
1 Minggu kemudian
Siska kembali ke negara I untuk menjadi model kembali. Mama satria masih terus menunggu Siska, sedangkan Satria sudah satu Minggu di apartemennya. Mama satria memutuskan jalan-jalan ke mall sekaligus mengambil pesanan baju miliknya.
"Bagaimanapun juga Satria tidak boleh bersama Vanessa." Gumam mama Satria
Mama satria masuk ke mall dan menuju ke toko baju langganannya. Vanessa memperhatikan mama satria dari kejauhan.
"Sayang, kamu lihat apa sih?" Ucap Bunda
"Bukan apa-apa kok bunda." Ucap Vanessa
"Kamu tidak ingin cerita sama bunda?" Ucap Bunda
"Mamanya kak satria bun." Ucap Vanessa
"Dimana?" Ucap Bunda
Vanessa pun mengedarkan pandangannya, bunda pun melihat ke arah yang Vanessa tunjukkan.
"Kamu ingin menemuinya sayang?" Ucap Bunda
"Ingin sekali bunda, tapi semakin mama kak satria melihatku, dia akan semakin benci padaku." Ucap Vanessa
"Tidak apa-apa sayang bunda temani ya." Ucap Bunda
"Bunda temuin aja gapapa, Vanessa mau jalan-jalan aja nyari baju." Ucap Vanessa
Vanessa berjalan meninggalkan bunda dan Daniar yang masih berdiri menatap Vanessa.
Sabar ya princess, mungkin Erika butuh waktu untuk nerima semuanya. Batin bunda
Bunda berjalan menemui mama Satria, Daniar hanya ikut karena bunda menggandeng tangannya.
"Erika." Ucap Bunda
"Eh Arin, kesini sama siapa?" Ucap Mama Satria
"Halo Dani gimana kabarnya sayang?" Ucap Mama Satria
"Dani baik-baik saja tante." Ucap Daniar
"Kamu makin ganteng deh Dani." Ucap Mama Satria
"Terimakasih Tante." Ucap Daniar
"Arin, kamu kesini berdua sama Dani aja?" Ucap Mama Satria
"Sama putriku kok." Ucap Bunda
Mendengar kata putriku, raut wajah mama satria yang semula bahagia menjadi datar.
"Kalau gitu aku duluan ya, masih ada urusan." Ucap Mama Satria
Belum sempat menjauh bunda sudah menegur mama Satria.
"Kau membenci putriku tanpa alasan er." Ucap Bunda
"Sampai kapanpun aku tidak akan menyukai putrimu itu rin." Ucap Mama Satria
"Hanya karena posisinya sebagai ketua kau mambencinya? Apa selama ini dia menyakitimu atau menyakiti anakmu?" Ucap Bunda
Mama satria tidak dapat menjawab ucapan Bunda.
"Kau tidak dapat menjawab pertanyaan ku bukan." Ucap Bunda. Mama satria masih saja diam.
"Erika, putriku tidak bersalah, bahkan mengusik keluarga mu saja tidak pernah. Kau membenci putriku karena jabatannya. Apa kau tidak melihat perjuangan anakmu satria untuk mendapatkan cintanya setelah dirimu?" Ucap Bunda
"Satria hanya ingin bersenang-senang saja dengan putrimu Arin." Ucap Mama Satria
"Lalu apa kabar wanita yang ingin kau sandingkan dengan anakmu itu? Apa kau yakin dia wanita baik-baik? Bahkan untuk berdiri disebelah anakmu saja dia tidak pantas." Ucap Bunda
"Jaga ucapanmu Arin." Ucap Mama Satria
"Aku juga mengenal Siska, kau jangan lupakan anakku Dean yang juga teman sekolah Satria dan Siska. Dean juga tau bagaimana sifat Siska, bahkan Dean tau jika Siska dari SMA sudah menjadi wanita panggilan." Ucap Bunda
"Kau berpikir anakku gadis yang nakal? Kau akan tau dia siapa beberapa hari lagi er, bahkan kau bisa menilai sendiri Satria lebih pantas bersanding dengan putriku atau Siska." Ucap Bunda
"Siska akan tetap bersanding dengan satria, bukan putrimu itu." Ucap Mama Satria
__ADS_1
"Kau masih keras kepala seperti dulu er, kau akan tau kebenaran tentang Siska semuanya." Ucap Bunda
"Maaf menyela obrolan kalian tapi bunda saatnya pulang, ayah barusan menghubungi Nessa." Ucap Vanessa. Mama satria membuang pandangannya, ia tidak ingin memandang Vanessa.
