I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 53


__ADS_3

Selesai mengikuti kelas akselerasinya vanessa dkk segera kembali. Mereka segera melesatkan mobilnya dengan kecepatan sedang,saat ditengah jalan mereka harus memperlambat laju kendaraannya karena sedang terjadi kecelakaan.


"Wih macet banget ada apaan sih." Ucap vinda yang sedang mengemudikan mobilnya.


"Palingan kecelakaan." Ucap vanessa santai


"Mabok ngendarai mobil ya itulah akibatnya." Ucap irene


"Kalau gini lama sampe ke mansionnya." Ucap viola


"Mangkanya kalau gak bisa minum alkohol jangan gaya-gayaan dong. Jadinya Nabrak kan." Ucap vinda ketus


"Widih gaya lo vin, emangnya lo sendiri kuat minum alkohol." Ucap adisya dengan menaik turunkan alisnya sebelah.


"Haha lo ngehina gue,ya jelas ga kuat lah." Ucap vinda tertawa dengan wajah tanpa dosa.


"Halah bacut." Ucap adisya dan irene serempak.


Setelah mengikuti kemacetan,mereka pun bisa lolos dan melajukan kendaraan ke mansion. Mereka bernyanyi dan bercanda di sela-sela perjalanan mereka. Sampai di mansion mereka segera turun, dari bawah mereka mendengar tawa dari daniar dan tangan kanan mereka. Mereka melangkahkan kakinya menuju ke lantai 4. Sampai di sana mereka melihat alvian bermain ps dengan kevin yang sedang mendudukkan di pangkuannya.


"Yeee dani hebat bisa kalahkan kak vian." Ucap kevin


"Benarkah itu kak." Ucap daniar kegirangan di pangkuan kevin.


"Iya kalau daniar tau sekarang kak vian mukanya kusut banget kayak lap di dapur." Ucap kevin mengejek alvian


"Kalian berdua hanya beruntung aja kok." Ucap alvian ketus.


Alvian dan kevin pun menoleh ke belakang karena vanessa dkk sudah kembali.

__ADS_1


"Dani lihat tuh kakak-kakak cantik sudah kembali." Ucap kevin. Daniar pun tersenyum mendengar ucapan kevin.


"Kak nessa sudah pulang." Ucap daniar lalu berjalan menuju vanessa. Vanessa langsung menghampiri daniar.


"Hai boy, iya kakak sudah pulang." Ucap vanessa mengelus puncak kepala daniar.


"Dani, kamu melupakan kami ya." Ucap adisya dengan wajah sendu. Walaupun daniar tidak bisa melihat tetapi ia masih bisa mendengar kan ucapan seseorang.


"Tentu saja tidak kak, kalian kan juga kakaknya dani." Ucap daniar tersenyum.


"Ooouuu so sweett." Ucap vinda lalu mencubit kedua pipi daniar.


"Kak vinda sakitt.." Ucap daniar sambil memegang kedua pipinya.


"VINDAA." Ucap teman-teman vanessa serempak. Sedangkan vanessa hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Dani mau sembuh nggak?" Ucap vanessa lembut. Daniar pun mengangguk.


"Tidak akan ada yang berani menghalangi dani untuk sembuh." Ucap vanya.


Bila ada ya siap-siap ajalah hanya tinggal nama. Batin vanessa tersenyum miring.


"Ikut kakak ke dokter ya sayang coba kita konsultasikan ke sana." Ucap vanessa. Daniar pun mengangguk. Tidak lama ponsel vanessa pun berbunyi.


Tringggg....tringggg....tringgg....


"Hmm bunda." Gumam vanessa


"Sebentar ya dan, kakak angkat telepon dulu." Ucap vanessa lalu meninggalkan daniar.

__ADS_1


"Halo bunda." Ucap vanessa


"Princess bagaimana kabar kamu sayang." Ucap bunda di seberang telepon.


"Nessa baik saja kok bunda,kabar bunda dan yang lainnya bagaimana bunda." Ucap vanessa


"Kami semua baik sayang." Ucap bunda lembut


Sepertinya ini saat yang tepat untuk ngomong ke bunda. Agar mental dani yang awalnya terisi dengan siksaan berubah menjadi kasih sayang. Batin vanessa


"Bunda nessa ingin cerita sesuatu." Ucap vanessa


"Ceritakan sayang tidak apa-apa kok." Ucap bunda


"Di tempat tinggal nessa sekarang ada anak kecil bunda." Ucap vanessa


"Princess siapa anak itu,dan kenapa bisa sama kamu? Kamu tidak menculiknya kan." Ucap bunda dengan pertanyaan bertubi-tubi.


"Bukan bunda, jadi gini ceritanya..." vanessa menceritakan dari awal bertemu nya daniar hingga akhirnya membawanya untuk pulang. Bunda yang mendengar itu pun sangat senang walaupun vanessa bersikap dingin kepada orang lain setidaknya ia masih memiliki hati yang lembut. Vanessa juga menceritakan kalau daniar itu buta dan mentalnya sedikit terganggu karena ulah kedua orang tuanya. Bunda sangat terkejut karena ia menyukai anak-anak jadi wajar bila dia sedikit geram dengan sikap orang tua daniar dulu. Vanessa juga berencana membawa daniar untuk tinggal dengan orang tuanya,bila daniar ada di mansion yang ada akan jadi incaran musuh.


"Astaga sayang kasihan sekali dia. Bawa dia kemari saja princess agar belajar kamu tidak terlalu terganggu, bunda dan ayah sangat senang bila dia disini." Ucap bunda antusias.


"Baiklah bunda nanti akan vanessa coba bicara dengan daniar. Nessa harap dia mau bunda dan rasa trauma nya kepada orang tua segera hilang." Ucap vanessa


"Baiklah bunda tunggu kabarmu sayang. Jaga kesehatan mu ya princess, bunda harus ke butik milik mama vanya." Ucap bunda


"Baiklah bunda hati-hati dijalan ya." Ucap vanessa.


"Iya sayang, bye." Ucap bunda lalu mematikan teleponnya.

__ADS_1


Semoga kamu bahagia dani, kakak tidak tega bila melihatmu tiap malam menangis karena trauma. Batin vanessa


Vanessa pun menghampiri daniar dan mengajaknya pergi ke dokter. Vanessa menceritakan bila dia akan membawa daniar ke orang tua vanessa. Awalnya daniar menolak tetapi vanessa meyakinkan daniar untuk tidak takut kepada orang tuanya, karena mereka sangat baik dan tidak akan menyiksa daniar. Akhirnya daniar pun setuju karena ia juga tidak ingin mengganggu vanessa yang sedang belajar. Vanessa pun tersenyum senang karena daniar ingin mendengarkan ucapannya dan menerima permintaan nya.


__ADS_2