluar tapi bagaimana lagi rasanya dia merasakan takut yang besar jika anaknya dia tinggal mungkin saja mereka akan melakukan hal sama pada anaknya itu. Arsean sudah mencoba berbagai cara agar anaknya berhenti menangis tapi dia tidak berhenti menangis, tepat ketika para polisi menyalahkan kembali mic mereka vanilla juga bisa mendengar tangisan itu.
__ADS_1
Vanilla menatap dengan gelisa kedepan sana disana dia melihat kehadiran arsean dengan anaknya yang terus menangis entah mengapa rasanya begitu tidak nyaman dan membuat seakan kepanggil. "aaaaaaaaakh" Vanilla menjerit, yah setelah banyaknya kekerasan yang di alami vanilla akhirnya vanilla mau mengeluarkan suaranya walau itu hanya jeritan biasa saja, semuanya menatap layar baik para polisi itu bahkan Harrison juga terlihat terkejut. Bayi itu diam seketika hanya sebentar sebelum akhirnya dia menangis lebih kencang seakan ikutan batin keduanya sudah sangat kuat hingga bisa mengantarkan rasa sakit keduanya.
"Apa kita harus mengeluarkan bayi itu komandan ?" Tanya salah satu polisi namun dengan cepat Felix mencegahnya "tidak usah" Felix menatap tegas mereka dan sebaliknya "tapi mungkin saja mereka akan mengganggu negosiasi ini" Nathan masih terdiam, Felix menyuruh mereka untuk kembali ke tempatnya masing-masing "ini sudah kacau sejak awal" guman Felix merasakan lelah sendiri. vanilla menatap kedepan sana, Harrison melihat arsean yang berdiri disana maju kedepan sana "Samuel aku serahkan padamu sekali lagi tunjukan bahwa kau bukan orangnyanya" arsean menepuk bahunya Samuel dengan satu tangan.
"mendekat" dengan suara seraknya vanilla memanggil arsean untuk mendekat pada kamera, keduanya bertemu tatap perlahan suara tangis itu mengecil "Apa kau ingin melihat anakmu untuk terakhir kali, nona vanilla yang terbodoh " Harrison menempelkan pistolnya pada kepala vanilla, "maju kemari-kemari" Entahlah pita suara vanilla seakan tak berfungsi dia hanya bisa menggerakan bibirnya untuk memberi asyarat pada arsean. Beruntungnya arsean mengerti dia mendekat.
"jaga dia dengan baik-baik, apapun yang terjadi tolong jaga dia baik-baik" Vanilla terus mengulang kata-kata itu beberapa kali dia juga mencoba mengeluarkan suaranya sampai terdengar suara vanilla yang terdengar sangat serak nahkan nyaris dibeberapa ucapannya tak terdengar suaranya karena serak.
Arsean yang melihat itu dia tidak tega segera berjalan menuju Samuel "arah barat, di tengah kota" dengan cepat Samuel mencari sejak tadi dia masih mencari-cari arah dari jaringan yang di gunakan oleh Harrison, "ketemu" Samuel meregangkan ototnya hanya waktu 1 menit dia bisa menemukan lokasi itu walau dia mendapatkan referensi itu dari arsean. Samuel memberi tau Felix terlebih dahulu sebelum akhirnya Felix memberi tahu pada Nathan sebagai komandan. Mereka masih berlaga sok tidak tau dan tersurut amarah. Perlahan Nathan dan Felix keluar untuk memberi tahukan pada polisi disekitar sana untuk mengepung rumah milik Harrison yang di gunakan untuk menyekap itu.
__ADS_1
_________________________________________
[Senin, 15 Agustus 2022]
Author : Safira Aulia Hamidah
Ig : Sfiranjk341
lanjut besok yah :) udah capek banget saya baru beres mendisain,
__ADS_1
Terima Kasih telah mampir :)