"Baiklah sayang." Ucap Bunda.
"Kau ingat ucapanku er, suatu saat kau akan tau semua tentang wanita ular itu." Ucap Bunda
"Ayo sayang kita pulang." Ucap Bunda
"Kami pulang dulu Tante, permisi." Ucap Vanessa
Mama satria memandang kepergian Vanessa, Arin dan Daniar.
-------
"Bunda tidak perlu membela nessa seperti itu." Ucap Vanessa
"Kamu tidak bersalah sayang, Erika membencimu tanpa alasan." Ucap Bunda
"Tante Erika akan terus membenci Vanessa bun, mungkin suatu saat Vanessa juga akan meninggalkan bunda, karena posisi yang saat ini Vanessa duduki juga bisa membahayakan keluarga samudra." Ucap Vanessa
"Kamu tidak boleh pergi lagi sayang, bunda tidak peduli apapun yang paling penting kamu tetap disini bersama bunda." Ucap Bunda
"Kamu mau melihat Dani selalu menangis karena nyariin kamu sayang?" Ucap Bunda
"Tidak bun." Ucap Vanessa
Vanessa melirik dari kaca mobilnya, ia melihat Dani tertidur di belakang.
"Jangan pergi lagi nessa, bunda tidak ingin kamu menjauh lagi." Ucap Bunda
"Baiklah bunda." Ucap Vanessa
-------
Tok tok tok
"Eh kak Mike, ada apa?" Ucap Viola
"Barrack ada Vi?" Ucap Mike
"Bersama Qia?" Ucap Mike. Viola mengangguk.
"Ikut aku vi." Ucap Mike dengan menggandeng tangan Viola.
"Kemana kak?" Ucap Viola
"Sudahlah kamu ikut saja." Ucap Mike
"Enggak kak, aku tidak mau kakak menjadi sasaran kak Barrack lagi." Ucap Viola
"Aku tidak peduli vi." Ucap Mike
Mike terus menggandeng tangan Viola dan membawanya ke mobil.
"Kakak mau bawa aku kemana?" Ucap Viola
"Meminta restu." Ucap Mike
Mike segera mengemudikan mobilnya setelah memasangkan seat belt pada Viola. Di dalam mobil Viola hanya bisa diam, ia takut jika Barrack akan kembali memukul Mike lagi.
Semoga kak Barrack tidak memukulmu kak, aku benar-benar takut hal itu terjadi kembali. Batin Viola
Viola terkejut karena Mike membawanya ke kantor Barrack. Jantung Viola benar-benar tidak karuan karena ia takut kakaknya marah besar.
"Ayo turun vi." Ucap Mike
"Kak, lebih baik kita kembali saja jika kak Barrack tau ini dia pasti marah besar dan memukulmu lagi kak." Ucap Viola
"Vi, aku benar-benar serius padamu, jika memukulku adalah salah satu kunci Barrack merestui hubungan kita itu tidak masalah bagiku." Ucap Mike
"Tapi kak-
Belum sempat Viola melanjutkan ucapannya, Mike sudah keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Viola.
"Ayo Vi kita temui kakakmu." Ucap Mike
Dengan berat hati Viola menerima ajakan Mike, ia keluar dari mobil. Mike menggandeng tangan Viola, tanpa bertanya pada resepsionis. Mike naik ke lantai 4 menuju ruangan Barrack, para karyawan terkejut karena Mike membawa adik dari Presdir mereka.
__ADS_1
"Bukankan itu adik Presdir."
"Iya kenapa ia digandeng pemilik club malam terbesar dinegara ini."
"Sudahlah lanjutkan pekerjaan kalian."
Sampai di lantai 4, Viola masih terdiam di dalam lift.
