I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
Episode 32


__ADS_3

Arsean baru saja menginjakan kakinya di mansion milik Vanilla tanpa rasa takut Arsean menaiki tangga-tangga menuju pintu utama mansion itu. "Kau siapa ada perlu apa ?" Tanya salah satu anak buah yang kebenaran sedang menunggu di depan pintu.


"Bukan urusan mu" tanpa banyak kata Arsean menusuk kan tongkat listrik nya yang membuat anak buah Vanilla itu pingsan seketika. Merasa bebas Arsean segera membuka pintu mansion itu dan berjalan dengan santainya menuju salah satu sopa disana.


*****


"Itu bukan hal yang sulit bagiku tuan" hari ini  Vanilla bertemu dengan salah satu klien yang mempercayainya. "Aku percaya pada mu nona" Harrison seorang politikus cukup terkenal karena kedermawananya tapi di balik dirinya yang sukses dia merupakan orang yang akan menghalalkan segala cara agar dia bisa menggapai apa yang dia inginkan termasuk menyingkirkan para lawannya baik secara halus atau secara kasar.


"Selama aku berkerja sama dengan mu tak pernah sekalipun aku merasa kecewa, aku benar-benar puas" Vanilla hanya tersenyum sebagai tanggapan nya. Harrison mempersilahkan Vanilla untuk berjalan terlebih dahulu setelah makan siang selesai mereka menyelesaikan pertemuan mereka sampai sini saja "Terima kasih atas kerja sama dan undangan makan siang hari ini Tuan Harrison" Vanilla segera masuk pada mobil yang telah menjemputnya.


Vanilla tak langsung pulang ia memilih pergi menemui klien nya yang lain, beberapa hari ini Vanilla hanya disebukkan dengan pertemuan dengan para klien sedangkan urusan membereskan permintaan mereka itu menjadi tugas Diàvolow yang lainnya.

__ADS_1


********


Arsean yang masih berada di mansion Vanilla menatap semua koleksi wanita itu yang berada disalah satu ruangan di mansion itu. Arsean cukup terkejut padahal ini hanya beberapa bulan saja wanita itu meninggalkan dia tapi hebatnya Vanilla bisa mengoleksi banyak senjata entah dari yang terlangkah atau senjata dari negara lain yang jelas itu illegal. Arsean mengenakan sarang tangannya dan mengambil salah satu senapan yang membuatnya tertarik, Senapan baker, senapan abad ke 19 flintlock Arsean hanya tersenyum dan beralih ke yang lainnya Lobeav Arms SVLK-14S Sumrak (Twilight) (Defense Review) senapan yang banyak di buru oleh para mafia itu bahkan Arsean sendiri belum memilikinya tapi Vanilla.


Setelah puas melihat koleksi wanita itu dia Arsean kembali melihat-lihat semuanya dia benar-benar bebas berkeliaran disini. Dia menatap kearah cctv Arsean tersenyum misterius sebelum akhirnya dia keluar dari mansion itu, sebenarnya Arsean ingin menunggu Vanilla sampai wanita itu kembali hanya saja tadi Samuel menghububguinya memberi tahu bahwa ada sesuatu.


Didalam mobil itu Arsean masih tersenyum, senyuman yang jarang dia perlihatkan. Arsean memang tidak mencari atau mengusik kehidupan Vanilla beberapa bulan ini karena dia terlalu sibuk untuk menyelidiki banyak hal dan mengurus kekacauan yang terjadi tapi bukan berarti dia tidak perduli dengan Vanilla karena itu Arsean membiarkan wanita itu bebas melakukan apapun tanpa dia awasi karena mungkin saja Vanilla akan terganggu jika terus Arsean awasi.


Vanilla baru saja keluar dari salah satu batik di pusat belanjaan itu tentu saja dia tidak sendiri dia bersama dengan wanita cantik dan terlihat cukup tegas dan bedas "aku tidak meragukan kinerja mu hanya saja bisakan kau sekarang lebih berhati-hati untuk mengirimkan paket-paket itu" Jeff ladies yah walau dia wanita dia tidak bisa di ragukan untuk kejatahan nya yang sekelas kakap itu, Jeff ladies merupakan Bandar narkotika bukan hanya itu tapi ia juga penjual organ tubuh m*nusia. "Oh apakah akhir-akhir ini anak buah ku melakukan kesalahan ?" Vanilla tidak tersinggung saat wanita itu memperingatinya seperti ini karena dia tau jika wanita ini saat sudah ingin bertemu bahkan berbincang seperti ini maka ada kesalahan yang dilakukan oleh anak buahnya.


"Pintar sekali, hampir saja tempat persembunyian ku di gerebek oleh CIA" Vanilla menarik nafas jika begitu ini bukan hal kecil lagi dia tak habis pikir kenapa anak buahnya itu begitu ceroboh. "Maafkan aku jika begitu ma'am" Vanilla berhenti didepqn salah satu batik pelengkapan bayi dia menatap perutnya yang selalu dia tutup karena tidak ingin mendengar ocehan orang-orang atas kehamilannya terlebih profesinya sekarang "ada apa ? Apa ada yang ingin kau beli lagi ?" Tanya Jeff yang sekarang Sama-sama menatap kearah butik itu juga terlihat wajah berbinar Vanilla itu hanya beberapa detik sebelum vanilla memalingkan wajahnya "tidak ada" Vanilla melanjutkan jalannya.

__ADS_1


Vanilla cukup merasa iri melihat sepasang entah itu kekasih atau suami istri vanilla tidak tau jelas tapi dia iri karena keduanya baru saja keluar dari butik itu terlihat wanita itu juga sama sedang mengandung, entah lah dia merasa kasian pada kehidupannya Vanilla menarik nafas panjang saat Jeff menyentuh bahunya. "Aku sedang tidak enak badan, sepertinya kita akhiri sampai sini dulu aku akan memperbaiki kualitas kerja anak buah ku" setelahnya keduanya keluar secara terpisah.


Mungkin Vanilla sudah tidak asing lagi dengan perubahan mood yang terjadi sepanjang dia mengandung tapi yang sangat menyebalkan itu jika dia merasakan rindu akan sosok Arsean tanpa biasa apapun dia lakukan.


__________________________________________


[Rabu, 01 Juni 2022]


Author : Safira Aulia Hamidah


Ig : Sfiranjk341

__ADS_1


karena ini cerita versi baru dan belum selesai jadi, ini cerita on going. Harap baca dari bab awal


__ADS_2