"Ayo Vi." Ucap Mike
"O-oke kak." Ucap Viola
Sekarang aku benar-benar merasakan takut, bahkan kakiku rasanya lemas sekali. Batin Viola
Tok tok tok
"Masuk."
Mike pun masuk bersama Viola, Barrack yang melihat tangan Mike menggandeng Viola pun melotot bahkan tangannya mulai mengepal.
"Ada perlu apa kau kesini Mike?" Ucap Barrack dengan penuh penekanan.
"Aku membutuhkan restumu." Ucap Mike
"Sampai kapanpun aku tidak akan membiarkan kau bersama adikku." Ucap Barrack
"Apa kau memiliki bukti jika aku sering meniduri wanita?" Ucap Mike
"Punya bukti atau engga, kau tetap lelaki bejat yang tidak pantas bersanding dengan adikku." Ucap Barrack
Mike yang mendengar itupun tidak terima karena selama ini ia tidak pernah meniduri wanita manapun, ia memang pemilik club terbesar tetapi ia tidak berminat meniduri wanita-wanita yang ada di dalam clubnya.
"Aku sedang tidak ingin berdebat Barrack, sudah saatnya kau membuktikan jika aku tidur dengan banyak wanita. Jika kau tidak memiliki bukti itu maka Viola benar-benar milikku." Ucap Mike
"Aku tidak akan melepaskan adikku untukmu Mike." Ucap Barrack
"Jika memukulku bisa membuatmu merestui hubunganku dengan Viola, lakukan saja aku tidak akan membalas pukulanmu bar." Ucap Mike
"Viola akan kau sandingkan pada siapa? Rekan bisnismu? Apa kau yakin rekan bisnismu tidak bejat?" Ucap Mike
Mike memberikan Foto-foto mengenai laki-laki yang akan Barrack jodohkan dengan Viola.
"Aku berhasil membuktikan bahwa laki-laki itu lebih tidak pantas dengan Viola." Ucap Mike
Viola melihat ketiga foto yang Mike taruh diatas meja Barrack.
"Kakak ingin menjodohkan aku pada laki-laki seperti ini." Ucap Viola
"Inilah laki-laki yang dipandang baik luar dalam oleh kakakmu Vi." Ucap Mike
"Dia bahkan lebih bejat daripada penyewa wanita malam kak." Ucap Viola
Difoto itu memang ada 3/2 wanita dengan 1 laki-laki.
"Berapa lama kau mengedit ini Mike?" Ucap Barrack
"Bahkan seluruh rekan bisnisku mengenal laki-laki di foto ini bar, mereka pun memberikan informasi yang sama. Jika laki-laki ini lebih sering menghabiskan waktu dengan para wanita malam. Bahkan karyawan ku pernah menjadi korbannya, dia tidak bertanggung jawab atas kelakuannya pada karyawan ku." Ucap Mike, Barrack tidak bisa mengatakan apapun.
"Apa perlu karyawan ku kesini bar untuk menjelaskan siapa laki-laki ini, kebetulan dia sedang hamil 4 bulan sekarang. Dia hamil anak dari laki-laki ini bar." Ucap Mike
"Kau yang menghamilinya Mike, bukan laki-laki ini." Ucap Barrack
"Aku tidak segampang itu memberikan tubuhku pada wanita hanya demi kepuasan bar." Ucap Mike
"Aku masih tidak percaya padamu Mike." Ucap Barrack
"Apa yang perlu aku lakukan lagi bar agar kau mempercayakan Viola padaku." Ucap Mike
"Kita bertanding di atas ring, Jika kau menang akan kubiarkan kau bersama Viola. Jika kau kalah maka menjauhlah dari kehidupan Viola." Ucap Barrack
"Maksudnya aku jadi taruhannya kak?" Ucap Viola
"Bar, Viola bukan barang yang pantas dijadikan bahan taruhan." Ucap Mike
"Jika kau menolak, maka tinggalkan Viola dan jangan pernah menemuinya lagi." Ucap Barrack
"Aku terima tantanganmu bar." Ucap Mike
"Astaga." Ucap Viola
__ADS_1